Sakit kepala adalah gejala yang umum ditemui pada semua kelompok usia, baik pria maupun wanita. Sakit kepala menyebabkan penderitaan baik secara fisik maupun mental. Pasien yang mengalami sakit kepala parah dapat mengurangi kinerja kerja dan berpotensi harus berhenti bekerja atau belajar karena sakit kepala, selain itu juga berdampak pada menurunnya kualitas hidup.
Penyebab Sakit Kepala
Sakit kepala dapat disebabkan oleh banyak faktor dan dapat dibagi menjadi 3 kategori besar:
- Sakit kepala primer (primary headaches) adalah sakit kepala yang dihasilkan dari kelainan dalam sistem penerima rasa sakit di otak dan sistem saraf, tanpa ditemukan kelainan dari pemeriksaan radiologi. Kelompok sakit kepala ini adalah yang paling umum ditemui, termasuk sakit kepala tegang (tension type headache; TTH), migrain (migraine headache), dan kelompok sakit kepala dengan kelainan pada saraf kranial kelima bersamaan dengan sistem saraf otonom (trigeminal autonomic cephalalgias; TACs) seperti sakit kepala cluster (cluster headache).
- Sakit kepala sekunder (secondary headaches) adalah sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi di dalam otak, seperti tumor otak, pendarahan otak, penyumbatan pembuluh darah vena otak, infeksi pada sistem saraf, cedera kepala, tekanan cairan otak yang tinggi atau rendah dari biasanya, atau disebabkan oleh organ di sekitar kepala, seperti sinusitis akut, glaukoma akut, peradangan pembuluh darah di pelipis, abses gigi, atau kelainan sendi rahang. Kelompok penyakit ini memerlukan pemeriksaan tambahan, seperti CT, MRI, MRA Brain Scan, tes darah, dan analisis cairan tulang belakang.
- Nyeri saraf kranial, nyeri wajah, dan sakit kepala dari penyebab lain (painful cranial neuropathies, other facial pains and other headaches) adalah sakit kepala yang disebabkan oleh kelainan saraf kranial, seperti nyeri saraf wajah kelima (trigeminal neuralgia), nyeri saraf kranial kesembilan (glossopharyngeal neuralgia), nyeri saraf oksipital (occipital neuralgia), nyeri akibat radang saraf mata (optic neuritis), nyeri akibat penyempitan pembuluh darah otak (central post-stroke pain), dan sindrom mulut terbakar (burning mouth syndrome).



