Memahami Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini (Premature Ejaculation, PE) atau dikenal juga dengan istilah ‘cepat keluar’ atau ‘gagal di tengah jalan’ mengacu pada kondisi di mana pria tidak dapat mengontrol ejakulasinya cukup lama hingga pasangan wanita mencapai klimaks. Ejakulasi dini adalah kondisi medis yang mempengaruhi individu yang mengalaminya, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
- Ejakulasi terjadi sebelum penetrasi atau sesaat setelah penetrasi
- Tidak dapat mengontrol ejakulasi
- Merasa tidak puas atau mengalami masalah dalam hubungan karena ejakulasi dini
Mengatasi Ejakulasi Dini
- Teknik modifikasi perilaku, termasuk teknik ‘Stop – Start’ dan ‘Squeeze’
- Konsultasi psikologis
- Mengurangi sensitivitas penis, metode yang sering digunakan termasuk menggunakan kondom berlapis-lapis atau menggunakan krim atau spray anestesi yang seringkali membuat area ujung penis atau vagina kebas, namun dapat mengurangi kepuasan saat berhubungan seks
- Pengobatan dengan obat, tersedia beberapa jenis obat oral yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dengan efek samping yang rendah
Perbedaan antara Ejakulasi Dini dan Gangguan Ereksi
Dampak Ejakulasi Dini
- Pria
Pria yang mengalami ejakulasi dini merasa cemas tentang hubungan mereka, kadang-kadang hingga menghindari hubungan intim sepenuhnya. Bahkan pasangan yang sudah menikah mungkin merasa ada sesuatu yang kurang dan hal ini berpengaruh pada keintiman satu sama lain.
- Wanita
Wanita yang pasangannya mengalami ejakulasi dini hampir tidak merasa puas dalam hubungan intim dan khawatir tentang hubungan mereka. Banyak wanita merasa marah dan kecewa karena ejakulasi dini terkesan seperti tindakan egois dari pasangan pria saat berhubungan intim.




