Mengenal Penyakit Refluks Laringofaringeal
Penyakit refluks laringofaringeal (LPR) adalah penyakit yang disebabkan oleh asam lambung yang mengalir kembali ke esofagus hingga mencapai tenggorokan dan pita suara.
Gejala Penyakit
Gejala penyakit refluks laringofaringeal meliputi:- Batuk kering yang berkepanjangan
- Sering berdeham seakan merasa ada sesuatu yang terjebak di dalam tenggorokan
- Beberapa orang mengalami nyeri dada, sementara yang lain tidak. Yang penting adalah dampak dari asam lambung pada pita suara dan organ di sekitar tenggorokan, yang menyebabkan berbagai gejala.
- Beberapa orang mengalami suara serak atau kering
- Gejala penting lainnya tetapi jarang terjadi adalah ingus yang mengalir. Pasien sering melaporkan hidung berair yang tidak normal atau mirip dengan infeksi flu.
Pemeriksaan Diagnosis
- Setelah anamnesis pasien, dokter spesialis akan memeriksa kepala dan leher, terutama di dalam tenggorokan, hidung, dan pita suara. Dokter mungkin menggunakan alat seperti kamera (Flexible Fiberoptic Laryngoscope) untuk melihat area dalam tenggorokan. Jika ditemukan daerah yang meradang atau kemerahan, dapat diduga sebagai penyakit refluks laringofaringeal.
- Dalam kasus dengan gejala yang parah dan tidak efektif dengan obat, dokter mungkin akan menggunakan metode pemeriksaan pengukuran pH (Ambulatory 24 – hour pH Monitoring) untuk menganalisis penyebab penyakit.
Cara Menangani Penyakit
Cara menangani penyakit refluks laringofaringeal adalah sebagai berikut:
-
Mengubah posisi tubuh dan menurunkan berat badan
-
Mengontrol dan mengubah pola makan
-
Menggunakan antasida, menurunkan asam lambung, atau obat yang membantu kerja otot sistem pencernaan
-
Operasi untuk mencegah refluks dari lambung
-
Penggunaan obat serupa dengan pengobatan penyakit gastroesophageal reflux (GERD), termasuk operasi bila diperlukan.
Durasi Perawatan
Durasi perawatan penyakit refluks laringofaringeal tergantung pada masing-masing pasien. Sebagian besar pasien akan menunjukkan perbaikan dalam dua minggu. Umumnya, disarankan untuk terus mengonsumsi obat selama sekitar 2 bulan sebelum mempertimbangkan untuk mengurangi dosis atau menghentikan obat. Penyakit ini mungkin dapat kambuh kembali.
Pencegahan dengan Mengetahui Penyebabnya
Cara mencegah penyakit refluks laringofaringeal termasuk:
- Tidak merokok karena merokok adalah salah satu penyebab penyakit gastroesophageal reflux.
- Menghindari memakai pakaian yang ketat di sekitar pinggang.
- Menghindari makan berlebihan sebelum tidur dan sebaiknya tidur setidaknya 3 jam setelah makan.
- Menjaga berat badan agar tetap ideal.
- Menghindari makanan dan minuman berikut: kafein, minuman bersoda, minuman rasa asam atau mint, alkohol, makanan yang tinggi lemak atau digoreng, telur, cokelat, dan sebagainya.
- Untuk kasus dengan gejala parah, sebaiknya menggunakan bantal tebal di bawah kepala sehingga kepala lebih tinggi setidaknya 6 – 8 inci.



