Masalah internal wanita adalah hal yang harus diperhatikan dan selalu diperiksa, terutama kista ovarium yang bukan hal yang jauh seperti yang banyak orang pikirkan. Karena terkadang mungkin tidak ada tanda peringatan sebelumnya. Menyadarinya lagi meskipun bisa diobati, dampaknya terhadap tubuh sudah besar. Oleh karena itu, memahami masalah kista ovarium dan memperhatikan diri sendiri adalah cara pencegahan dan penanganan yang tepat.
Mengenal ovarium dengan baik
Ovarium adalah organ kecil yang terletak di sebelah sayap rahim pada kedua sisi. Ovarium berfungsi untuk memproduksi hormon-hormon wanita agar seimbang, terutama hormon estrogen yang merangsang menstruasi. Setiap bulan, ovarium menghasilkan telur kecil yang akan berpindah ke bawah melalui saluran tuba atau yang biasa disebut ovulasi untuk siap dibuahi oleh sperma pria.
Penyebab kista ovarium
Kista merupakan kantung yang berisi cairan yang dapat terbentuk di ovarium. Ketika terjadi ovulasi yang tidak normal, dapat menyebabkan penumpukan cairan, atau telur tidak ovulasi, menyebabkan terbentuknya kantung kecil di kedua ovarium. Atau juga dapat terjadi pembelahan sel yang tidak normal di ovarium, membuat ovarium lebih sering mengalami kista dibandingkan organ lain. Jika ditemukan pada usia muda, biasanya kista normal yang bisa hilang sendiri. Tetapi jika ditemukan pada wanita mendekati menopause, bisa menjadi kista abnormal yang berpotensi menjadi kanker atau tidak.
Jenis-jenis kista ovarium
Kista ovarium memiliki berbagai jenis dan sering ditemukan pada wanita usia reproduksi 15 – 49 tahun, yang perlu diketahui ada 5 jenis yaitu:
- Kista fungsional (Functional Cyst) yang terjadi selama proses ovulasi, paling umum ditemukan pada wanita.
- Ovarium polikistik (Polycystic Ovaries), terjadi ketika folikel yang bertugas memproduksi telur tidak dapat terbuka sehingga membentuk kista.
- Endometriosis, jika terjadi, jaringan dari endometrium berkembang di area lain termasuk ovarium, menyebabkan nyeri dan mempengaruhi fertilitas.
- Cystadenomas, jenis kista ini biasanya berisi cairan di dalamnya.
- Dermoid Cysts, kista dengan jaringan yang menyerupai jaringan lain dari tubuh seperti kulit, rambut, atau gigi.
Gejala yang harus diperhatikan
Ketakutan akan kista ovarium adalah bahwa sebagian besar tidak menunjukkan gejala sampai pemeriksaan medis, tetapi bisa juga memperhatikan gejala awal berikut:
- Sakit perut
- Sering ingin buang air kecil, kesulitan buang air kecil
- Nyeri atau sakit punggung bagian bawah
- Sakit saat berhubungan seksual
- Sakit menstruasi yang parah, pendarahan yang tidak normal
Pemeriksaan diagnosis secara mendetail
Pemeriksaan diagnosis kista ovarium dapat dilakukan oleh dokter kandungan spesialis dengan metode ultrasonografi untuk melihat organ panggul. Dua cara pemeriksaan yaitu melalui perut atau melalui vagina dengan waktu singkat dan tidak menyebabkan nyeri, memberikan informasi ukuran, bentuk, lokasi, dan jumlah secara detail untuk membantu diagnosis yang tepat dan perencanaan pengobatan yang sesuai.
Dermoid Cyst bukanlah hal mistis
Satu kelainan kista yang menarik adalah Dermoid Cyst karena banyak orang menyangka bahwa kantung berisi lemak, gigi, rambut, tulang, dan jaringan lainnya berasal dari ilmu gaib menurut kepercayaan. Padahal, itu adalah kista jenis lain bernama Dermoid Cyst yang terbentuk dari jaringan yang seharusnya tumbuh menjadi sel kulit luar tetapi berkembang di dalam perut dekat ovarium, menciptakan kantung penuh dengan cairan, lemak, rambut, gigi, dan lain-lain. Bahayanya, kista ini tidak menunjukkan gejala sampai nyeri perut mendadak terjadi. Pengobatan dengan operasi adalah satu-satunya cara, dan bisa terjadi lagi setelah pengobatan.
Jangan khawatir dengan kista ovarium
Saat ini, pengobatan kista ovarium dapat dilakukan dengan operasi laparoskopi, yang memberikan keuntungan karena luka kecil, rasa sakit sedikit, pemulihan cepat sehingga dapat kembali ke aktivitas normal. Tetapi yang lebih penting adalah selalu memperhatikan ketidaknormalan tubuh dan tidak mengabaikan pemeriksaan rutin setidaknya sekali setahun dengan dokter kandungan untuk yang belum pernah mengalami, dan bagi yang pernah mengalami kista, disarankan untuk bertemu dokter setiap 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun agar dapat ditangani tepat waktu.





