
Apa itu Laktosa
Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu hewan mamalia, sehingga dapat ditemukan dalam ASI, susu sapi, susu kambing, dan jenis hewan mamalia lainnya termasuk produk susu seperti susu kental, yogurt, krim, es krim. Orang yang tubuhnya tidak dapat menghasilkan enzim laktase yang cukup untuk mencerna laktosa biasanya mengalami gejala intoleransi laktosa seperti kembung, sakit perut, diare, mual, dan muntah setelah mengonsumsi susu atau produk susu.
Jumlah laktosa dalam susu dan produk susu bervariasi sebagai berikut
| Produk Susu | Jumlah Laktosa (gram) |
|---|---|
| Susu kental 250 ml | 24 |
| Susu sapi (skim/semi-skim/standar) 250 ml | 12 |
| Es krim 250 ml | 12 |
| Susu kambing 250 ml | 9 |
| Krim 250 ml | 8 |
| Yogurt 250 ml | 5 |
| Keju 250 ml | 1 |
Produk seperti mentega dan margarin diketahui mengandung sedikit laktosa.
Panduan Makanan untuk Orang yang Intoleransi Laktosa
Dulu, disarankan untuk menghindari susu dan produk susu bagi orang yang intoleransi laktosa. Namun, penelitian baru saat ini menyarankan penderita untuk memilih makanan yang mengandung susu dalam jumlah yang dapat ditoleransi tubuh agar mendapatkan kalsium dan nutrisi lain yang terkandung dalam susu.
Cara Meningkatkan Toleransi Konsumsi Produk Susu
- Cobalah mulai mengonsumsi produk susu dalam jumlah kecil dahulu, lalu perlahan-lahan tingkatkan sampai jumlah yang dapat ditoleransi tubuh tanpa menyebabkan diare. Pilihlah susu full-fat daripada susu skim atau semi-skim, karena kebanyakan penderita lebih toleran.
- Hindari minum susu saat perut kosong dan cobalah mengonsumsi produk susu bersama makanan lain, seperti makan keju dengan kerupuk atau minum susu dengan sereal, daripada hanya mengonsumsi produk susu saja.
- Pilihlah produk susu dengan kandungan laktosa alami yang rendah seperti keju atau yogurt.
- Pilihlah produk bebas laktosa seperti susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya kalsium.
- Konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan enzim laktase sintetis yang harus diminum bersamaan dengan susu pertama kali. Namun, kerugiannya adalah enzim ini lebih mahal daripada susu bebas laktosa atau susu kedelai.
Jika semua cara tersebut tidak efektif, mungkin perlu beralih ke sumber kalsium lain seperti ikan kecil, tahu keras, dan sayuran berdaun hijau tua, atau mengonsumsi suplemen kalsium sebagai pengganti.
Karawi Srita
Ahli Gizi Profesional
Lisensi No. GO.CH.1594
Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai

