Usia emas pada pria adalah sebuah perubahan yang harus dihadapi ketika pria mencapai usia 40-an. Setiap orang akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda, yang dapat mempengaruhi tubuh, pikiran, dan cara hidup. Namun, jika memahami dan siap beradaptasi dengan perubahan tersebut, hal ini akan membantu menghadapinya dengan benar.
Fakta yang harus diterima oleh pria
Secara alami, hormon testosteron pada pria mempengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, seperti sistem metabolisme lemak, pembentukan otot pria, dan kekuatan struktur tulang. Oleh karena itu, ketika hormon testosteron mulai menurun pada usia 42-45 tahun, hal ini menyebabkan perubahan fisik, seperti perut buncit, mudah gemuk, rambut rontok, penurunan hasrat seksual, dan meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan lainnya. Gejala-gejala tersebut dapat mempengaruhi pikiran dan cara hidup jika tidak mampu beradaptasi.
Periksa gejala pria usia emas
Setiap pria mengalami gejala usia emas yang berbeda-beda, yang dapat diamati sebagai berikut:
- Mood yang berubah-ubah
- Mudah bosan, mudah marah
- Perut buncit
- Insomnia
- Kelelahan
- Penurunan konsentrasi
- Depresi
- Disfungsi ereksi
- dan lain-lain
Berperilaku baik dapat memperpanjang masa muda
Panduan perawatan diri untuk pria dalam menghadapi usia emas tidak sulit. Hanya perlu membuka hati dan siap mengubah perilaku hidup dalam berbagai aspek, antara lain:
- Makanan Hindari makanan manis, fokuslah pada makanan yang membantu meningkatkan hormon pria, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, kuning telur, semangka, atau tiram (bagi yang memiliki kadar kolesterol tinggi harus berhati-hati, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dan memilih makanan yang sesuai dengan tubuh)
- Olahraga Fokus pada jenis olahraga yang membantu membentuk otot besar, seperti bersepeda, bermain squash, dan sebagainya
- Psikologis Berpikir positif dan mengetahui cara mengelola stres, yang penting untuk penyembuhan mental adalah dukungan dan pemahaman dari anggota keluarga
Bagi pria yang mengalami gejala usia emas yang mengganggu dan mempengaruhi kehidupan, sebaiknya menemui dokter untuk berkonsultasi dan mengikuti saran dengan seksama. Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk mengukur tingkat hormon pria yang menurun, menentukan tingkat keparahan, serta menilai apakah terkait dengan penyebab lain. Cara untuk mengobati gejala usia emas beragam, mulai dari pemulihan mental hingga penggunaan obat, baik obat oral, topikal, maupun injeksi.
Tidak hanya pria yang berusia 40-an yang memasuki usia emas, pria berusia 30-an juga dapat memasuki usia emas sebelum waktunya jika mereka mengalami stres, kurang istirahat, merokok, mengonsumsi alkohol, kurang berolahraga, senang makan makanan manis, serta kekurangan beberapa nutrisi tertentu seperti seng. Penyakit kronis seperti diabetes dan faktor genetik juga memainkan peran. Namun, tidak perlu khawatir, karena dapat diobati dengan bantuan dokter ahli.






