Masalah insomnia dikenal secara medis sebagai kondisi insomnia (Insomnia), yang merupakan masalah tidur yang paling umum ditemukan di kalangan populasi dewasa, terutama pada orang tua.
Karena tidur bukanlah ketika otak “berhenti bekerja sementara” seperti yang kebanyakan orang pahami, tetapi merupakan cara kerja otak yang berbeda dengan mengandalkan kelompok sel saraf tertentu untukberfungsi sebagai pengganti, menyebabkan perasaan mengantuk, ingin tidur, dan mengatur kedalaman tidur, serta menimbulkan mimpi juga. Mekanisme tidur dikendalikan langsung oleh otak.
Oleh karena itu, jika ada penyakit atau kondisi apa pun yang mempengaruhi otak, dapat mempengaruhi tidur juga. Istilah “insomnia” dapat berarti baik “gejala” maupun “penyakit”.
Jika insomnia terjadi tanpa adanya faktor pemicu disebut Primary insomnia atau mungkin terjadi pada orang normal yang kebetulan memiliki pemicu untuk insomnia, seperti cemas menghadapi wawancara di pekerjaan baru, stres karena tidak memiliki uang untuk membayar hutang, dan sebagainya.
Selain itu, kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan gangguan depresi mayor (Major Depressive Disorder) atau mungkin muncul sebagai komplikasi pada pasien dengan penyakit kronis, seperti insomnia pada pasien kanker.
Terlihat bahwa kondisi insomnia itu sangat umum karena dapat terjadi baik pada orang normal maupun orang sakit. Untungnya, sebagian besar insomnia biasanya hanya terjadi sementara (Transient Insomnia).
Dengan penyebab pemicu yang jelas dan masuk akal, dan ketika stimulan tersebut dihilangkan, dapat tidur seperti biasa. Kebanyakan orang tidak perlu menemui dokter.
Namun, jika insomnia sering terjadi atau berlangsung lama secara kronis, terutama jika terjadi pada mereka yang memiliki penyakit medis lain, maka diperlukan pemeriksaan dan perawatan oleh dokter spesialis.



