
Apa Itu Diabetes?
Diabetes disebabkan oleh kelainan tubuh yang tidak cukup memproduksi hormon insulin. Tubuh tidak dapat menggunakan gula dengan efektif, yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Dalam jangka panjang, hal ini dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan komplikasi diabetes yang lebih parah.
Seberapa Umum Penyakit Diabetes?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan saat ini terdapat lebih dari 425 juta penderita diabetes di seluruh dunia, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 642 juta orang pada tahun
2043. Dari survei kesehatan terakhir untuk masyarakat Thailand pada tahun 2014, ditemukan sekitar 4,8 juta orang Thailand menderita diabetes dan jumlahnya meningkat setiap tahun.
Statistik menunjukkan bahwa 1 dari 11 orang dewasa menderita diabetes, dan 50% dari penderita diabetes tidak mengetahui bahwa mereka memiliki penyakit tersebut. Maka dari itu, pemeriksaan deteksi dini dan pengobatan segera dapat mengurangi keparahan komplikasi dari penyakit tersebut.
Individu yang memiliki risiko diabetes dan harus melakukan skrining meliputi:
- Orang yang usianya lebih dari 35 tahun
- Orang yang obesitas (memiliki indeks massa tubuh atau BMI lebih dari 25) dan memiliki kerabat langsung yang menderita diabetes
- Memiliki tekanan darah tinggi
- Kadar lipid darah abnormal
- Memiliki riwayat diabetes saat kehamilan atau memiliki riwayat melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram
- Memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah
- Perempuan yang memiliki sindrom ovarium polikistik (Polycystic Ovary Syndrome)
Diagnosis diabetes dapat dilakukan dengan 4 cara sebagai berikut:
- Pemeriksaan gula darah setelah berpuasa minimal 8 jam (FPG) jika hasilnya lebih dari atau sama dengan 126 miligram per desiliter, menunjukkan adanya diabetes.
- Uji toleransi glukosa oral (Oral Glucose Tolerance Test: OGTT) dilakukan pada orang yang telah berpuasa minimal 8 jam. Dokter akan mengambil sampel darah pertama sebelum minum larutan glukosa, dan kemudian mengambil sampel darah lagi setelah minum larutan. Jika hasilnya lebih dari atau sama dengan 200 miligram per desiliter, menunjukkan adanya diabetes.
- Pemeriksaan gula darah sewaktu (RPG) dengan hasil lebih dari atau sama dengan 200 miligram per desiliter, disertai gejala diabetes
seperti sering buang air kecil, sering merasa haus, pandangan kabur, lelah, berat badan turun, menunjukkan adanya diabetes. - Pemeriksaan tingkat gula darah rata-rata (HbA1c) Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa, namun dokter perlu mempertimbangkan faktor lain seperti usia atau adanya anemia. Jika hasilnya lebih dari atau sama dengan 6,5%, menunjukkan adanya diabetes.
Apa Saja Komplikasi Diabetes?
Komplikasi diabetes meliputi penyakit jantung koroner stroke, penyakit pembuluh darah perifer, komplikasi mata, ginjal, atau saraf perifer. Komplikasi yang paling umum ditemukan adalah komplikasi mata, yang dapat ditemukan pada 1 dari 3 penderita diabetes.
Seberapa Parah Diabetes?
Setiap hari, terdapat 200 orang yang meninggal karena diabetes, atau 8 orang setiap jam. Hanya 10% penderita diabetes yang hidup tanpa komplikasi apapun.
Rata-rata, Thailand memiliki lebih dari 8.000 kematian akibat diabetes setiap tahunnya, dan ditemukan bahwa generasi muda berisiko lebih tinggi terkena diabetes karena perubahan gaya hidup.
Federasi Diabetes Internasional (International Diabetes Federation: IDF) menetapkan tanggal 14 November setiap tahun sebagai Hari Diabetes Sedunia. Tahun 2018-19, tema yang ditetapkan adalah “The Family and Diabetes” untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak diabetes pada individu dalam keluarga. Selain itu, diupayakan memberikan edukasi kepada anggota keluarga mengenai cara pengelolaan dan pencegahan diabetes melalui perubahan gaya hidup.
Dr. Usanee Damrongpipatkul
Spesialis Endokrinologi dan Metabolisme
Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai
Telp. 052-089-823



