Beberapa orang meskipun sudah menjalani operasi untuk mengatasi penyakit tulang belakang, namun rasa sakitnya tidak kunjung membaik. Beberapa kasus bahkan mengalami penderitaan yang lebih parah. Dalam dunia medis ini dikenal sebagai Failed Back Surgery Syndrome atau FBSS
Masalah Kompleks pada Tulang Belakang
Saat ini terdapat banyak pasien dengan masalah tulang belakang yang kompleks dan sulit untuk diobati, yang biasanya dirujuk dari rumah sakit lain atau pasien tersebut menghubungi untuk meminta perawatan sendiri. Misalnya, dalam kasus tekanan parah pada sumsum tulang belakang atau saraf, atau dalam kasus yang sudah menjalani operasi tetapi gejalanya tidak membaik, Failed Back Surgery (FBS). Dalam kelompok pasien ini, yang dianggap memiliki kondisi yang kompleks untuk diobati (Complicated Spine Problems), akan mendapatkan perawatan untuk membantu menyelesaikan masalah, baik dengan pengobatan non-operatif maupun dengan operasi.
Contohnya, seorang dokter asing dirujuk untuk perawatan karena memiliki massa diskus intervertebralis yang menekan sumsum tulang belakang di bagian dada, sehingga tidak dapat berjalan. Ini dianggap sebagai kasus dengan risiko tinggi untuk mengalami kelumpuhan permanen akibat operasi. Pasien ini menyadari pentingnya memiliki ahli bedah yang spesialis dalam operasi tulang belakang serta peralatan dan instrumen bedah, seperti kamera mikroskop dan alat pemantau fungsi saraf dan sumsum tulang belakang selama operasi (Intraoperative Neurological Monitoring – IONM). Setelah menerima penjelasan tentang proses operasi, pasien merasa yakin dengan Pusat Tulang Belakang Rumah Sakit Bangkok International dan tim ahli bedah, sehingga memutuskan untuk menjalani operasi di sini. Operasi berjalan lancar, dan pasien dapat berjalan normal kembali pada minggu berikutnya, menunjukkan kemampuan internasional dalam merawat penyakit tulang belakang yang kompleks.

Teknologi Pendukung Perawatan Tulang Belakang
Selain pengalaman dan keahlian dokter, teknologi juga memainkan peran pendukung dalam operasi tulang belakang. Teknologi yang diterapkan oleh Pusat Tulang Belakang Rumah Sakit Bangkok International untuk meningkatkan efektivitas operasi antara lain operasi dengan kamera mikroskop dan sistem x-ray komputer 3D O-Arm. Sistem ini merekam gambar tulang belakang saat ahli bedah sedang mengoperasi pasien. Gambar yang diperoleh adalah gambar 3D yang jelas, menampilkan posisi tulang belakang secara rinci dan mengonversinya ke dalam bentuk animasi 3D serta meneruskannya ke sistem navigasi 3D. Hal ini membantu dokter melaksanakan operasi sesuai dengan posisi yang tepat, bahkan ketika tulang belakang mengalami deformitas yang parah. Setelah itu, pemeriksaan ulang dilakukan sebelum menjahit luka.
Penggunaan alat-alat canggih semacam ini dalam meningkatkan efektivitas operasi membantu memberikan kelancaran operasi pada pasien dan mengurangi ukuran luka, sehingga mengurangi rasa sakit pasca-operasi, mengurangi kehilangan darah, serta memungkinkan pasien untuk pulih lebih cepat setelah operasi tulang belakang. Yang terpenting, hal ini meminimalkan risiko terhadap sumsum tulang belakang (dimana operasi dengan mata telanjang menghadirkan risiko tinggi) atau kesalahan pemasangan sekrup yang dapat menyebabkan deformitas tulang belakang.
Teknologi berikutnya yang dapat meningkatkan efektivitas dalam operasi tulang belakang, saraf, dan sumsum tulang belakang, terutama dalam operasi dengan luka minimal (Minimal Invasive Spine Surgery) adalah alat pemantau fungsi sistem saraf dan sumsum tulang belakang saat operasi (IONM – Intraoperative Neurological Monitoring). Alat ini memantau fungsi sistem saraf dan sumsum tulang belakang selama operasi dengan menggunakan teknik neurofisiologi, yang berasal dari respons saraf terhadap elektroda. Dengan demikian, efektivitas IONM membantu mengurangi risiko cedera pada sistem saraf dan sumsum tulang belakang saat operasi.
Selain itu, Institut Penyakit Tulang Belakang Rumah Sakit Bangkok International telah mendapatkan sertifikasi standar perawatan penyakit, khususnya untuk nyeri tulang belakang (Low Back Pain) dari Institut JCI (Joint Commission International), yang menunjukkan bahwa kualitas perawatannya sesuai dengan standar yang sebanding dengan rumah sakit terkemuka di Amerika Serikat.
Pusat Tulang Belakang Rumah Sakit Bangkok International memberikan perhatian khusus dalam perawatan penyakit tulang belakang untuk membantu menyelesaikan masalah kompleks pada pasien pasca-operasi. Dengan tim dokter yang berpengalaman dan ahli dalam diagnosis yang tepat, serta didukung dengan peralatan dan instrumen canggih, pusat ini menjalankan perawatan secara efektif.





