Kemampuan melihat masing-masing orang berbeda-beda. Bagi mereka dengan kondisi refraksi yang tidak normal, seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme, ada beberapa cara untuk memperbaiki penglihatan agar kembali tajam. Metode yang efektif dan memungkinkan penglihatan Super Vision adalah melalui LASIK, terutama teknologi LASIK tanpa pisau dengan luka kecil ReLEx (Refractive Lenticule Extraction) Smile, yang mengganggu kornea lebih sedikit. Metode lainnya adalah dengan memasang lensa tambahan ICL (Implantable Collamer Lens), yang dapat mengatasi masalah refraksi tanpa harus khawatir dengan mata kering atau infeksi. Kedua metode ini membantu mengembalikan ketajaman penglihatan dari segala perspektif.
20/20 dengan Super Vision
Kemampuan melihat (Visual Acuity) perlu diukur menggunakan standar internasional. Metode yang umum digunakan adalah tabel tes mata (Snellen Chart) yang memiliki angka VA (Visual Acuity) hitam di atas latar putih. Baris paling atas memiliki angka terbesar dan ukurannya akan berkurang di baris berikutnya, dengan total 7 baris dengan jarak dalam kaki: 20/200, 20/100, 20/70, 20/50, 20/40, 20/30, dan 20/20. Angka pertama tidak berubah, yaitu jarak dari tabel tes pada jarak 20 kaki atau 6 meter, sedangkan angka kedua adalah tingkat kemampuan orang normal membaca angka sesuai standar Snellen Chart. Metodenya adalah dengan menutup satu mata dan menggunakan mata lainnya untuk membaca angka dari baris atas ke bawah, tanpa mengenakan kacamata atau lensa kontak. Sebagai contoh, jika hasil pembacaan adalah 20/200, ini berarti ketika orang dengan penglihatan normal dapat membaca angka dari jarak 200 kaki, si pemeriksa harus mendekat hingga 20 kaki untuk melihat angka pada baris yang sama.
Sementara itu, penglihatan dengan tingkat 20/20 adalah kemampuan melihat yang baik setara dengan orang normal. Pada penderita rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme, tingkat penglihatan mungkin lebih buruk. Namun, LASIK dan pemasangan lensa ICL dapat membantu meningkatkan penglihatan ke tingkat 20/20 atau lebih baik dari 20/20, seperti 20/15. Ini berarti orang dengan Super Vision dapat melihat objek pada jarak 20 kaki yang hanya dapat dilihat oleh orang normal pada jarak 15 kaki, maka disebut Super Vision.
LASIK & ICL Ketajaman HD
Pada orang dengan kondisi refraksi yang tidak normal, mendapatkan kembali penglihatan yang jelas dapat meningkatkan kualitas hidup. Prosedur LASIK dan pemasangan lensa ICL tidak hanya membantu melihat jelas dalam tingkat normal, tetapi juga meningkatkan tingkat penglihatan Super Vision.
Menurut data dari jurnal International Journal of Ophthalmology tahun 2016 mengenai hasil LASIK tanpa pisau dengan luka kecil ReLEx (Refractive Lenticule Extraction) Smile, hasilnya baik pada penderita rabun jauh dan astigmatisme, meski ada kemungkinan muncul mata kering setelah operasi.
(REF: https://www.researchgate.net/publication/298714980_Visual_and_refractive_outcomes_with_ReLEx_SMILE_in_600_eyes)
Bagi pemasangan lensa tambahan ICL, penelitian tahun 2016 yang dipublikasikan dalam Biomedical Research di situs Allied Academies tentang lensa ICL dan masalah rabun jauh yang sangat tinggi menunjukkan bahwa setelah pemasangan lensa ICL, pasien dengan masalah rabun jauh yang sangat tinggi mengalami peningkatan signifikan dalam ketajaman penglihatan (Visual Acuity). Setelah 6 bulan pemasangan lensa ICL, pasien menunjukkan peningkatan dalam ketajaman penglihatan dan penurunan positif dalam penyimpangan tampilan (Wavefront Abberrations), membuka peluang lebih banyak dalam aktivitas sehari-hari dan memperbaiki kualitas hidup.
(REF: https://www.alliedacademies.org/articles/implantable-collamer-lens-for-high-myopia-assessment-of-visual-quality-after-implantation.)
Namun, jika Anda memiliki masalah penglihatan yang tidak normal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata untuk mendiagnosis dan menilai perawatan yang sesuai di rumah sakit yang memiliki standar, peralatan, dan teknologi yang memadai agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Kembalilah melihat dengan jelas dan ubah dunia lama anda menjadi lebih jelas dari sebelumnya.







