Makanan fermentasi, makanan acar memang menyenangkan setelah dimakan, tetapi tahukah Anda bahwa hal-hal ini bisa memicu kanker nasofaring. Percaya atau tidak, penyakit ini bisa ditemukan pada orang yang masih muda dan remaja dan sering ditemukan pada orang Asia.
Mengenal Kanker Nasofaring
Kanker nasofaring adalah kanker yang terjadi di bagian belakang rongga hidung. Jenis kanker ini sering ditemukan di daerah Asia, seperti Thailand, China, Korea, dll., tetapi jarang ditemukan di negara-negara Eropa dan Amerika. Kanker nasofaring yang terjadi di Asia ini sering ditemukan pada kelompok usia muda, remaja, dan lebih sering ditemukan pada pria. Sedangkan di Eropa dan Amerika, biasanya ditemukan pada orang yang lebih tua. Di kalangan orang Asia, kanker nasofaring tergolong umum.
Penyebab Kanker Nasofaring
Infeksi virus EBV (Epstein-Barr Virus) dan diyakini bahwa ada faktor lain atau perilaku makanan yang turut berperan, seperti makanan yang diasinkan, makanan yang diasamkan, jenis herbal China tertentu, merokok, minum alkohol, dll. Hal-hal ini akan merangsang virus ini untuk aktif yang akhirnya menyebabkan peradangan kronis (Reaktivasi Virus). Sementara itu, di zona Eropa dan Amerika, sebagian besar terkait dengan merokok dan kebiasaan minum alkohol sebagai faktor risiko utama yang terjadi, tetapi faktor risiko lainnya juga ditemukan seperti riwayat keluarga dengan kanker.
Gejala Kanker Nasofaring
- Mimisan sering
- Telinga berdenging di satu sisi, infeksi telinga tengah yang berulang
- Benjolan di leher
- Sakit kepala kronis
- Pandangan kabur
- Mati rasa wajah
- Jika parah, mungkin ada penyebaran kanker ke organ lain seperti sakit punggung, batuk, kesulitan makan, penurunan berat badan. Sebaiknya segera temui dokter untuk diagnosis lebih lanjut.
Pengobatan Kanker Nasofaring
- Pengobatan dengan menggunakan radiasi (Radiation) bersama dengan kemoterapi (Chemotherapy)
Perjalanan penyakit kanker nasofaring, jika berada pada tahap awal, relatif baik dengan peluang sembuh yang sangat tinggi. Seperti pada stadium 1 dan 2, jika diperlakukan dengan benar sesuai dengan prosedur, peluang sembuhnya mencapai 80 – 90%. Jika pada stadium 3 atau 4, peluang sembuh menurun menjadi 50 – 60%.
Kanker nasofaring (Nasopharyngeal Cancer) sering ditemukan pada orang Asia. Faktor risikonya adalah infeksi EBV yang menyebabkan peradangan kronis. Kanker ini biasanya ditemukan pada pria muda. Jika dideteksi pada tahap awal dan ditangani dengan benar, peluang sembuhnya sangat tinggi. Oleh karena itu, jika ada gejala yang mencurigakan, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.



