Pneumonia membuat proses pertukaran oksigen tidak berfungsi dengan baik, mempengaruhi sistem pernapasan, menyebabkan sesak napas, dan tingkat keparahan dapat bervariasi dari ringan hingga sangat parah hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, jika ada gejala yang tidak normal, segeralah menemui dokter untuk memeriksa dan merawat sesuai prosedur, yang dapat meredakan gejala dengan cepat.
Mengenal Pneumonia
Pneumonia atau radang paru-paru adalah peradangan jaringan paru-paru dan bronkus, yang dapat disebabkan oleh 3 faktor utama:
1) Infeksi, termasuk:
- Bakteri, seperti bakteri Pneumococcus
- Virus, seperti influenza, SARS Virus
- Lainnya, seperti jamur, parasit, dll.
2) Non-infeksi, termasuk:
- Tersedak sisa makanan ke dalam paru-paru
- Menghirup asap atau debu dalam jumlah besar ke dalam tubuh
3) Reaksi autoimun dan kekebalan tubuh rendah, termasuk:
- Penderita penyakit SLE (Lupus)
- Bayi prematur, bayi kembar, anak kekurangan gizi
- Lansia
- Penderita kecanduan alkohol
- Penderita AIDS
- Penderita diabetes
- Orang yang mengonsumsi steroid dalam waktu lama
- dll.
Dalam beberapa kasus, pneumonia dapat terjadi sebagai komplikasi dari flu, influenza, radang amandel, campak, cacar air, atau batuk rejan.
Gejala yang Harus Diperhatikan
Gejala pneumonia dapat diamati sebagai berikut:
- Batuk
- Berdahak
- Demam tinggi yang mungkin terjadi sepanjang waktu, menggigil
- Kesulitan bernapas, napas cepat
- Mungkin merasakan nyeri tajam di dada saat bernapas
- Mungkin batuk parah menyebabkan nyeri hingga ke bahu atau samping
Diagnosis Pneumonia
Pemeriksaan diagnosis pneumonia dilakukan dokter dengan diagnosis berdasarkan gejala pasien. Alat stetoskop digunakan untuk mendengar suara paru-paru. Setelah itu, jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen paru-paru, tes darah, tes dahak, atau tes RP33 (Respiratory Pathogen Panel 33), semua itu tergantung pada gejala dan tingkat keparahan pasien.
Pengobatan Pneumonia
Pengobatan pneumonia dilakukan dengan mempertimbangkan gejala dan penyebabnya. Jika pneumonia disebabkan oleh infeksi, dokter akan memberikan antibiotik sesuai jenis bakteri atau virus yang terdeteksi dan memantau perkembangan secara berkala. Jika gejala tidak membaik, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium untuk mencari penyebab lainnya.
Selain itu, jika pasien berada dalam kelompok berisiko, seperti usia di atas 65 tahun, memiliki penyakit kronis, kesulitan bernapas yang parah, nyeri dada, dan sulit makan, pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk pemantauan yang lebih dekat tergantung pada diagnosis dokter.
Pencegahan Pneumonia
Memelihara kesehatan dengan baik dapat membantu mencegah pneumonia. Selain itu, vaksinasi untuk mencegah pneumonia adalah pilihan lain, namun perlu berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi sebelum menerima vaksin pneumonia.
Pneumonia adalah penyakit yang tidak boleh diabaikan, karena mendeteksi pada tahap awal dan perawatan yang tepat tidak hanya dapat meredakan gejala tetapi juga menyembuhkan dengan cepat.







