Ketika bayi lahir prematur, orang tua sering khawatir apakah perkembangan bayi akan setara dengan bayi normal. Perkembangan bayi dipengaruhi oleh faktor ibu dan bayi. Selain itu, merawat si kecil dan memeriksa kesehatan secara dekat dan teratur sesuai anjuran dokter adalah kunci penting yang membantu bayi lahir prematur mencapai perkembangan yang baik setara dengan bayi normal.
Faktor Risiko Melahirkan Prematur yang Memengaruhi Pertumbuhan Perkembangan Si Kecil
Faktor risiko melahirkan prematur disebabkan oleh faktor ibu dan faktor bayi, yaitu:
Faktor Risiko yang Timbul dari Ibu
Faktor risiko bayi lahir prematur terutama berasal dari faktor ibu sebelum kelahiran, yaitu:
- Ibu melahirkan sebelum 37 minggu, semakin sedikit usia kehamilan, semakin banyak masalah, semakin banyak komplikasi
- Ibu berusia di bawah 16 tahun dan ibu berusia di atas 35 tahun
- Ibu demam, infeksi, atau ketuban pecah lebih dari 18 jam sebelum melahirkan
- Ibu memiliki leher rahim pendek yang mungkin melahirkan sebelum waktunya
- Ibu memiliki penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dll.
- Ibu memiliki riwayat melahirkan prematur
- Ibu mengalami perdarahan atau kehamilan berisiko tinggi
- Ibu mengandung kembar
- Ibu memiliki kelainan rahim, rahim memiliki sekat jaringan parut, atau memiliki tumor rahim yang memungkinkan bayi tidak tumbuh dengan sempurna
Faktor Risiko yang Timbul dari Janin
Faktor risiko dari janin sebelum lahir, yaitu:
- Janin memiliki cacat atau gangguan genetik tertentu
- Pertumbuhan janin terhambat dalam kandungan
Dampak Ketika Bayi Lahir Prematur
Berbeda-beda tergantung usia kehamilan, yang umumnya ditemukan adalah:
- Kekurangan oksigen, sulit bernapas, henti napas
- Pendarahan di rongga otak
- Kandungan darah rendah, anemia
- Penyakit paru-paru kronis
- Kadar gula darah rendah
- Retina berkembang tidak baik
- Kelainan jantung bawaan dengan celah antara kedua pembuluh darah besar jantung (Patent Ductus Arteriosus ‒ PDA) yang biasanya harus menutup dalam waktu 24 jam, jika tidak akan menyebabkan jantung bekerja keras dan risiko gagal jantung meningkat
Perawatan Bayi Lahir Prematur
Ketika bayi lahir prematur, orang tua harus merencanakan dengan tim dokter anak, dokter kandungan untuk menentukan langkah-langkah perawatan yang tepat selama perawatan dan setelah melahirkan agar si kecil sehat dan berkembang sesuai usia dalam berbagai aspek, yaitu:
- Dalam hal pernapasan Tim dokter anak bidang bayi baru lahir akan memberikan surfaktan pulmoner agar bayi dapat bernapas sendiri lebih cepat dan mengurangi durasi penggunaan ventilator, dengan menjaga kadar oksigen tetap di level normal, tidak terlalu tinggi maupun rendah.
- Dalam hal nutrisi Pemberian nutrisi khusus melalui infus, termasuk protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk mencegah malnutrisi sejak minggu pertama hingga bayi mulai bisa makan sendiri. Pemberian nutrisi yang cepat akan membuat bayi memiliki nutrisi yang baik, membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi lebih optimal. Selain itu, ASI sangat penting karena dapat mengurangi risiko enterokolitis nekrotikans pada bayi baru lahir.
- Dalam hal kesehatan jantung Pemeriksaan dan perawatan dilakukan secara tepat, bisa dengan obat atau operasi mengikat pembuluh darah, yang merupakan operasi dengan risiko rendah.
- Dalam hal kesehatan otak Dokter akan melakukan ultrasonografi dalam minggu pertama setelah kelahiran dan sebelum pulang untuk memeriksa risiko perdarahan otak.
- Dalam hal kesehatan mata Dokter akan melakukan pemeriksaan mata untuk mengecek retina apakah ada kelainan pembuluh darah atau tidak. Jika ada kelainan, perawatan yang tepat akan dilakukan.
- Dalam hal kesehatan tulang Bayi sangat prematur mungkin memiliki risiko osteoporosis. Jika ditemukan osteoporosis, dokter akan mempertimbangkan pemberian suplemen kalsium dan vitamin D.
Selain itu, bayi lahir prematur harus menjalani pemeriksaan perkembangan sesuai usia berdasarkan jadwal dokter untuk mencegah kekurangan dan mempromosikan perkembangan yang setara dengan bayi normal, serta mendapatkan imunisasi sesuai usia untuk kesehatan yang prima.
Orang Tua Membantu Pengembangan Anak
Orang tua dapat membantu mendukung perkembangan si kecil yang lahir prematur ketika di rumah sakit dengan menggendong dan menyentuh dengan cara Kangaroo Care, kulit ke kulit sesuai anjuran dokter anak. Melakukan Kangaroo Mother Care meningkatkan detak jantung bayi agar tetap normal, membantu agar pernapasan tetap stabil, mengatur suhu tubuh yang tepat, menambah berat badan dan pertumbuhan bayi, mengurangi rasa sakit dan stres bayi, membuat tidur lebih lama, serta mengurangi durasi tinggal di rumah sakit. Yang penting juga dilakukan bersamaan adalah memberikan ASI secara langsung ketika bayi siap untuk meningkatkan ikatan antara bayi dan ibu.
Setiap tanggal 17 November setiap tahun, Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan sebagai Hari Prematuritas Sedunia (World Prematurity Day) Unit Perawatan Bayi Baru Lahir Intensif, Rumah Sakit Bangkok, berharap agar orang tua mengutamakan perawatan bayi sejak hari pertama kehamilan agar si kecil sehat saat lahir. Namun, jika bayi lahir prematur, dokter anak bidang neonatologi dan perinatologi di Rumah Sakit Bangkok siap memberikan perawatan 24 jam dengan bekerja sama dengan dokter kandungan untuk menyusun rencana perawatan yang sesuai. Detail setiap langkah perawatan akan disampaikan kepada orang tua agar pemahaman yang benar terjalin. Selain itu, koordinasi siap dilakukan dengan sistem untuk menerima dan merawat pasien dari rumah sakit lain agar si kecil sehat, berkembang sesuai usia, dan tumbuh dengan baik.






