![]()
Perbarui pengobatan diabetes dengan metode terbaru menggunakan kelompok obat Sodium-glucose co-transporter type 2 (SGLT2) inhibitors adalah obat anti diabetes (antidiabetic drugs) yang berperan sebagai pengangkut glukosa (glucose transporter) yang berfungsi mengembalikan glukosa yang disaring melalui glomerulus kembali ke dalam sistem peredaran darah tubuh sebagai obat berbentuk tablet yang menurunkan kadar gula darah.
Mekanisme kerja obat:
Bekerja dengan meningkatkan ekskresi gula melalui urine sehingga kadar gula darah menurun tanpa berhubungan dengan sekresi insulin. Keuntungannya adalah risiko rendah terjadinya hipoglikemia. Selain itu, juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, menurunkan berat badan, dan memperlambat kerusakan ginjal akibat diabetes.
Saat ini, obat kelompok SGLT2 Inhibitors yang tersedia di Indonesia adalah tablet Canagliflozin, Dapagliflozin, dan Empagliflozin. Selain itu, ada juga kombinasi dengan obat lain, seperti kombinasi dengan Metformin, yang mengurangi jumlah tablet yang harus dikonsumsi setiap hari.
Efek samping atau peringatan
Efek samping umum adalah infeksi saluran kemih yang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan yang tepat. Obat ini tidak dianjurkan pada pasien dengan fungsi ginjal yang terganggu, dan dokter akan mengevaluasi kecocokan sebelum dan selama penggunaan obat ini. Disarankan untuk minum air dalam jumlah yang cukup selama pengobatan, meminum obat secara teratur sesuai anjuran dokter, dan hadir pada jadwal kunjungan untuk memantau efek penggunaan dan efek samping dari pengobatan. Saat mengalami hipoglikemia (tautan ke artikel hipoglikemia), gejala yang mungkin muncul adalah rasa lapar, berdebar, berkeringat, pingsan, dan lainnya.
Dengan hormat, Bagian Farmasi
Farmasis Dolporn Thapang
Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai
Tel. 052 089 888 atau Call Center 1719
Referensi
- Anthony D., Sodium-glucose cotransporter 2 inhibitors for the treatment of hyperglycemia in type 2 diabetes mellitus. [Internet]. 2021 [Cited 2023 JUL 29].
- Perkumpulan Diabetes Mellitus Indonesia (PERSADA), Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Departemen Kesehatan Republik Indonesia, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Panduan Praktik Klinis untuk Diabetes Mellitus 2560. Edisi ke-3. Jawa Barat: PT Romyen Media; 2560.

