Ketika olahraga menjadi bagian dari gaya hidup para pecinta kesehatan saat ini, yang mungkin mengikuti adalah cedera olahraga dalam berbagai tingkatan. Ini menjadi awal dari ilmu pengetahuan olahraga atau Sports Science di mana tidak hanya terbatas pada pengobatan saja. Jika ada keraguan tentang performa tubuh atau ingin merencanakan olahraga untuk meningkatkan kesehatan atau mencegah penyakit, dapat berkonsultasi dengan dokter dan ahli khusus dalam bidang kedokteran olahraga.
Cedera dari Olahraga
Sadar akan pentingnya kedokteran olahraga dimulai dari cedera yang mungkin terjadi dari berbagai jenis olahraga, termasuk panduan dalam pengobatan, dengan membagi jenis olahraga menjadi:
1) Olahraga Kontak (Contact Sport) seperti sepak bola, bola basket, rugby, dll.
Cedera yang terjadi termasuk memutar, merobek, atau patahnya otot, ligamen, atau tulang.
2) Olahraga Non-Kontak (Non – Contact Sport) seperti lari, berenang, bulu tangkis, tenis, golf.
Cedera yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gerakan repetitif, seperti atlet golf dengan ayunan yang sama terus menerus atau olahraga raket seperti bulu tangkis dan tenis, di mana pemain menggunakan satu lengan secara berkelanjutan untuk waktu yang lama.
Area Cedera
Olahraga dengan kontak dan tanpa kontak dapat menyebabkan cedera pada area:
- Otot seperti radang atau robek otot
- Ligamen robek
- Tulang patah yang sangat jarang terjadi karena merupakan organ yang sangat kuat
Panduan Pengobatan
Panduan pengobatan dapat bervariasi, termasuk pengobatan dengan obat, fisioterapi, dan pembedahan. Metode yang digunakan bisa salah satu dari ini atau kombinasi semuanya, dan seharusnya pengobatan dilakukan secara individual atau Custom Made, yang menjadi panduan standar di Institut Kedokteran Olahraga dan Latihan Bangkok (BASEM). Selain itu, juga fokus pada perawatan Targeted Therapy untuk mengurangi dampak pada organ sekitar, di mana bedah Arthroscopic Surgery menjadi teknologi penting dalam pengobatan.
Selain teknologi dan tenaga medis yang ahlinya spesifik dalam bidang kedokteran olahraga, ada satu faktor lain yang memberikan keyakinan lebih pada pasien yang berobat di BASEM yaitu mendapatkan sertifikasi dari FIFA sebagai pusat unggul dalam bidang kedokteran sepak bola atau FIFA Medical Centre of Excellence yang diberi sertifikasi oleh FIFA di Rumah Sakit Bangkok. Hal ini karena BASEM memiliki kelengkapan kualifikasi baik penelitian dan pengembangan ilmu olahraga sepak bola, studi dan berbagi pengetahuan dalam kedokteran olahraga, tim dokter bersertifikasi FIFA, program pencegahan cedera sepak bola yang disebut FIFA 11+, pengajaran Health Promotion untuk memajukan kesehatan publik, dan perawatan untuk atlet tim nasional, atlet profesional, dan atlet tingkat klub.
Pencegahan Cedera
Walau teknologi medis telah maju sehingga dapat memudahkan pengobatan dan pemulihan cedera olahraga atau latihan, pencegahan adalah hal terbaik yang harus disadari oleh semua orang, termasuk dalam hal ini:
Pencegahan Diri
Pastikan untuk menjaga fleksibilitas otot yang baik, yang dapat membantu mengurangi cedera. Di BASEM, ada program pemeriksaan kinerja fisik yang dibagi menjadi program Fit for Play, pemeriksaan kesiapan tubuh sebelum memulai olahraga atau latihan dan apa yang harus dilakukan jika belum fit. Ini cocok untuk umum, orang tua, dan orang yang rutin berolahraga. Program lainnya adalah Fit for Performance yang dirancang untuk atlet dan analisis mendalam untuk meningkatkan potensi fisik secara maksimal sepanjang pertandingan.
Kecakapan fisik terdiri dari 5 komponen utama:
- Kesehatan kardiovaskular dan pernafasan (Cardiorespiratory Fitness)
- Kekuatan otot (Muscular Strength)
- Daya tahan otot (Muscular Endurance)
- Komposisi tubuh yang seimbang (Body composition)
- Fleksibilitas tubuh (Flexibility)
Pencegahan Faktor Eksternal dan Lingkungan
Pencegahan cedera olahraga atau latihan dari faktor lingkungan juga penting, seperti menggunakan peralatan olahraga yang standar. Pelari yang menggunakan sepatu berkualitas rendah dapat mengalami nyeri kaki atau lutut. Tempat olahraga harus memiliki kondisi baik, sirkulasi udara memadai, dan tidak terlalu panas untuk menghindari Heat Stroke.
Dengan mencegah diri sendiri dari semua faktor yang disebutkan, risiko cedera saat berolahraga dapat dikurangi. Namun, jika terjadi kecelakaan atau kejadian yang tidak dapat diperkirakan, disarankan menemui dokter spesialis. Semakin cepat mendapatkan perawatan akan semakin baik, dan tidak perlu takut pada keyakinan lama bahwa operasi lutut atau bahu tidak akan sama lagi. Dengan teknologi kedokteran olahraga saat ini, diagnosis, pengobatan, dan pemulihan fisik bisa lebih cepat, bahkan mungkin bisa kembali ke kehidupan atau olahraga lebih baik dari sebelumnya.




