Sendi (Joints) dalam anatomi berarti area di mana dua atau lebih tulang berhubungan, dengan tulang rawan yang melapisi ujung tulang dan menutupi kapsul sendi. Kapsul ini berfungsi menghasilkan cairan pelumas dan membantu melindungi serta memberikan kekuatan dan stabilitas. Di luar sendi penting terdapat ligamen yang menahan sendi, atau kadang-kadang ada bantal tulang rawan seperti pada sendi lutut, memungkinkan tulang bekerja sama dalam sistem untuk menopang, melindungi tubuh, dan memungkinkan gerakan yang sesuai.
Cedera Sendi
Cedera pada sendi meliputi:
- Sendi terkilir – Sendi terkilir memiliki 3 tingkat yaitu
- Tingkat 1 terdapat sedikit sobekan atau peregangan ligamen di area tersebut. Terasa nyeri saat ditekan di area yang sobek, tetapi tidak bengkak atau hanya sedikit bengkak.
- Tingkat 2 menyebabkan rasa sakit, nyeri pada sendi sedikit, terjadi pincang, tidak bisa berdiri di ujung jari kaki. Ketika berjalan akan ada pembengkakan lokal. Jika ditekan, akan terasa sakit parah.
- Tingkat 3 selalu melibatkan sobekan kapsul sendi, menyebabkan akumulasi darah di sendi atau merembes di bawah kulit. Sendi pergelangan kaki atau sendi tersebut akan terlihat bengkak, biasanya disebabkan oleh kejadian terkilir yang parah.
- Sendi lepas – Sendi terlepas sering ditemukan dalam olahraga yang melibatkan kontak fisik seperti rugby dan sepak bola, di mana kepala tulang keluar dari soketnya. Ini bisa sebagian keluar atau sepenuhnya. Ada sobekan ligamen penghubung dan jaringan di sekitar sendi.
- Sendi bengkak terjadi saat berlari atau berolahraga, dan setelah berolahraga, sendi menjadi bengkak. Yang sering terjadi adalah sendi lutut mungkin terjadi segera dari kecelakaan atau perdarahan di dalam sendi atau terlalu banyak berlari.
Mengatasi Penyebab
Cedera pada area sendi dapat terjadi di bahu, lutut, atau pergelangan kaki dan seringkali menyebabkan masalah serius yang memerlukan waktu pengobatan berbulan-bulan.
“Penyebab cedera di area sendi bahu bisa berasal dari cedera otot di sekitar bahu, tendon bahu, atau tulang dan sendi bahu itu sendiri, yang mungkin disebabkan oleh kontak fisik, tarikan bahu, atau jatuh dengan menggunakan tangan sebagai penyangga atau jatuh dan bahu mengenai tanah dengan keras. Gerakan melempar atau melempar bola dengan keras, atau meraih terlalu jauh bisa membuat otot atau tendon bahu tertarik keras dan menyebabkan cedera. Pengobatan tergantung pada lokasi cedera di bahu”
Perawatan setelah Cedera
Jika cedera terjadi di sekitar otot, sebaiknya istirahatkan penggunaan, lakukan kompres dingin, minum obat anti-inflamasi dan pelemas otot bersama dengan fisioterapi. Jika terjadi cedera pada tulang atau sendi terlepas, sebaiknya harus ada dukungan atau diberi penggunaan sling (Arm Sling) agar tidak ada gerakan dan segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut seperti menarik tulang dan sendi ke posisi yang tepat, atau operasi untuk menyatukan kembali tendon bahu yang terlepas.
“Jika terdapat cedera bahu yang kronis, mungkin disebabkan oleh tendon yang sobek secara terymbunyi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan perencanaan operasi. Penyebab cedera lutut yang umum adalah robekan ligamen silang anterior, sering terjadi saat berolahraga, melakukan aktivitas yang melibatkan kontak fisik, memutar lutut, atau benturan yang menyebabkan robekan ligamen lutut.”
Ketika cedera tidak disebabkan oleh kontak fisik, mungkin disebabkan oleh otot yang kaku, tidak fleksibel, atau tidak kuat, menyebabkan cedera pada lutut secara bertahap. Pertolongan pertama adalah pasien harus berbaring tenang, jangan mencoba bergerak sendiri, dan segera lakukan kompres dingin.
“Jika rasa sakit sangat parah sehingga tidak bisa bergerak, sebaiknya cari alat untuk menahan atau membungkus agar tetap stabil. Jangan melakukan gerakan tekan, dorong, atau tarik sendiri untuk mengembalikan posisi kaki. Biarkan dalam posisi tersebut sampai mendapatkan perawatan dari dokter. Dari statistik, lebih dari 80% kasus adalah robekan ligamen silang anterior lutut (ACL), karena tegangan dalam ligamen yang mengalami sobekan membuat setiap ujung ligamen menjauh satu sama lain.”
Teknik Operasi dengan Endoskopi Berisiko Rendah
Teknologi yang dipilih oleh para ahli bedah adalah teknik operasi dengan endoskopi berisiko rendah untuk memperbaiki sobekan ligamen bahu, ligamen silang anterior lutut, dan meniskus lutut karena memberikan hasil perawatan yang cukup baik.
“Luka operasi berukuran kecil, kehilangan darah sedikit, dan bisa melakukan fisioterapi untuk pemulihan dari 24 jam pertama atau hari kedua setelah operasi. Untuk pasien atlit, dokter akan berusaha merawat dan memulihkan agar fungsinya mendekati normal dan secepat mungkin.”
Rehabilitasi Otot Setelah Operasi
Rehabilitasi otot setelah operasi menggunakan mesin fisioterapi Alter G (Anti-Gravity Treadmill), sebuah treadmill tanpa gravitasi seakan berjalan di dalam balon dengan peralatan seperti kantung udara untuk mendukung beban tubuh hingga 80% dari berat badan, mengurangi masalah cedera saat bergerak dan berolahraga. Ini mengurangi rasa sakit saat menapak dan membuat pergerakan lebih cepat.

Pencegahan cedera pada sendi adalah dengan pemanasan, peregangan sebelum dan sesudah olahraga, serta rutin melatih bahu dan lutut agar otot dan tendon di sekitar sendi menjadi kuat, sehingga dapat membantu mencegah cedera.




