Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Tidur sambil berjalan menunjukkan masalah tidur

    4 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok International Hospital (Brain x Bone)
    Diperbarui pada: 13 12月 2025
    Tidur sambil berjalan menunjukkan masalah tidur
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok International Hospital (Brain x Bone)
    Diperbarui pada: 13 12月 2025

    Kebanyakan orang mengerti bahwa kita tidur hanya untuk beristirahat setelah bekerja keras sepanjang hari. Karena alasan ini, banyak orang tidur siang setelah lelah bekerja di pagi hari, tanpa menyadari bahwa perilaku tersebut bisa mempengaruhi tidur malam mereka. Beberapa orang salah paham bahwa semakin banyak tidur semakin baik, padahal sebenarnya tidur yang terlalu banyak dapat memiliki efek negatif.

    Saat ini gangguan tidur seperti mendengkur, insomnia, atau gerakan abnormal saat tidur semakin banyak ditemukan dan mendapat perhatian luas. Gangguan-gangguan ini seharusnya didiagnosis dengan benar oleh dokter spesialis untuk menemukan penyakit yang tersembunyi. Misalnya, penyakit sleep apnea obstruktif (Obstructive Sleep Apnea: OSA) yang dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit lain seperti hipertensi, diabetes, stroke, atau penyakit jantung.

    Faktor yang Mempengaruhi Tidur

    • Durasi tidur (duration) Secara umum, durasi tidur yang sesuai selain bergantung pada usia, juga berbeda pada setiap individu. Secara umum, anak-anak membutuhkan durasi tidur lebih banyak dibandingkan orang dewasa.
    • Kualitas tidur (quality) Jika kita tidur tidak dalam, umumnya akan merasa tidak segar saat bangun pagi (tidur yang tidak menyegarkan). Memori kita mungkin tidak berfungsi sepenuhnya, membuat sulit mengingat apa yang telah dipelajari.
    • Waktu tidur – bangun tidur (sleep – wake time) Beberapa orang yang sering mengubah waktu tidur, seperti tidur larut malam dan bangun siang di akhir pekan, cenderung mengalami masalah tidur ketika mulai bekerja di awal minggu, terutama hari Senin, karena harus menyesuaikan diri untuk bangun lebih pagi. Hal ini mungkin menyebabkan kantuk saat bekerja di siang hari, dan jika terlalu mengantuk hingga tidur sore, bisa mempengaruhi tidur malam menjadi terganggu.

    Gejala Tidur yang Tidak Normal

    Gejala tidur yang tidak normal (sleep symptoms) meliputi:

    • Mendengkur (Snoring) Walaupun kita mungkin hanya memiliki gejala mendengkur tanpa gejala lain (primary snoring), mendengkur sering ditemukan pada pasien dengan obstructive sleep apnea yang berdampak pada kesehatan jangka panjang seperti masalah kardiovaskular, sindrom metabolik, dan lainnya.
    • Sleep Apnea (Sleep Apnea) Adalah gejala pada pasien obstructive sleep apnea. Gejala ini mungkin sulit diamati jika tidak ada gejala lain bersama seperti tersedak saat tidur (waking up choking), bangun tiba-tiba di tengah malam untuk bernapas (waking up gasping), terutama jika pasien tidur sendirian tanpa pasangan.
    • Terbangun di malam hari untuk buang air kecil (Nocturnal Urination) Walaupun sering ditemukan pada pasien diabetes, gejala ini juga dapat ditemukan pada pasien obstructive sleep apnea. Dipercaya bahwa peningkatan pompa jantung setelah berhenti bernapas menyebabkan darah mengalir lebih banyak ke ginjal, meningkatkan produksi urin, sementara sleep apnea membuat tidur tidak cukup dalam, membuat pasien merasakan dorongan untuk buang air kecil.
    • Sakit kepala setelah baru bangun tidur pagi (Morning Headache) Pasien dengan gejala hipoventilasi saat tidur mungkin tidak mengeluarkan cukup karbon dioksida dari tubuh, menyebabkan pembuluh darah di otak melebar karena asidosis respiratorik, menyebabkan sakit kepala yang terlihat jelas di pagi hari.
    • Kaki yang gelisah (Restless Legs) Ditemukan pada pasien Sindrom Kaki Gelisah, dengan perasaan tidak nyaman di kaki yang membuat harus digerakkan untuk meredakan gejalanya. Gejala ini sering terjadi di malam hari, dan dapat ditemukan pada pasien anemia (kekurangan zat besi), selama kehamilan, pasien gagal ginjal kronis, dan penyakit lainnya.
    • Kaki bergerak saat tidur (Periodic Limb Movement During Sleep) Adalah gejala tidak spesifik, ditemukan pada pasien Sindrom Kaki Gelisah, Narcolepsy, Obstructive Sleep Apnea, dan penyakit lainnya.
    • Kantuk berlebihan di siang hari (Excessive Daytime Sleepiness) Adalah gejala penting yang harus dicari penyebab dan diobati segera, karena dapat menyebabkan kecelakaan saat mengemudi atau bekerja. Gejala ini umumnya ditemukan pada penyakit apapun yang menyebabkan tidur tidak cukup atau tidak dalam (sleep fragmentation), seperti insomnia, obstructive sleep apnea, narcolepsy, dan lainnya.
    • Gangguan Kognitif Pasien yang kurang tidur atau bermasalah dengan tidur dapat mempengaruhi fungsi otak, termasuk memori jangka pendek dan panjang jika tidak segera diobati.
    • Lain-lain (Miscellaneous)

    อาการของการนอนหลับผิดปกติ

    Mengobati Gangguan Tidur

    Pengobatan gejala dan penyakit gangguan tidur (Treatment) tergantung pada jenis gangguan tidur. Yang paling penting adalah mendiagnosis penyebab penyakit dan mengobati dari akar penyebabnya. Meski demikian, beberapa gangguan selain mengobati penyebab juga mungkin perlu mengobati gejalanya, seperti insomnia kronis.

    Perawatan gangguan tidur memiliki prinsip yang sama dengan perawatan penyakit lain, yaitu dibagi menjadi

    • Perawatan tanpa obat (Non-pharmacologic therapy)
    • Perawatan dengan obat (Pharmacologic therapy)

    Atau dapat dibagi menjadi

    • Perawatan penyebab (specific treatment)
    • Perawatan lainnya (supportive treatment)

    Selama perawatan, hal yang sama pentingnya adalah konsistensi perawatan (treatment compliance) dan tindak lanjut yang rutin (regular follow-up). Contoh seperti perawatan pasien obstructive sleep apnea dengan terapi tekanan saluran napas positif seperti CPAP.

    Masalah utama adalah, beberapa pasien tidak menerima perawatan secara konsisten (non-adherence) karena alasan apapun, seperti merasa tidak nyaman saat memakai masker CPAP sehingga berhenti menggunakan CPAP, tanpa mengetahui ada solusi seperti mengubah jenis masker agar lebih sesuai, atau dalam beberapa kasus mengenakan masker sebelum tidur tanpa menghidupkan mesin CPAP bisa membantu pasien merasa lebih nyaman dengan kondisi itu saat tidur dengan mesin CPAP yang aktif.

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Hati-hati!! Gangguan tidur bisa mengubah hidup Anda Image
    AI
    Hati-hati!! Gangguan tidur bisa mengubah hidup Anda
    Dampak dari kurang tidur Image
    AI
    Dampak dari kurang tidur
    Mendiagnosis insomnia Image
    AI
    Mendiagnosis insomnia
    Lihat informasi kesehatan lainnya