Kelainan jantung bawaan jenis defek septum atrium adalah penyakit yang dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Jika memiliki lubang kecil, mungkin tidak menunjukkan gejala, tetapi ketika usia bertambah dan timbul gejala tidak normal, dapat menyebabkan pneumonia mudah terinfeksi pada anak-anak, jantung membesar, gejala sesak napas, mudah lelah, jantung berdebar. Semakin lama dibiarkan bisa menyebabkan aritmia, gagal jantung. Beberapa kasus ada kebiruan atau ungu di ujung jari, kaki, dan bibir, sudah terlambat. Oleh karena itu, mengamati diri sendiri atau menemui dokter spesialis jantung untuk pemeriksaan detail adalah hal penting yang membantu perawatan tepat waktu. Saat ini tidak perlu khawatir dengan operasi karena dapat diobati dengan teknik kateter.

Mengenal Defek Septum Atrium
Kelainan jantung bawaan jenis defek septum atrium (ASD: Atrial Septal Defect) disebabkan oleh adanya lubang pada septum atrium, yang menyebabkan darah merah mengalir dari atrium kiri ke atrium kanan saat jantung berdenyut. Hal ini menyebabkan jantung berpeluang membesar secara perlahan. Pada anak kecil mungkin tidak menunjukkan gejala, tetapi seiring bertambahnya usia, mungkin terdeteksi secara kebetulan melalui pemeriksaan kesehatan jantung, di mana dokter spesialis jantung dapat mendengar bunyi jantung yang tidak normal. Beberapa pasien mengalami gejala mudah lelah, jantung berdebar, atau datang dengan gejala stroke. Kelainan jantung bawaan jenis defek septum atrium jenis Secundum Type ditemukan pada sekitar 75% dari semua kasus defek septum atrium.
Pemeriksaan dan Diagnosis
Diagnosis kelainan jantung bawaan jenis defek septum atrium dapat dilakukan dengan mendengarkan bunyi jantung dan pemeriksaan jantung menggunakan ultrasound frekuensi tinggi atau Echocardiogram yang menggunakan prinsip mengirimkan gelombang suara ke dalam dada dan menerjemahkannya menjadi gambar, dapat mendeteksi cacat jantung bawaan yang mungkin menyebabkan gejala mudah lelah atau sesak dada. Jenis pemeriksaan yang populer ada 2, yaitu:
- Pembuatan Echocardiogram melalui dinding dada (Transthoracic Echocardiogram)
Pasien tidak perlu persiapan banyak, praktis, gambar memberikan detail yang baik, tetapi jika pasien memiliki dinding dada tebal, dinding dada yang tidak normal, atau jarak antara tulang rusuk sempit, gambar mungkin kurang jelas. Lebih baik dilakukan dengan metode endoskopi untuk hasil yang lebih akurat. - Pembuatan Echocardiogram endoskopi melalui kerongkongan (Transesophageal Echocardiogram)
Pemeriksaan jantung dari arah dalam saluran cerna yang berada di belakang jantung untuk mendapatkan gambar pergerakan jantung yang jelas, membantu diagnosis lebih akurat, dan harus dilakukan pada setiap kasus sebelum melanjutkan ke konsultasi.

Pengobatan Defek Septum Atrium jenis Secundum Type
Jika pasien memiliki lubang yang sangat kecil, ada kemungkinan bahwa lubang bisa menutup sendiri, meskipun hanya sedikit. Jika lubang kecil dan tidak ada gejala atau tidak berdampak pada kehidupan sehari-hari, tidak perlu dilakukan perawatan tambahan. Tetapi jika lubang berukuran sedang dari 1 sentimeter hingga lebih besar dari 3 sentimeter, yang merupakan lubang besar, harus segera menemui dokter spesialis jantung atau dokter jantung untuk pemeriksaan kesehatan jantung segera. Jika ditemukan perlu penanganan dapat dilakukan denganteknik kateter tanpa operasi (Penutupan ASD dengan Kateter Transcatheter) dengan memasukkan perangkat logam untuk menutup lubang antara septum atrium melalui kateter jantung yang masuk melalui pembuluh darah vena di kaki. Saat mencapai area lubang, perangkat akan dilepas untuk menutup lubang tersebut. Setelah itu, tubuh akan membentuk jaringan yang menutup dalam 3-6 bulan. Perangkat yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik dan ukuran lubang, yang kelebihan metode ini adalah menghindari risiko dan mengurangi rasa sakit dari operasi, luka berukuran kecil, waktu pemulihan singkat, sekitar 48 jam, pasien cepat pulih. Setelah pengobatan, pasien harus menjalani tindak lanjut dengan pemeriksaan Echocardiogram secara berkala setiap 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun sesuai pedoman dokter spesialis jantung. Penggunaan teknik kateter tanpa operasi (Penutupan ASD Transcatheter) untuk hasil baik, bergantung pada keahlian, pengalaman tim jantung, kesiapan alat, serta laboratorium pemeriksaan jantung canggih, membuat perawatan ini berhasil dengan baik.
***Penutupan defek septum atrium bawaan pada orang dewasa jenis Secundum dengan perangkat khusus jenis ASD Occluder Device melalui kateter (Penutupan ASD Secundum Transcatheter pada Dewasa) memiliki keberhasilan tinggi dan komplikasi sangat sedikit.
Namun, pengobatan kelainan jantung bawaan jenis defek septum atrium dengan teknik kateter tanpa operasi dengan perangkat khusus tidak dapat dilakukan pada semua kasus. Ini tergantung pada ukuran, karakteristik anatomi, dan kondisi patologis dari lubang pasien masing-masing. Misalnya, jika ukuran lubang lebih dari 36 milimeter, ada beberapa lubang, tepian kurang dari 5 milimeter, atau dalam kasus lain yang memiliki penyakit jantung tambahan seperti katup jantung bocor, perlu dipertimbangkan untuk konsultasi dengan ahli bedah toraks untuk operasi lanjutan.







