Bangkok Hospital
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Bangkok Hospital
Hubungi kami
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Diabetes …….bukan masalah "ringan" yang harus kita perhatikan

    5 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Chiang Mai
    Diperbarui pada: 09 ธ.ค. 2025
    Diabetes …….bukan masalah "ringan" yang harus kita perhatikan
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Chiang Mai
    Diperbarui pada: 09 ธ.ค. 2025

    8 Hal yang Perlu Diketahui untuk Penderita “Diabetes”

    1. Mengidap diabetes tidak berarti “kegagalan dalam hidup”

    Penyebab diabetes disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk genetik, faktor gaya hidup seperti pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan, dan lain sebagainya. Diabetes terjadi melalui 2 mekanisme utama, yaitu produksi hormon insulin yang menurun dari pankreas, yang menyebabkan tubuh tidak dapat menggunakan gula secara normal, sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Mekanisme kedua adalah resistensi insulin. Meskipun diabetes adalah penyakit kronis, kita dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik untuk memperlambat terjadinya komplikasi pembuluh darah dan dapat hidup panjang umur setara dengan orang yang tidak mengidap diabetes.

    2. Perawatan diabetes yang baik sejak tahap awal sangat penting untuk jangka panjang

    Kita mungkin berpikir bahwa diabetes tidak perlu diobati dan bisa menunggu. Namun sebenarnya, diabetes yang tidak terkontrol dengan baik berdampak buruk terhadap kerusakan pembuluh darah dalam jangka panjang, seperti gagal ginjal, retinopati diabetes yang menyebabkan kebutaan, kebas di ujung jari, hilangnya sensasi, infeksi luka sulit sembuh, penyempitan pembuluh darah jantung, stroke. Jika kita mulai mengobati diabetes dengan baik sejak awal, hal ini bisa menunda kerusakan pembuluh darah pada berbagai organ dan mengurangi angka kematian akibat diabetes. Namun jika kita terlambat mengobatinya, membiarkan kadar gula tinggi dalam jangka waktu lama dan baru mengobati di kemudian hari, maka pembuluh darah yang sudah menyempit tidak bisa kembali normal dengan baik.

    3. Selalu ingat bahwa diabetes adalah penyakit kronis di mana kadar gula dapat terus meningkat

    Awalnya ketika kita mengetahui bahwa kita mengidap diabetes, itu berarti bahwa setengah dari sel beta di pankreas kita telah hilang, sehingga produksi insulin menurun. Terlebih lagi, jika terdapat resistensi insulin, maka penyakit ini akan menjadi lebih parah. Pada tahap awal diabetes, kadar gula mungkin belum terlalu tinggi, dan banyak orang dapat mengontrol diabetes dengan baik hanya dengan mengatur pola makan, menurunkan berat badan, dan berolahraga tanpa harus menggunakan obat. Namun seiring berjalannya waktu, sel beta di pankreas akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia, yang menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat perlahan. Pada akhirnya, kita seringkali harus mengonsumsi obat penurun kadar gula lebih banyak untuk mempertahankan kadar gula dalam batas normal. Saat ini, obat penurun kadar gula telah berkembang pesat, tersedia dalam berbagai bentuk dengan mekanisme kerja yang berbeda, terutama obat baru yang memiliki efek samping minimal seperti tidak menyebabkan hipoglikemia dan tidak menyebabkan penambahan berat badan, serta beberapa mampu menunda terjadinya penyakit jantung koroner dan gagal ginjal. Oleh karena itu, perawatan yang ada saat ini cukup baik dan peningkatan kadar gula yang memerlukan penambahan obat bukan berarti bahwa kita “gagal” dalam perawatan, melainkan itu adalah sifat alami dari perkembangan diabetes yang terjadi pada setiap orang.

    4. Makanan menjadi faktor penting dalam mengontrol kadar gula

    Jumlah karbohidrat yang dikonsumsi adalah variabel utama dalam pengendalian diabetes. Oleh karena itu, memperhatikan jumlah, proporsi, dan kualitas makanan adalah hal yang sangat penting.

    • Cobalah untuk mengonsumsi makanan berkarbohidrat dengan Indeks Glikemik rendah, seperti memilih nasi beras merah, roti gandum utuh, yang kadar gula darahnya akan meningkat lebih sedikit dibandingkan nasi putih atau roti putih dalam jumlah yang sama, dan lain sebagainya.
    • Hindari minuman yang mengandung gula tinggi, seperti soda, jus buah, minuman berenergi.
    • Terapkan aturan bahwa “setengah piring” harus berupa sayuran hijau.
    • Perhatikan makanan olahan seperti keripik kentang dan makanan ringan lainnya.

    5. Olahraga adalah obat mujarab, lakukan sebanyak mungkin

    Penelitian telah mendukung bahwa olahraga secara teratur setidaknya 30-45 menit sehari, minimal 4 hari seminggu, dapat menurunkan kadar gula, mengurangi resistensi insulin, dan menurunkan kadar lemak dalam darah. Dan yang terpenting, baik untuk kesehatan jantung. Jika terdapat batasan yang membuat kita tidak dapat berolahraga, seperti usia lanjut atau nyeri sendi, setidaknya melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengerjakan pekerjaan rumah, berkebun, atau naik-turun tangga daripada menggunakan lift, dapat memberikan manfaat besar dalam mengontrol diabetes.

    6. Sebisa mungkin periksa kadar gula darah untuk mengetahui pola kadar gula harian kita

    Anggaplah alat pemeriksa gula darah adalah kompas pengubah hidup. Semakin sering kita memeriksa pada berbagai waktu, seperti sebelum dan setelah makan, acak di pagi, siang, sore hari, kita akan memahami pola kadar gula darah kita sendiri. Kita akan belajar bahwa jenis makanan tertentu membuat kadar gula meningkat, dan makanan lain tidak demikian. Kita juga akan memahami jenis dan durasi olahraga yang baik untuk menurunkan kadar gula. Ini akan membuat kita merasa asyik dalam belajar ini dan membuat kita lebih baik dalam mengontrol diabetes tanpa disangka. Yang terpenting, dokter dapat menggunakan data kadar gula ini untuk menyesuaikan obat sehingga kadar gula pada setiap waktu tetap dalam batas yang baik sepanjang hari.

    7. Menyuntik insulin tidak berarti hidup kita “putus asa”

    Karena sifat alami diabetes adalah penyakit yang memburuk seiring waktu, karena tubuh secara bertahap mengurangi produksi insulin. Oleh karena itu, jika kita mengidap diabetes selama beberapa dekade, akhirnya mungkin kita harus menyuntikkan insulin yang tidak bisa dihindari. Hal ini tidak berarti bahwa penyakit tersebut mencapai titik akhir yang tidak dapat diobati lagi. Penyuntikan insulin dapat mengontrol kadar gula dengan sangat baik, bahkan lebih baik daripada obat oral, serta aman untuk hati dan ginjal. Obat suntik penurun kadar gula saat ini dirancang dalam bentuk pena yang mudah digunakan dan tidak rumit.

    8. Belajar terus mengikuti perkembangan dan hidup dengan realitas, jangan terjebak dalam mitos

    Setelah kita mengidap diabetes, kita harus selalu belajar dan mengikuti perkembangan terkini, baik terkait pola makan, olahraga, maupun pengobatan. Obat saat ini telah berkembang pesat, setiap tahun hampir selalu ada obat baru yang diluncurkan. Konsultasikan dengan dokter terkait pengobatan, hidup berdasarkan realitas, dan jangan mudah percaya pada informasi yang salah.

    Sumber informasi terpercaya adalah:

    • Perhimpunan Dokter Diabetes Indonesia, Perhimpunan Endokrinologi Indonesia, College of Physicians Indonesia
    • American Diabetes Association, European Association for the Study of Diabetes

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Perawatan Diabetes Terpadu: Tim Dokter Spesialis Membantu Anda Mengendalikan Gula Darah Secara Berkelanjutan Image
    AI
    Perawatan Diabetes Terpadu: Tim Dokter Spesialis Membantu Anda Mengendalikan Gula Darah Secara Berkelanjutan
    SGLT2 Inhibitors Pembaruan pengobatan diabetes terbaru Image
    AI
    SGLT2 Inhibitors Pembaruan pengobatan diabetes terbaru
    Ketika kadar gula darah rendah: Kenali tanda peringatan dan siap menghadapinya Image
    AI
    Ketika kadar gula darah rendah: Kenali tanda peringatan dan siap menghadapinya
    Lihat informasi kesehatan lainnya