Banyak orang mungkin pernah mengalami sakit kepala sebelah atau mengenal gejala yang disebut “migrain” dengan baik karena sering terjadi pada semua jenis kelamin dan usia, terutama dalam keluarga dan pekerja. Gejala ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis pemicu baik dari dalam maupun luar tubuh. Menghindari pemicu adalah salah satu cara pengobatan yang bisa dilakukan sendiri, tanpa biaya dan tanpa komplikasi.
Pemicu dari makanan dan minuman adalah pemicu yang sering ditemukan. Mengamati jenis makanan dan minuman yang memicu sakit kepala membuat pasien bisa menghindari pemicu tersebut dengan baik dan mengurangi gejala sakit kepala. Sebagian besar makanan dan minuman memicu sakit kepala di bagian pembuluh darah dari selaput otak bagian luar atau saraf kelima di bagian ujung. Beberapa zat dalam makanan atau minuman dapat menembus langsung dan memicu sakit kepala di otak.
Selain itu, makan tepat waktu penting karena melewatkan makan adalah salah satu faktor yang memicu sakit kepala. Studi menunjukkan bahwa melewatkan makan dapat memicu migrain sebesar 40 – 57%. Bagi keluarga yang tidak ingin migrain kambuh, mengetahui makanan yang memicu sakit kepala itu penting karena dapat membantu menghindari pemicu yang menyebabkan sakit kepala.
Makanan Penambah Migrain
Makanan yang diketahui menjadi pemicu sakit kepala pada penderita migrain antara lain:
- Tyramine
Adalah komponen alami pada makanan seperti keju yang matang, ikan asap, daging yang diawetkan, makanan fermentasi, makanan yang mengandung ragi, bir, dan lain-lain. Bagi mereka yang sensitif terhadap tyramine, mengonsumsi makanan tersebut dapat menyebabkan sakit kepala parah. - Aspartam
Adalah pemanis yang 180 – 200 kali lebih manis dari gula biasa. Meskipun tidak ada pengesahan resmi bahwa aspartam adalah pemicu migrain, beberapa pasien dilaporkan mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi ini. - MSG (Monosodium Glutamat)
Adalah zat penyedap rasa makanan yang sering digunakan dalam makanan kaleng dan siap saji. Mekanisme pemicu sakit kepala bisa melalui stimulasi pelepasan neurotransmitter tertentu atau merangsang sel dinding pembuluh darah mengeluarkan nitrit oksida yang menyebabkan pembuluh melebar, akhirnya menyebabkan sakit kepala. - Nitrat dan Nitrit
Zat pengawet yang digunakan dalam pengawetan makanan, makanan fermentasi, atau makanan asap seperti sosis, daging asap, atau ikan asap. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, seseorang mungkin langsung merasakan sakit kepala atau dalam satu jam. Mekanisme pemicu sakit kepala mungkin karena zat tersebut merangsang tubuh mengeluarkan nitrit oksida atau zat lain yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Pasien yang sensitif terhadap zat ini seharusnya menghindari makanan yang mengandung natrium nitrit, natrium nitrat, kalium nitrit, dan kalium nitrat. - Alkohol
Adalah salah satu pemicu sakit kepala migrain yang sering ditemukan, terutama pada anggur merah, yang dapat menyebabkan sakit kepala dalam waktu 3 jam setelah konsumsi atau terjadi kemudian. Ini disebabkan anggur mengandung tyramine, sulfite, histamin, dan flavonoid yang dapat memicu sakit kepala. Sakit kepala setelah konsumsi alkohol sering terjadi dan dapat diiringi dengan mual, muntah, pusing, jantung berdebar, mudah marah, dan gangguan konsentrasi. Sakit kepala ini biasanya muncul keesokan paginya setelah konsumsi alkohol, seiring menurunnya kadar alkohol dalam darah, dan bisa bertahan hingga 24 jam. - Kafein
Komponen yang ditemukan dalam kopi, teh, soda, dan cokelat, termasuk obat sakit kepala yang mengandung kafein. Kafein memengaruhi sistem saraf pusat tergantung pada dosisnya. Biasanya ditemukan dalam soda 115 miligram. Kafein 50 – 300 miligram dapat membuat tubuh waspada, tetapi lebih dari 300 miligram dapat menyebabkan kecemasan, gelisah, insomnia, dan mudah marah. Kafein dapat memicu sakit kepala namun juga bisa meredakannya, tergantung pada dosis dan frekuensi penggunaan. Bagi yang sering mengalami sakit kepala, disarankan untuk menghindari minuman, makanan, atau obat yang mengandung kafein.
Merawat diri untuk menjauhkan diri dari sakit kepala tidak sulit. Pertama, amati dan hindari pemicu yang menyebabkan sakit kepala, tidur yang cukup dan konsisten setiap hari, berolahraga secara teratur tanpa berlebihan, hentikan merokok karena meningkatkan risiko stroke, jauhi minuman berkafein seperti kopi, teh, soda, dan minuman energi. Jika sakit kepala semakin parah atau berubah, segera konsultasikan ke dokter.



