Ketika berbicara tentang wasir bagi banyak orang mungkin bukan hal yang jauh, terutama bagi orang yang sering mengalami sembelit atau diare, sering kali menunjukkan masalah wasir yang sering mengikuti.
Mengenali Wasir
Wasir adalah kumpulan pembuluh darah yang membengkak di daerah anus, yang dianggap sebagai organ tubuh manusia. Terbagi menjadi 2 jenis yaitu
- Wasir internal (Internal Hemorrhoid)
- Wasir eksternal (External Hemorrhoid)
Sebenarnya wasir memiliki fungsi membantu menahan feses dan mendukung perasaan di area anus. Wasir sendiri dapat menjadi penyebab masalah kesehatan yang tidak diinginkan, terutama jika tekanan meningkat di daerah anus yang mungkin disebabkan oleh sembelit, diare, duduk lama di toilet, angkat beban berat, atau kehamilan.
Banyak orang beranggapan bahwa wasir adalah penyakit, padahal sebenarnya wasir bukanlah penyakit melainkan salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk membantu menahan feses dan menerima rangsangan saraf di anus. Jika tidak ada wasir, ketika terjadi diare, akan sulit menahan feses dengan baik.
Gejala Wasir
Gejala abnormal dari wasir dapat ditemukan mulai dari
- Perasaan tidak nyaman di area anus
- Meraba adanya benjolan
- Sakit
- Gatal
- Kemungkinan ada darah segar pada tisu saat membersihkan
- Darah ditemukan di dalam toilet atau pada permukaan feses
Mengobati Wasir
Pengobatan wasir tergantung pada gejala dan tingkat keparahan penyakitnya. Utamanya terdapat 2 metode yaitu
1) Pengobatan tanpa operasi Dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti
- Merendam anus dengan air bersih
- Mengoleskan krim atau supositoria
- Pengikatan dengan karet gelang
- Menjahit kembali ke tempatnya
- Suntikan atau perawatan dengan energi panas seperti laser untuk membuat wasir kecil atau layu
2) Pengobatan dengan operasi
Saat ini, teknologi pengobatan wasir telah berkembang pesat. Teknik Radio Frequency Coagulation yang diakui secara luas di dunia medis digunakan untuk merangsang otot sfingter anus pada pasien dengan masalah menahan kotoran. Selain itu, radiolog mungkin menggunakan teknologi ini untuk merawat pasien kanker hati serta diadaptasi untuk pengobatan wasir. Dengan menggunakan anestesi lokal dan frekuensi tinggi yang disebut Radio Frequency atau RF, wasir dikecilkan. Perawatan ini bukanlah laser namun lebih canggih dari laser. Pengobatannya efektif, pasien merasa sedikit atau hampir tidak sakit. Setelah pengobatan, pasien dapat pulang tanpa rawat inap atau yang disebut Day Surgery.
Waspadai Kanker Rektum
Selain wasir, penyakit lain yang perlu diwaspadai dan memiliki gejala awal mirip dengan wasir adalah kanker rektum atau Rectal Cancer, yang terjadi di bagian akhir usus besar. Penderita akan mengeluhkan buang air besar berdarah yang mirip dengan gejala wasir. Jika sudah parah, feses bisa menjadi kecil, sembelit, merasa buang air besar tidak tuntas, bergantian sembelit dengan diare, sakit perut bawah, lemas, dan berat badan turun.
Faktor risiko yang mungkin ditemukan untuk jenis kanker ini antara lain risiko genetik, usia lebih dari 45 tahun atau lebih dari 50 tahun, obesitas, gemar makan makanan berlemak, daging merah, atau produk makanan olahan, minum alkohol, dan lain-lain.
Diagnosis dini sangat penting dalam merencanakan pengobatan yang sesuai. Jika melihat adanya darah pada feses atau buang air besar berdarah, konsultasikan dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan anus. Jika ditemukan benjolan abnormal, akan diambil sampel untuk biopsi. Jika dikonfirmasi sebagai kanker, dokter akan menilai stadium penyakit dengan pencitraan dan merencanakan perawatan oleh tim multidisiplin, termasuk bedah kolorektal, radiologi, onkologi medis, dan patologi. Saat ini secara umum diterima bahwa pengobatan kanker rektum dengan radiasi dan kemoterapi yang sesuai sebelum operasi akan membantu mengurangi ukuran tumor dan meningkatkan peluang operasi kanker rektum dengan teknik operasi luka kecil, yang dapat mempertahankan otot sfingter anus yang disebut Sphincter Saving Surgery.
Yang terpenting adalah menemui dokter dan menjalani pemeriksaan yang tepat, yang dapat membantu membedakan antara gejala wasir (Hemorrhoid) dan kanker rektum (Rectal Cancer) untuk perawatan yang tepat dan sesuai.







