Pernahkah Anda merasa bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa kadang-kadang meskipun sudah tidur banyak semalam, tetap merasa mengantuk sepanjang waktu saat bekerja? Bukan jenis kantuk setelah makan atau hanya mengantuk saat sore hari yang membosankan, tetapi mengantuk sepanjang waktu. Masalah kantuk yang tidak normal bukanlah hal sepele, melainkan penyakit yang disebabkan oleh gangguan mental atau fisik yang dapat berdampak serius bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, memerlukan pengobatan yang tepat.
Penyebab Kantuk yang Tidak Normal
Penyebab kantuk yang tidak normal dapat terjadi karena berbagai alasan:
- Paling umum terjadi pada orang yang merasa sangat mengantuk, terbangun dengan tidak segar, selalu mengantuk sepanjang waktu, meskipun sudah tidur dengan cukup di malam hari, dan merasa mudah marah.
- Beberapa orang baru menonton film horor dan merasa seperti ada sesuatu yang menghantui mereka, tetapi itu adalah salah satu gejala. Mungkin merasa seperti ada sesuatu yang merayap di tubuh saat malam, mendengar halusinasii, atau tidur berjalan.
- Orang yang suka tidur tidak teratur, kurang tidur, atau sering tidur larut malam juga bisa termasuk dalam kategori penyakit ini.
- Disebabkan oleh narcolepsy yang menyebabkan neurotransmitter hilang di otak, mengalami tidur yang tercampur dengan terbangun. Ini sering terjadi pada orang yang sangat mengantuk, hingga makan sambil duduk di meja pun bisa tertidur.
- Penghentian napas saat tidur tanpa disadari.
- Orang yang suka tidur mendengkur atau yang memiliki anggota keluarga yang sering mendengkur dan memiliki gejala sakit kepala di pagi hari harus segera berkonsultasi dengan dokter, karena mungkin ada kondisi apnea tidur yang menyertainya, yang dapat berdampak pada tekanan darah tinggi dan penyumbatan pembuluh darah.
Pengobatan Gangguan Tidur
Cara pengobatan gangguan tidur yang tepat harus melibatkan Sleep Test untuk mengamati perilaku tidur pasien, dengan pengujian dilakukan baik siang maupun malam untuk mendiagnosis penyebabnya secara menyeluruh oleh dokter spesialis sistem saraf, epilepsi, dan gangguan tidur. Setelah konsultasi dokter, akan ada janji di Sleep Lab untuk mencari tahu penyebabnya dengan menginap di rumah sakit selama satu malam dengan detail pemeriksaan sebagai berikut:
- Sleep Test dilakukan pada malam hari dengan memasang perangkat untuk mengukur pernapasan, tekanan darah, dada, posisi tidur, gerakan kaki, dan suara dengkuran untuk melihat apakah ada henti napas yang tidak jelas. Tidur selama 7-8 jam atau lebih dan tes di siang hari untuk mengamati kantuk di siang hari guna melihat berapa lama tertidur, berapa menit untuk tertidur, berapa menit bermimpi. Pasien ditempatkan di ruang gelap dan disuruh berusaha tidur untuk melihat berapa menit waktu yang dibutuhkan untuk tertidur. Pasien akan diberikan 4-5 kali tidur siang (selang waktu dari awal setiap tidur siang adalah 2 jam). Jika membutuhkan waktu kurang dari 8-10 menit dianggap tidak normal, mulai dari saat lampu dimatikan sampai saat tidur dianggap sangat mengantuk tidak normal, terlebih jika disertai dengan bermimpi saat tidur siang.
- Pengobatan menggunakan mesin CPAP merupakan metode lain yang efektif tanpa operasi. Mesin ini membantu tidur lebih nyaman, bernapas lebih lancar, mengurangi apnea tidur, dan membantu bangun dengan perasaan segar.
Semua langkah ini akan dibimbing oleh petugas yang memantau sepanjang 24 jam dengan CCTV dan pencatatan serta analisis data pasien secara cermat. Setelah itu, diagnosis akan diikuti untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.
Karena tidur adalah hal yang paling penting untuk tubuh kita, jika ada ketidaknormalan, sebaiknya jangan diabaikan atau diabaikan. Sebab bisa berdampak pada masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, siapa pun yang merasa ada keanehan, segeralah temui dokter untuk analisis dan pengobatan. Karena istirahat yang baik adalah awal dari kesehatan yang baik kita.




