“Kondisi Hiperglikemia”
Cepat Tangani Sebelum Menyebabkan Masalah Kesehatan Serius!
“Penderita diabetes atau orang pada umumnya mungkin mengabaikan pemeriksaan kadar gula darah karena mengira bahwa kondisi kesehatannya baik, tidak ada gejala yang menonjol pada tahap awal, atau ada gangguan kecil yang dianggap bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, penderita bisa mengalami kondisi gula darah tinggi tanpa menyadarinya, dan jika tidak mendapatkan perawatan, dapat menyebabkan komplikasi dan masalah kesehatan serius!”
Mengenal Kondisi Hiperglikemia
Gula darah tinggi (Hiperglikemia) adalah kondisi di mana tubuh memiliki kadar gula glukosa dalam darah lebih tinggi dari normal. Penderita diabetes yang memiliki kondisi gula darah tinggi dan tidak mendapatkan perawatan mungkin mengalami komplikasi, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf, pembuluh darah, atau organ hingga masalah kesehatan serius.
Gejala Hiperglikemia yang Perlu Diwaspadai
Hiperglikemia biasanya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, tetapi dapat mulai terlihat ketika kadar gula darah lebih dari 180 miligram per desiliter. Gejala awal yang dapat diperhatikan meliputi:
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Penglihatan kabur
- Sangat haus
- Penurunan berat badan
- Mudah lelah
- Luka sulit sembuh dan mudah terinfeksi
Bagi mereka yang kadar gulanya lebih dari 250 miligram per desiliter dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat, dapat terjadi ketoasidosis, yaitu penumpukan zat keton dalam darah dan urin, menyebabkan gejala lain seperti napas berbau buah, napas pendek, mulut kering, mual muntah, sakit perut, lemah, penurunan berat badan. Pada kasus yang parah, bisa timbul kebingungan, lesu, dan kehilangan kesadaran.
Berapa Kadar Gula Darah yang Disebut “Normal” dan “Tidak Normal”
Pemeriksaan kadar gula darah (Blood Sugar) adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula dalam darah, yang dilakukan dengan puasa setidaknya 8-10 jam sebelum pengambilan sampel darah.
- Kadar normal pada dewasa adalah antara 70-100 miligram per desiliter, yang merupakan kadar gula darah orang normal.
- Kadar gula darah di atas batas normal adalah antara 100-125 miligram per desiliter, yang menunjukkan risiko diabetes. Dokter mungkin akan merekomendasikan perubahan gaya hidup seperti pengendalian makanan, penurunan berat badan, dan olahraga untuk mencegah diabetes di masa depan.
- Kadar gula darah lebih dari atau sama dengan 126 miligram per desiliter (dari pemeriksaan setidaknya dua kali) dianggap sebagai diabetes.
Penyebab Hiperglikemia
Penderita diabetes mudah memiliki kadar gula yang tinggi karena tubuh tidak memiliki insulin yang cukup atau terjadi resistensi insulin, menyebabkan pengendalian kadar gula tidak normal. Berbeda dengan orang biasa yang hormon insulinnya diproduksi dan dilepaskan dari pankreas setelah makan, sehingga mengantarkan gula dalam darah ke sel-sel di seluruh tubuh untuk diolah menjadi energi, mengakibatkan kadar gula darah menurun ke tingkat normal. Selain itu, ada faktor lain yang dapat memicu kondisi ini bagi penderita diabetes, seperti kurang diumpehkan insulin atau obat diabetes tidak cukup, tidak menjaga pola makan, memiliki gaya hidup yang tidak aktif, mengalami cedera atau harus menjalani operasi, mengonsumsi steroid.
Pencegahan Hiperglikemia
Kadar gula darah dapat berubah-ubah setiap saat, pencegahan hiperglikemia dapat dilakukan dengan cara berikut:
- Mengonsumsi makanan yang dibatasi karbohidrat
- Berolahraga secara teratur
- Menjaga kesehatan tubuh agar tetap fit
- Memelihara kebersihan dasar
- Melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin
Sebagai tambahan, penderita diabetes harus mengonsumsi obat dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur, dan jika menemukan ketidaknormalan pada kadar gula darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran dalam mengendalikan atau mencegah agar kondisinya tidak memburuk.
Salam dari Ibu Lakkhana Thestpiem, Perawat Koordinator Diabetes Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai
Bagian Penyakit Dalam | Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai
Tel 052 089 823 atau Call Center: 1719

