Bangkok Hospital
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Bangkok Hospital
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Kenali Gangguan Penglihatan

    2 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 10 Dez. 2025
    Kenali Gangguan Penglihatan
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 10 Dec 2025

    Penglihatan normal terjadi ketika cahaya difokuskan melalui kornea dan lensa kristalin tepat pada retina, sehingga gambar yang kita lihat menjadi tajam. Namun, jika daya refraktif mata tidak sesuai dengan panjang bola mata, cahaya tidak akan fokus sempurna pada retina, sehingga menyebabkan gangguan penglihatan (Refractive Errors).


    Jenis Gangguan Penglihatan

    Gangguan penglihatan (Refractive Errors) dapat dibedakan sebagai berikut:

    1) Rabun Jauh

    Rabun jauh (Near-Sightedness atau Myopia) terjadi karena daya refraktif mata terlalu besar dibandingkan dengan panjang bola mata. Ini dapat disebabkan oleh kornea yang terlalu melengkung atau ukuran bola mata yang terlalu panjang. Saat melihat objek yang jauh, cahaya terfokus sebelum mencapai retina, sehingga objek yang jauh tampak tidak jelas, tetapi objek yang dekat terlihat lebih jelas.

    Solusi dapat dilakukan dengan menggunakan lensa cekung untuk mengurangi daya refraktif yang berlebihan, sehingga gambar terfokus tepat pada retina.

    2) Rabun Dekat Kongenital

    Rabun dekat kongenital (Far-Sightedness atau Hyperopia) terjadi karena daya refraktif mata terlalu kecil dibandingkan dengan panjang bola mata. Ini dapat disebabkan oleh kornea yang terlalu datar atau ukuran bola mata yang terlalu pendek. Cahaya terfokus di belakang retina, sehingga objek yang dekat dan jauh tampak tidak jelas.

    Solusi dapat dilakukan dengan menggunakan lensa cembung untuk meningkatkan daya refraktif agar gambar terfokus tepat pada retina.

    3) Astigmatisme

    Astigmatisme terjadi karena daya refraktif mata yang berbeda-beda pada tiap sumbu, sering disebabkan oleh kornea yang tidak bulat sempurna. Ini dapat dibandingkan dengan permukaan melengkung telur atau bola rugby, dan sering terjadi bersamaan dengan rabun jauh atau rabun dekat kongenital, menyebabkan penglihatan ganda.

    Solusi menggunakan lensa silindris, yang merupakan lensa khusus yang dapat memperbaiki daya refraktif pada setiap sumbu yang berbeda.

    4) Presbiopi

    Presbiopi terjadi karena penurunan kekuatan otot mata yang digunakan untuk melihat benda dekat seiring bertambahnya usia. Lensa kristalin tidak dapat menyesuaikan fokus untuk melihat benda dekat. Kondisi ini umum terjadi pada orang yang berusia 40 tahun ke atas dan akan semakin parah seiring bertambahnya usia. Berbeda dengan rabun dekat kongenital, presbiopi hanya bermasalah dalam melihat benda dekat.

    Solusi: Menggunakan lensa cembung untuk memperbaiki penglihatan, digunakan hanya saat melihat benda dekat.

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Ingin melakukan Lasik harus memilih yang mana Image
    AI
    Ingin melakukan Lasik harus memilih yang mana
    Penglihatan rabun jauh akibat usia dapat diperbaiki dengan FemtoLASIK PRESBYOND Image
    AI
    Penglihatan rabun jauh akibat usia dapat diperbaiki dengan FemtoLASIK PRESBYOND
    Acara Medis Bercerita Kesedihan Dokter Ceritakan Kebahagiaan Episode LASIK Tanpa Pisau ReLEx Smile Oleh Rumah Sakit Bangkok Image
    AI
    Acara Medis Bercerita Kesedihan Dokter Ceritakan Kebahagiaan Episode LASIK Tanpa Pisau ReLEx Smile Oleh Rumah Sakit Bangkok
    Lihat informasi kesehatan lainnya