Penyakit tulang belakang adalah kondisi yang dapat terjadi pada semua jenis kelamin dan usia, disebabkan oleh gaya hidup sehari-hari seperti mengangkat beban berat, duduk atau membungkuk dengan cara yang salah, mengalami kecelakaan, atau penuaan, dan sebagainya. Penyakit ini menunjukkan dirinya melalui gejala ‘nyeri’, yang dapat bersifat kronis atau tidak sembuh sepenuhnya. Dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan, yang sering menimbulkan rasa takut dan kecemasan, terutama karena rasa sakit pasca operasi serta efek samping setelah operasi. Pertimbangan yang cermat diperlukan sebelum memutuskan operasi berulang.

Panduan Pengobatan Penyakit Tulang Belakang
Panduan pengobatan untuk nyeri akibat penyakit tulang belakang mengikuti proses perawatan yang dimulai dari
- Pengobatan medis Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, pelemas otot, atau obat antiinflamasi nonsteroid, termasuk suntikan steroid ke ruang saraf
- Fisioterapi adalah pijat untuk melemaskan otot dan melatih penggunaan otot punggung dengan cara yang benar
- Operasi Dalam kasus di mana rasa sakit mengganggu kehidupan sehari-hari, operasi mungkin diperlukan, yang melibatkan pembedahan untuk membuka luka dan melepaskan otot dari tulang, yang dalam beberapa kasus memerlukan pemotongan sebagian tulang. Metode ini memerlukan waktu pemulihan yang lama dan pasien memiliki kemungkinan kekambuhan.

Perawatan Penyakit Tulang Belakang dengan Metode Intervensi Mungkin Tidak Memerlukan Operasi
Pengobatan Intervensi atau Manajemen Nyeri Tulang Belakang Intervensional fokus pada diagnosis penyebab sebenarnya dari nyeri sebelum perawatan. Terdapat teknik untuk mengobati rasa sakit tanpa operasi dengan “suntikan” atau “penghancuran” di area sumber nyeri, tergantung pada gejala dan lokasi nyeri. Keuntungan dari metode ini adalah dapat mengatasi nyeri di lokasi yang tepat, memahami penyebab dan asal-usul rasa sakit yang sebenarnya karena adanya spesialis nyeri (Pain Intervention Specialist) yang berkompeten untuk mendiagnosis lokasi dan penyebab nyeri dengan berbagai metode khusus, sehingga dapat meredakan atau membantu pasien pulih dari nyeri.
Siapa yang Cocok untuk Perawatan Metode Intervensi
- Individu dengan nyeri punggung kronis yang tidak sembuh setelah minum obat dan fisioterapi, dan yang tidak ingin operasi.
- Pasien yang kondisi fisiknya tidak mendukung untuk operasi, seperti pasien yang berisiko infeksi, pasien lanjut usia dengan berbagai komplikasi, dll. Namun, keputusan akhir tergantung pada diagnosis dokter apakah pasien dapat diobati tanpa operasi.

Langkah-langkah Perawatan Metode Intervensi
- Tim medis mendiagnosis, mengambil riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik, rontgen, atau MRI untuk mengumpulkan informasi guna menentukan sumber nyeri.
- Dokter memilih metode penghilang rasa sakit (Intervensi Nyeri) yang dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan langkah pengobatan, seperti mengambil obat yang sesuai, fisioterapi, suntikan antiinflamasi dengan jarum ke saraf tertentu, atau penghancuran tulang belakang dengan frekuensi radio tinggi, tergantung pada tingkat keparahan gejala.
- Jika diagnosa menunjukkan bahwa pasien membutuhkan operasi, dokter Intervensi Nyeri berperan membantu mendiagnosis lokasi operasi, dan pasca operasi membantu pasien untuk kembali ke kehidupan normal.
Perawatan Metode Intervensi oleh Institut Penyakit Tulang Belakang Rumah Sakit Bangkok Internasional
Rumah Sakit Bangkok Internasional menyediakan panduan perawatan penyakit tulang belakang dengan metode Intervensi, yang mana tim dokter intervensi adalah spesialis yang ahli dalam metode ini dan berpegang pada prinsip perawatan holistik pasien. Mereka bekerja dalam tim yang terdiri dari dokter spesialis dari berbagai bidang, seperti Pain Intervention Specialist, ahli bedah saraf, dokter ortopedi, ahli saraf, ahli anestesi, dan dokter rehabilitasi. Kerja sama mereka dalam mendiagnosis penyebab dan gejala nyeri yang sebenarnya serta memberikan pilihan perawatan terbaik, hingga tahap operasi jika tidak dapat dihindari, memiliki tujuan untuk mengobati rasa sakit, mengurangi operasi yang tidak perlu, dan memungkinkan pasien kembali hidup normal secepat mungkin.



