Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Hubungi kami
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Apa itu laktosa?

    2 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Chiang Mai
    Diperbarui pada: 09 ธ.ค. 2025
    Apa itu laktosa?
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Chiang Mai
    Diperbarui pada: 09 ธ.ค. 2025

    Apa itu Laktosa

    Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu hewan mamalia, sehingga dapat ditemukan dalam ASI, susu sapi, susu kambing, dan jenis hewan mamalia lainnya termasuk produk susu seperti susu kental, yogurt, krim, es krim. Orang yang tubuhnya tidak dapat menghasilkan enzim laktase yang cukup untuk mencerna laktosa biasanya mengalami gejala intoleransi laktosa seperti kembung, sakit perut, diare, mual, dan muntah setelah mengonsumsi susu atau produk susu.

    Jumlah laktosa dalam susu dan produk susu bervariasi sebagai berikut

    Produk Susu Jumlah Laktosa (gram)
    Susu kental 250 ml 24
    Susu sapi (skim/semi-skim/standar) 250 ml 12
    Es krim 250 ml 12
    Susu kambing 250 ml 9
    Krim 250 ml 8
    Yogurt 250 ml 5
    Keju 250 ml 1

     

    Produk seperti mentega dan margarin diketahui mengandung sedikit laktosa.

    Panduan Makanan untuk Orang yang Intoleransi Laktosa

    Dulu, disarankan untuk menghindari susu dan produk susu bagi orang yang intoleransi laktosa. Namun, penelitian baru saat ini menyarankan penderita untuk memilih makanan yang mengandung susu dalam jumlah yang dapat ditoleransi tubuh agar mendapatkan kalsium dan nutrisi lain yang terkandung dalam susu.

    Cara Meningkatkan Toleransi Konsumsi Produk Susu

    • Cobalah mulai mengonsumsi produk susu dalam jumlah kecil dahulu, lalu perlahan-lahan tingkatkan sampai jumlah yang dapat ditoleransi tubuh tanpa menyebabkan diare. Pilihlah susu full-fat daripada susu skim atau semi-skim, karena kebanyakan penderita lebih toleran.
    • Hindari minum susu saat perut kosong dan cobalah mengonsumsi produk susu bersama makanan lain, seperti makan keju dengan kerupuk atau minum susu dengan sereal, daripada hanya mengonsumsi produk susu saja.
    • Pilihlah produk susu dengan kandungan laktosa alami yang rendah seperti keju atau yogurt.
    • Pilihlah produk bebas laktosa seperti susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya kalsium.
    • Konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan enzim laktase sintetis yang harus diminum bersamaan dengan susu pertama kali. Namun, kerugiannya adalah enzim ini lebih mahal daripada susu bebas laktosa atau susu kedelai.

    Jika semua cara tersebut tidak efektif, mungkin perlu beralih ke sumber kalsium lain seperti ikan kecil, tahu keras, dan sayuran berdaun hijau tua, atau mengonsumsi suplemen kalsium sebagai pengganti.

     

    Karawi Srita
    Ahli Gizi Profesional
    Lisensi No. GO.CH.1594
    Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Perawatan Diabetes Terpadu: Tim Dokter Spesialis Membantu Anda Mengendalikan Gula Darah Secara Berkelanjutan Image
    AI
    Perawatan Diabetes Terpadu: Tim Dokter Spesialis Membantu Anda Mengendalikan Gula Darah Secara Berkelanjutan
    SGLT2 Inhibitors Pembaruan pengobatan diabetes terbaru Image
    AI
    SGLT2 Inhibitors Pembaruan pengobatan diabetes terbaru
    Ketika kadar gula darah rendah: Kenali tanda peringatan dan siap menghadapinya Image
    AI
    Ketika kadar gula darah rendah: Kenali tanda peringatan dan siap menghadapinya
    Lihat informasi kesehatan lainnya