Akses perawatan dan layanan di pusat
- Mengikuti pemeriksaan di SLEEP LAB dari pusat untuk mendiagnosis dan menilai tingkat keparahan penyakit, di mana pasien harus menjalani pemeriksaan elektroensefalogram, elektromiogram di bawah dagu dan di kaki, pemeriksaan gerakan bola mata, pemeriksaan elektrokardiogram, pengukuran kadar oksigen dalam darah, pengukuran pernapasan melalui mulut dan hidung, serta penilaian kemampuan otot dada dan perut yang digunakan untuk bernapas
- Jika ditemukan bahwa pasien memiliki gangguan tidur dan terdapat kejadian berhentinya napas, dokter akan menggunakan alat tekanan udara pada saluran pernapasan bagian atas yang disebut CPAP untuk membuka jalan napas
- Pasien diminta membawa alat pemeriksaan yang disebut Actigraphy, yang berbentuk seperti jam tangan, pulang ke rumah untuk memeriksa pergerakan tubuh dan memantau perilaku pasien saat tidur guna menafsirkan periode tidur–bangun. Pasien harus memakai alat tersebut di pergelangan tangan yang tidak dominan secara terus menerus selama 1 minggu di rumah. Alat ini akan merekam pergerakan setiap 1–5 detik. Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis untuk menilai siklus tidur–bangun bersama dengan pemeriksaan Sleep Test, di mana dokter akan menganalisis dan membaca hasil untuk merencanakan pengobatan bagi setiap pasien