Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Osteoporosis pada Lansia

    3 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Package Image
    Maj.gen. Prof. Dr. Thawee Songpatanasilp

    Bangkok International Hospital (Brain x Bone)

    Diperbarui pada: 27 Dec 2025
    Maj.gen. Prof. Dr. Thawee Songpatanasilp
    Maj.gen. Prof. Dr. Thawee Songpatanasilp
    Bangkok International Hospital (Brain x Bone)
    Osteoporosis pada Lansia
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok International Hospital (Brain x Bone)
    Diperbarui pada: 27 Dec 2025

    Apa itu Osteoporosis

    Osteoporosis adalah penyakit tulang yang dapat terjadi pada tulang di seluruh tubuh yang ditandai dengan berkurangnya massa atau jumlah jaringan tulang serta kualitas jaringan tulang yang memburuk. Hal ini menyebabkan tulang dalam tubuh mudah patah, bahkan dengan tekanan yang biasanya tidak mematahkan tulang pada orang muda, dapat mematahkan tulang pada orang dengan osteoporosis.


    Mengapa Lansia Berisiko Osteoporosis

    Osteoporosis menyebabkan penurunan massa tulang. Pada wanita, massa tulang akan terus menurun setelah menopause atau sedikit sebelum itu, sedangkan pada pria, mulai dari usia 50 tahun, massa tulang akan terus menurun. Ketika berkurang sehingga tulang mulai mudah patah, ini disebut osteoporosis. Karena itu, osteoporosis kebanyakan terjadi pada orang tua atau wanita yang sudah menopause, sering disebut sebagai osteoporosis pada wanita menopause dan osteoporosis pada orang tua.


    Faktor Risiko Osteoporosis

    Osteoporosis dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu

    1) Osteoporosis Primer terjadi pada wanita menopause atau orang yang berusia 50 tahun ke atas. Osteoporosis ini sering ditemukan karena alamiah bahwa massa tulang akan berkurang setelah menopause dan setelah usia 50 tahun.

    Faktor risiko adalah hal-hal yang mempercepat dekomposisi massa tulang seperti kekurangan vitamin D, asupan kalsium yang tidak mencukupi, penggunaan beberapa jenis obat, kurangnya olahraga yang tepat, serta faktor genetik. Osteoporosis memiliki keterkaitan genetik sekitar 40%. Orang dalam keluarga yang memiliki riwayat tulang mudah patah atau pernah mengalami patah tulang sebelumnya akibat cedera ringan seperti jatuh dari berdiri dapat berisiko.

    2) Osteoporosis Sekunder terjadi karena penyakit atau beberapa jenis obat yang menyebabkan dekomposisi massa tulang lebih cepat. Osteoporosis juga dapat terjadi pada usia muda.


    Gejala dan Tanda-Tanda Peringatan Osteoporosis

    Osteoporosis seringkali tidak memiliki gejala peringatan, sehingga digunakan metode untuk menilai faktor risiko osteoporosis. Siapa yang memiliki faktor risiko lebih banyak akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami osteoporosis dibandingkan dengan yang tidak memiliki risiko. Namun, gejala pertama yang ditemukan adalah patah tulang. Selain metode menilai faktor risiko, metode lainnya adalah tes massa tulang. Saat ini ada alat pengukur kepadatan massa tulang (Bone Density Mass) yang canggih, dapat mengukur jumlah massa tulang dengan jelas dan pasti. Pada penderita osteoporosis yang mengalami patah tulang belakang akan mengalami nyeri punggung, namun penyebab nyeri punggung bisa banyak, sehingga harus dicari penyebab sesungguhnya. Yang penting, osteoporosis dapat terjadi pada setiap tulang di tubuh, tetapi yang paling sering mengalami osteoporosis lebih dulu adalah tulang belakang, menjadikannya tulang yang paling sering patah pada osteoporosis. Gejala pendahulunya adalah nyeri punggung sebelum patah, tetapi tidak terjadi pada semua orang. Oleh karena itu, nyeri punggung bukanlah gejala utama osteoporosis.


    Perawatan Osteoporosis Saat Ini

    Perawatan osteoporosis saat ini dibagi menjadi 2 jenis

    1. Perawatan non-obat termasuk
      • Pasien menerima kalsium sebanyak 1.000 miligram per hari agar tubuh bisa menggunakan kalsium untuk membuat tulang.
      • Pasien menerima vitamin D sebanyak 800 – 1.000 unit per hari. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan memungkinkan sel tulang bekerja lebih baik.
      • Pasien harus berolahraga seperti berjalan selama 30 menit setiap hari atau 4 – 5 kali seminggu. Karena agar tulang kuat, harus ada tekanan dari tulang belakang hingga ke pinggul sampai kaki agar tulang tetap kuat.
    2. Perawatan obat-obatan Saat ini ada obat yang dapat menambah massa tulang yang hilang, dibagi menjadi 2 jenis yaitu
      • Obat penghambat dekomposisi tulang Karena setelah usia 50 dan setelah menopause, tulang akan mulai terdegradasi. Obat dapat diberikan untuk menghambat dekomposisi tulang sehingga massa tulang dapat meningkat.
      • Obat yang meningkatkan pembentukan massa tulang Obat ini merangsang sel tulang untuk memproduksi tulang baru lebih banyak, sehingga massa tulang meningkat lebih banyak. Obat ini memiliki efek yang lebih kuat daripada obat penghambat dekomposisi tulang

    Keuntungan Menggunakan Obat

    • Meningkatkan massa tulang
    • Mengembalikan kekuatan tulang
    • Mengurangi risiko patah tulang di masa depan
    • Mencegah patah tulang di masa depan

    Sedangkan perawatan obat pada setiap pasien berbeda tergantung pada penilaian dokter

    Informasi oleh

    Doctor Image

    Maj.gen. Prof. Dr. Thawee Songpatanasilp

    Orthopedic Surgery

    Maj.gen. Prof. Dr. Thawee Songpatanasilp

    Orthopedic Surgery

    Doctor profileDoctor profile

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Bedah tulang belakang dengan teknik Endoscopic Surgery melalui endoskopi Image
    AI
    Bedah tulang belakang dengan teknik Endoscopic Surgery melalui endoskopi
    Sindrom nyeri kantor yang parah dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tulang belakang. Image
    AI
    Sindrom nyeri kantor yang parah dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tulang belakang.
    Teknik Pemasangan Sekrup Tulang Belakang dengan Penambalan Semen melalui Sayatan Kecil (MIS CAPT) Image
    AI
    Teknik Pemasangan Sekrup Tulang Belakang dengan Penambalan Semen melalui Sayatan Kecil (MIS CAPT)
    Lihat informasi kesehatan lainnya