Gejala mengantuk, tidur sebanyak apa pun tidak cukup, tertidur tanpa disadari, bukan perkara sepele. Itu mungkin menjadi tanda peringatan dari penyakit narkolepsi. Perlu diperhatikan karena bisa berbahaya jika harus mengemudi atau bekerja dengan mesin.
Mengantuk yang tidak normal
Gejala mengantuk yang tidak normal dianggap masalah penting pada tingkat nasional karena terkait dengan kecelakaan. Sebagian disebabkan oleh kurang tidur. Banyak orang mengabaikan, padahal berdampak pada harta benda dan nyawa tidak berbeda dengan mengemudi dalam keadaan mabuk. Yang penting, tidak ada pemeriksaan seperti pemeriksaan alkohol bagi pengemudi. Berdasarkan statistik, kecelakaan terjadi kebanyakan antara jam 4 sampai 6 pagi, yang merupakan saat tubuh sangat mengantuk, dan periode lainnya adalah antara jam 2 hingga 3 sore, menyebabkan penurunan efisiensi kerja dan peluang terjadinya kesalahan yang tinggi.
Penyebabnya adalah kurang tidur karena tanggung jawab pekerjaan yang meningkat, termasuk penggunaan teknologi komunikasi melalui jejaring sosial seperti Line dan Facebook, yang menyebabkan tidur larut malam, terutama pada remaja. Jika dilihat secara kasar, tampaknya masalah ini mudah dipecahkan. Namun dalam praktiknya, sulit dilakukan, baik bagi remaja, pekerja, maupun orang tua. Secara prinsip, sebaiknya tidur minimal 7-8 jam, tetapi itu bergantung pada usia. Selain itu, waktu tidur yang tidak sesuai juga mempengaruhi kualitas bangun, membuat merasa lelah meskipun jumlah jam tidur sudah sesuai. Waktu tidur yang tepat adalah antara pukul 10 – 10:30 malam, namun tiap orang mungkin berbeda meskipun usianya sama, jenis kelamin sama, dan berat badan sama. Hal ini disebabkan oleh faktor genetik.
Masalah mengantuk di siang hari
Masalah mengantuk di siang hari dapat disebabkan oleh berbagai gangguan fisik, bukan karena kebiasaan malas, melainkan karena kelainan fungsi otak yang menyebabkan mudah mengantuk dan cepat tidur. Hal ini disebabkan oleh kekurangan neurotransmitter di otak yang disebut ‘hipokretin (Hypocretin)’, membuat otak tidak mampu mengontrol siklus tidur secara normal. Kadang bisa sampai tertidur saat mengemudi atau di kelas, sering terjadi pada anak-anak dan remaja.
Selain mudah tertidur, bisa juga disertai gejala lain seperti sleep paralysis, tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki meskipun mata masih bisa melihat, mengalami halusinasi saat akan tidur, atau mendengar suara ketika dalam keadaan setengah tidur atau baru bangun. Gejala lain yang mungkin muncul adalah kelemahan otot tangan dan kaki secara mendadak, yang sering terjadi saat pasien merasa sangat lucu. Jika gejala-gejala ini terjadi, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Metode pemeriksaan narkolepsi bisa dilakukan dengan tes tidur dan pengukuran tingkat kantuk, yang membantu dalam diagnosis yang tepat sehingga rencana perawatan bisa dilakukan secara efektif.

Pemeriksaan narkolepsi
Pemilihan rencana pengobatan dimulai dengan wawancara pasien, kemudian pasien memakai jam Actigraphy selama 1-2 minggu untuk memeriksa kebiasaan tidur dan bangun, apakah sudah sesuai atau tidak. Hal ini memungkinkan perhitungan efisiensi tidur secara rinci. Setelah itu, dokter akan melakukan Sleep Test pada malam hari, dimana pasien akan tidur seperti di rumah dengan pengukuran gelombang otak, pernapasan, kadar oksigen dalam tubuh, dan lainnya untuk mendeteksi kelainan saat tidur, termasuk sleep apnea yang sering ditemukan bersamaan dengan mendengkur, yang juga menjadi penyebab utama gejala mengantuk yang berlebihan di siang hari. Untuk memastikan bahwa pada malam sebelum pemeriksaan pasien tidur tidak kurang dari 6-7 jam, kemudian tes dilakukan di siang hari dengan membuat pasien tidur sebanyak 5 kali, tiap tidur berjarak 2 jam. Pasien akan tidur di Sleep Lab saat siang hari, melihat berapa menit setelah lampu dimatikan pasien mulai tertidur. Jika kurang dari 8 menit dan ada mimpi dalam setidaknya 2 tidur, itu dianggap gejala mengantuk yang tidak normal dan ada kemungkinan memiliki narkolepsi. Jika kurang dari 5 menit, dianggap sudah dalam tahap parah.
Perawatan narkolepsi
Metode perawatan hanya bisa mengendalikan gejala agar tidak parah dan tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari dengan menggunakan obat perangsang untuk membuat tetap waspada, yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter, termasuk mengatur pola tidur dengan waktu tidur setidaknya 7-8 jam sehari, menambah tidur siang singkat guna mengurangi kantuk yang terjadi. Menghindari minuman beralkohol, tidak merokok, dan menghindari aktivitas berisiko jika ada gejala seperti mengemudi kendaraan atau bekerja dengan mesin. Saat ini, penyakit ini belum bisa dicegah, jadi solusi terbaik adalah dengan memperhatikan tanda-tanda gangguan tubuh dan jika ada yang tidak normal, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.





