Pengobatan refluks asam tergantung pada gejala dan usia pasien. Dokter mungkin merekomendasikan mengonsumsi obat untuk mengurangi jumlah asam di lambung secara awal.
Refluks Asam
-
Refluks asam (GERD) terjadi ketika konten lambung naik ke kerongkongan.
-
Refluks asam (GERD) biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak dan akan hilang dengan sendirinya saat mereka tumbuh.
-
Refluks asam (GERD) dapat menyebabkan muntah, batuk, suara serak, dan nyeri saat menelan.
- Pengobatan tergantung pada gejala dan usia pasien. Ada berbagai metode pengobatan seperti perubahan perilaku, penggunaan obat, dan operasi.
Obat untuk Refluks Asam
1) Obat Tingkat 1 Antasida atau obat yang mengurangi produksi asam (H2-BLOCKERS) biasanya digunakan terlebih dahulu. Obat ini membantu mencegah asam naik ke kerongkongan. Seringkali digunakan untuk merawat pasien anak-anak karena berbentuk cair seperti nama generik (nama dagang).
-
Cimetidine (Tagamet)
-
Ranitidine (Zantac)
-
Famotidine (Pepcid)
-
Nizatidine (Axid)
***Semua obat selalu memiliki 2 nama, yaitu nama generik dan nama dagang (merek-brand). Obat dengan nama generik yang sama dianggap sama seperti Paracetamol adalah nama generik obat yang diketahui tersedia dalam berbagai merek dan harga berbeda.
2) Obat Tingkat 2 adalah obat yang menghentikan produksi asam di lambung, yaitu kelompok obat Proton-Pump Inhibitors (PPIs) yang berfungsi menghambat produksi asam lambung atau tidak ada produksi asam di lambung. Jenis obat ini memiliki efek samping yang sedikit, tetapi ada laporan efek samping seperti sembelit, mual, dan sakit kepala. Contoh obat dalam kelompok ini adalah:
-
Esomeprazole (Nexium)
-
Omeprazole (Prilosec)
-
Lansoprazole (Prevacid)
-
Rabeprazole (Aciphex)
-
Pantoprazole (Protonix)
3) Obat Tingkat 3 adalah Prokinetic Agents. Obat dalam kelompok Prokinetic Agents berfungsi membantu agar sfingter lambung menutup lebih rapat untuk mencegah refluks. Obat dalam kelompok ini sering digunakan bersama dengan obat dalam kelompok 1 atau obat antasida. Contoh obat dalam kelompok ini adalah:
-
Metoclopramide (Reglan)
-
Cisapride (Propulsid)
-
Erythromycin (Dispertab, Robimycin)
-
Bethanechol (Duvoid, Urecholine)
***Ada laporan mengenai efek samping yang cukup serius pada anak-anak dan dewasa dari penggunaan Metoclopramide dan Cisapride. Efek samping mental meliputi kebingungan cemas, diare, mual. Obat dalam kelompok ini memiliki interaksi obat dengan jenis obat lainnya, yang mengharuskan pasien untuk memberi tahu dokter jika mereka sedang mengonsumsi obat lain.
Cara Mengurangi Refluks Asam
Selain menggunakan obat, ada cara lain untuk mengurangi gejala dari refluks dengan melakukan hal-hal berikut:
-
Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
-
Hindari makan sebelum tidur selama 2 – 3 jam.
-
Tidur dengan kepala lebih tinggi 6 – 8 inci dengan menggunakan balok kayu di bawah tempat tidur di area kepala. Menggunakan bantal tambahan tidak terlalu efektif karena akan membuat tubuh melipat.
-
Hindari minuman bersoda, minuman cokelat, kopi, makanan yang tinggi lemak atau asam, jus buah yang asam.
-
Jika gejalanya tidak terlalu parah, berolahraga dengan latihan otot perut dapat membantu meningkatkan kerja kontraksi otot lambung.



