Ketika mengalami nyeri panggul, terutama nyeri panggul saat menstruasi, ini bukanlah hal yang normal dan bukan masalah kecil, tetapi merupakan gejala dari “penyakit penting” bagi wanita.
Tahukah Anda! Banyak wanita usia subur mengalami gangguan menstruasi, mulai dari siklus menstruasi yang tidak teratur, perdarahan menstruasi yang banyak, perdarahan bercak di antara siklus menstruasi, hingga nyeri haid. Dari semua gejala ini, nyeri haid adalah gejala yang paling menyiksa bagi wanita.
Nyeri haid adalah gejala penting dari penyakit endometriosis, kista cokelat (Chocolate Cyst), adenomiosis, dan berbagai jenis mioma uteri. Ketika mengalami nyeri haid, wanita sebaiknya menjalani pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat agar dapat menerima perawatan yang benar.
Tipe Nyeri Haid yang Memerlukan Kunjungan ke Dokter
- Nyeri haid semakin parah, misalnya harus menggunakan obat pereda nyeri yang sebelumnya dapat ditoleransi tanpa obat atau membutuhkan obat yang lebih kuat.
- Jumlah hari nyeri bertambah, mengalami nyeri sebelum dan setelah menstruasi, yang sebelumnya hanya nyeri saat menstruasi.
- Nyeri kronis, nyeri hampir setiap hari, dan semakin parah saat menstruasi.
- Mengalami nyeri saat berhubungan seksual.
- Mengalami gejala lain seperti buang air kecil dan/atau buang air besar berdarah, terutama saat menstruasi.
Pemeriksaan Diagnosis
Diagnosis untuk mendeteksi penyakit tidaklah sulit dan tidak merepotkan bagi wanita. Ada penggunaan ultrasonografi atau ultrasonik. Sebagian besar wanita akan didiagnosis dengan ultrasonografi. Penggunaan laparoskopi adalah metode yang membantu dalam diagnosis saat ultrasonografi tidak efektif. Penggunaan laparoskopi memungkinkan untuk melihat patologi berbagai penyakit. Selain pemeriksaan diagnosis, laparoskopi juga dapat digunakan untuk merawat penyakit secara bersamaan.
Operasi Laparoskopi 3D
Rumah Sakit Bangkok telah membawateknologi operasi laparoskopi 3D untuk meningkatkan efisiensi penglihatan, ketajaman, dan kedalaman yang nyata, yang lebih baik daripada penggunaan kamera 2D yang umum. Selain itu, luka yang dihasilkan kecil, nyeri minimal, dan keunggulan operasi laparoskopi dalam kasus yang memerlukan operasi setelah laparoskopi untuk diagnosis adalah bahwa kamera 3D membantu operasi berjalan lancar dan mengurangi komplikasi pasca operasi.



