Mengapa Migrain Terjadi saat Menstruasi
Pada periode sebelum menstruasi, terjadi perubahan hormon seks. Sebelum menstruasi 1 – 3 hari, kadar estrogen menurun dengan cepat (penarikan estrogen) pada mereka yang otaknya lebih peka terhadap rangsangan dibandingkan biasanya (secara genetik) atau yang sudah menderita migrain, dapat terpicu sehingga mengalami sakit kepala migrain.
Pada masa sebelum menopause (premenopause) adalah periode lain yang dapat meningkatkan kejadian sakit kepala migrain akibat perubahan kadar hormon seks yang lebih besar, kadar hormon tidak stabil, serta mungkin mengalami masalah panas dingin di malam hari, yang membuat tidur tidak nyenyak dan memicu sakit kepala migrain dengan mudah.
Migrain saat Menstruasi
Sakit kepala biasanya terjadi 2 hari sebelum menstruasi dan berlangsung hingga hari ketiga menstruasi. Sakit kepala ini biasanya lebih parah dan lebih lama dibandingkan dengan migrain biasa, dan disertai gejala lain seperti:
- Mual
- Muntah
- Sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau meningkat
- Pada beberapa pasien, merespons dengan buruk terhadap obat migrain akut atau mengalami sakit kepala kambuhan lebih dari biasanya
Pengobatan Rasa Sakit
Pengobatan dapat dibagi menjadi 2 tahap yaitu:
- Pengobatan pada fase akut Memberikan perawatan seperti migrain pada umumnya, seperti obat triptan, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan sebagainya, namun mungkin memerlukan dosis yang lebih tinggi dari biasanya atau harus mengonsumsi beberapa jenis obat secara bersamaan, serta memberikan perawatan yang cepat dan tepat.
- Pengobatan pencegahan Dianjurkan untuk mereka yang mengalami gejala parah atau tidak merespons obat pereda nyeri akut. Obat pencegahan dapat diberikan dalam dua cara: jangka pendek hanya sebelum menstruasi dan jangka panjang dengan konsumsi harian. Obat dalam kelompok ini bervariasi, seperti triptan yang bersifat lama, NSAID, pil kontrasepsi (jenis pil, gel, plester), dan lain-lain. Setiap jenis obat memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri tergantung faktor masing-masing pasien.
Wanita harus tahu bahwa menstruasi meningkatkan risiko migrain hingga dua kali lipat Hal yang perlu diwaspadai adalah kontrasepsi atau obat yang mengandung estrogen harus digunakan dengan hati-hati, terutama pada penderita migrain dengan aura karena kontrasepsi dapat meningkatkan risiko stroke pada kelompok pasien ini, serta risiko pembekuan darah vena. Oleh karena itu, pasien migrain dengan aura atau yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular harus diperiksa dan dianalisis faktor risikonya oleh dokter spesialis sebelum mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi.




