Persiapan pra-operasi dan pasca-operasi diperlukan untuk operasi bariatrik guna memastikan hasil yang sukses.
Persiapan pra-operasi
Sebelum operasi, pasien harus menjalani::
- Pemeriksaan kesehatan, misalnya tes darah, USG, rontgen, elektrokardiografi, tes fungsi paru-paru.
- Endoskopi dilakukan untuk memeriksa lambung guna memastikan pasien tidak memiliki penyakit lambung lain yang mungkin tidak sesuai untuk operasi bariatrik.
- Konsultasi dengan ahli gizi untuk mengevaluasi dan mempersiapkan modifikasi diet pasca operasi bariatrik.
- Penilaian psikologis untuk memastikan bahwa pasien tidak memiliki gangguan kejiwaan berat yang menghalangi operasi bariatrik dan pasien bersedia melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan setelah operasi.
- Penilaian kondisi medis saat ini, misalnya penyakit jantung, diabetes, hipertensi.
- Evaluasi STOP-BANG dan tes tidur
- Konsultasi dengan dokter rehabilitasi mengenai aktivitas fisik dan latihan, sebelum dan sesudah operasi.
- Berhenti merokok 4 minggu sebelum operasi.
- Hindari makan dan minum setelah tengah malam sebelum hari operasi. Jika pasien harus mengonsumsi obat apa pun, ikuti petunjuk dokter.
- Jika Anda tidak yakin apakah Anda hamil, konsultasikan dengan dokter atau perawat.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat herbal atau suplemen makanan.
- Beritahukan dokter Anda jika Anda pernah mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki riwayat trombosis vena.
- Semua pasien akan diberikan obat pengencer darah 12 jam sebelum operasi.
Perawatan pasca operasi
Setelah operasi, pasien harus
- Berikan cairan infus hingga pasien mampu makan.
- Gunakan alat kompresi betis untuk mencegah trombosis vena dalam sampai pasien dapat bergerak sepenuhnya. Mobilisasi dini sangat penting dan pasien harus dapat melakukan aktivitas sehari-hari dalam waktu 2-3 hari setelah operasi.
- Konsultasikan dengan dokter jika terdapat tanda-tanda komplikasi seperti detak jantung cepat > 120 denyut per menit, suhu tinggi > 37,8°C, atau mengalami nyeri perut yang hebat.
- Kendalikan pola makan sesuai petunjuk ahli gizi.
- Diet untuk pasien pasca operasi bariatrik terdiri dari 2 tahap:
- 1 minggu setelah operasi:
diet cairan, misalnya minuman tanpa karbonasi, minuman tanpa pemanis, kaldu bening, jus sayuran, jus buah, yogurt. - 3 minggu setelah operasi:
– Makanan lunak dan potongan kecil.
– Minum air putih 15-30 menit sebelum makan.
– Makan dalam porsi kecil dan kunyah makanan dengan baik.
- 1 minggu setelah operasi:
- Pasien dapat memulai latihan ringan pada minggu ke-2 setelah operasi. Namun, jangan mengangkat beban berat selama 3 bulan setelah operasi.
- Hadiri janji temu lanjutan untuk mengevaluasi hasil prosedur.
- Segala gejala atau pertanyaan, silakan hubungi Hotline.
Instruksi pasca operasi
- Makan 3 kali sehari. Hindari ngemil.
- Berhenti makan saat Anda merasa kenyang.
- Atur porsi makanan Anda menjadi potongan kecil. Kunyah makanan dengan baik.
- Minumlah cairan di antara waktu makan untuk menghindari dehidrasi. Jangan minum ½ jam sebelum dan sesudah makan.
- Batasi asupan gula hingga kurang dari 15 g per sekali makan.
- Hindari minuman ringan, kopi, dan minuman manis.
- Konsumsi makanan tinggi protein. Pilih daging tanpa lemak.
- Hindari karbohidrat dan lemak.
- Konsumsi suplemen makanan dan vitamin sesuai petunjuk dokter.
- Latihan olahraga 30 menit, 5 kali seminggu
“Perubahan gaya hidup merupakan faktor penting untuk keberhasilan operasi bariatrik”
.jpeg)








