Skoliosis pada lansia adalah penyakit lain yang ditemukan selain osteoporosis, yang memiliki penyebab yang sama yaitu degenerasi tubuh. Terutama tulang belakang lansia yang melengkung tidak normal sehingga membuat lansia berjalan membungkuk atau miring. Pada beberapa lansia yang kondisinya parah, dapat menyebabkan nyeri menjalar dari pinggul hingga ke ujung kaki.
Mengenal skoliosis pada lansia
Skoliosis pada lansia disebabkan oleh degenerasi tubuh normal. Ketika degenerasi pada diskus intervertebralis sebelah kiri dan kanan tidak sama, akan menyebabkan satu sisi menjadi lebih parah dari sisi lainnya. Hal ini dapat menyebabkan skoliosis pada lansia yang membuat beberapa lansia berjalan miring atau membungkuk ke depan dan belakang. Namun, pada beberapa lansia yang mengalami skoliosis, tetapi setelah dilakukan X-ray menunjukkan terdapat kondisi tersebut namun tidak merasa sakit, dokter akan mempertimbangkan untuk mengamati gejalanya lebih lanjut tanpa terburu-buru untuk melakukan pengobatan dan tidak perlu memaksakan untuk meluruskan tulangnya.
Namun, pada beberapa lansia yang menderita skoliosis dan menekan saraf, akan menyebabkan pasien mengalami nyeri, seperti nyeri menjalar dari pinggul hingga kaki, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari lansia tersebut. Dokter akan melihat seberapa parah kondisinya. Proses pengobatan meliputi pembedahan, pemberian obat, fisioterapi, atau penyuntikan steroid ke akar saraf untuk mengatasi nyeri, yang merupakan salah satu cara untuk menghindari pembedahan. Jika pasien sembuh dengan obat, maka tidak perlu perawatan atau operasi tambahan.
Skoliosis pada lansia perlu diperhatikan
Skoliosis pada lansia sering terjadi di daerah pinggang, yang merupakan area berkumpulnya akar saraf, menyebabkan lansia mengalami nyeri dari pinggul hingga ke bagian bawah tubuh, yang mempengaruhi kehidupan. Namun, pada beberapa lansia yang mengalami kondisi ini atau skoliosis yang parah dan menekan area sumsum tulang belakang, juga berisiko mengalami kelumpuhan. Oleh karena itu, dokter menyarankan agar lansia mengubah postur tubuh, seperti tidak mengangkat beban berat, menaiki dan menuruni tangga, atau tidak menggunakan alat yang bergetar dalam waktu yang lama seperti alat pijat dengan getaran kuat atau lansia tukang kayu yang harus mengebor. Hal ini dapat mempercepat degenerasi diskus intervertebralis dan menyebabkan skoliosis. Selain itu, lansia sebaiknya berhenti merokok karena ada informasi medis yang dapat dipercaya, bahwa merokok dapat mempercepat degenerasi diskus intervertebralis dan meningkatkan risiko skoliosis pada lansia.



