Kulit Indah Selama Kehamilan
Stretch mark pada ibu hamil dapat terjadi pada 50% – 90% ibu hamil. Pada awalnya, guratan akan berwarna merah dan seiring waktu akan berubah menjadi putih atau gelap sesuai dengan warna kulit masing-masing individu. Lokasi yang umumnya terkena termasuk payudara, perut, atau paha bagian atas. Hal ini sering ditemukan pada kehamilan pertama dan biasanya terjadi pada trimester akhir kehamilan. Gejala yang disertai termasuk gatal, perih, dan yang paling penting adalah kekhawatiran ibu terhadap stretch mark tersebut.
Penyebab kondisi ini dapat berasal dari berbagai faktor
1. Ibu hamil yang berusia muda
2. Anggota keluarga yang memiliki kulit pecah-pecah
3. Peningkatan berat badan yang signifikan selama kehamilanSaran
1. Penting untuk memberi perhatian dalam mengontrol berat badan agar tetap dalam kriteria yang disarankan oleh dokter spesialis kandungan
2. Dapat memilih menggunakan krim atau minyak, dengan mempertimbangkan krim yang mengandung ekstrak pegagan (Centella asiatica), dan disarankan untuk digunakan sejak mengetahui hamil karena dapat lebih efektif daripada setelah munculnya stretch mark
3. Tidak disarankan untuk menggunakan kelompok vitamin A dalam bentuk olesan untuk merawat stretch mark selama menyusui atau hamil
4. Jika ingin mengatasi stretch mark, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit
Dr. Nattaporn Tongkijcharoen
Dokter spesialis kulit dan kedokteran keluarga
Klinik Spesialis Kedokteran Kulit






