Mengenal Virus Zika
Virus Zika adalah virus yang termasuk dalam keluarga Flavivirus yang sama dengan virus demam kuning, virus dengue, virus West Nile, dan virus ensefalitis Jepang. Virus Zika dapat menular melalui gigitan nyamuk. Pasien yang terinfeksi virus Zika akan mengalami demam, mungkin memiliki ruam, nyeri sendi, dan mata merah. Biasanya gejala keseluruhan tidak terlalu parah dan akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Kasus parah jarang ditemukan dan mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.
Penularan
Aedes aegypti adalah nyamuk pembawa utama virus Zika, spesies vektor yang sama dengan virus dengue dan virus Chikungunya. Nyamuk Aedes suka bertelur di air yang tenang dan bersih, seperti sumber air di rumah tangga. Laporan menunjukkan bahwa wanita hamil dapat menularkan virus ini ke anak yang akan dilahirkan dan laporan juga menyebutkan virus dapat ditularkan melalui ASI. Namun, mekanisme penularan melalui kehamilan dan ASI ini masih belum jelas dan sangat jarang ditemukan.
Gejala Virus Zika
Secara umum, sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi virus Zika akan sakit dan menunjukkan gejala. Masa inkubasi penyakit ini belum pasti, tetapi kemungkinan sama dengan flu, yaitu 2 – 3 hari hingga seminggu. Gejala mirip dengan flu, termasuk demam, ruam, nyeri sendi, dan mata merah. Beberapa orang mungkin mengalami sakit kepala. Pasien dengan gejala berat mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Tingkat kematian masih jarang ditemukan.
Pemeriksaan Diagnosis
Dokter mungkin akan bertanya mengenai riwayat perjalanan pasien ke negara yang berisiko. Gejala penyakit ini mirip dengan flu atau demam berdarah. Oleh karena itu, di Indonesia, dokter juga harus dapat memisahkan diagnosis antara flu dan demam berdarah.
PerawatanVirus Zika
Sebagian besar pengobatan adalah perawatan gejala. Saat ini belum tersedia antivirus atau vaksin. Karena penyakit ini memiliki kesamaan dengan demam berdarah dan flu, maka ada beberapa kehati-hatian yang perlu dilakukan, yaitu menghindari penggunaan obat pereda nyeri dan penurun demam golongan NSAID karena dapat mengganggu fungsi trombosit dan meningkatkan risiko pendarahan.
PencegahanVirus Zika
Pencegahan virus Zika terutama dilakukan dengan mencegah gigitan nyamuk. Prinsip pencegahan dan pengendalian penyakit ini di Indonesia dapat menggunakan prinsip yang sama dengan pencegahan demam berdarah. Secara alami, nyamuk Aedes lebih suka menggigit di siang hari. Memakai pakaian yang tertutup, tidur di bawah kelambu, atau menggunakan kawat nyamuk dapat membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk. Hal penting lainnya adalah menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk yang biasanya berupa wadah yang berisi air tergenang di rumah, seperti mangkuk, piring, sampah, dan sejenisnya.





