Jika mengalami gejala penyakit refluks gastroesofagus (GERD) dan telah menggunakan obat penurun asam atau obat lainnya dalam kelompok PPI lebih dari 2 minggu dan belum membaik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis saluran pencernaan dan usus. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Pengobatan harus mencakup perubahan perilaku sehari-hari (Life Style Change) seperti olahraga dan pola makan, selain penggunaan obat atau pembedahan sebagai pilihan terakhir.
Memodifikasi Perilaku untuk Mengobati GERD
Perubahan perilaku sehari-hari (Lifestyle Changes) untuk mengobati penyakit refluks gastroesofagus (GERD) termasuk- Berhenti merokok
- Menghindari makanan dan minuman yang memperburuk gejala
- Jika obesitas, usahakan menurunkan berat badan
- Makan dalam porsi kecil setiap kali, tetapi lebih sering
- Memakai pakaian longgar, sebaiknya tidak mengenakan pakaian ketat berlebihan
- Menghindari tidur dalam 3 jam setelah makan
- Menopang tempat tidur agar bagian kepala lebih tinggi 6-8 inci. Penggunaan bantal tidak efektif karena bagian tubuh cenderung melengkung
Catatan untuk GERD
Poin yang perlu diingat (Points to Remember) mengenai penyakit refluks gastroesofagus (GERD) meliputi
- Dada terasa terbakar (Heartburn) adalah gejala yang umum terjadi dan sering pada orang dewasa dengan penyakit refluks. Jika mengalami dada terbakar lebih dari 2 kali seminggu, dianggap berisiko atau kemungkinan memiliki penyakit refluks gastroesofagus
- Penyakit refluks gastroesofagus dapat terjadi tanpa adanya rasa sakit di dada
- Gejala lain yang menunjukkan penyakit refluks termasuk batuk kering, asma, dan kesulitan menelan
- Jika sudah menggunakan obat penurun asam lebih dari 2 minggu dan gejala tidak membaik, serta untuk kasus yang parah, disarankan menemui dokter spesialis saluran pencernaan dan usus
- Biasanya dokter akan menyarankan perubahan perilaku atau rekomendasi nutrisi untuk membantu memperbaiki gejala. Obat diperlukan untuk pengobatan, namun pembedahan adalah pilihan terakhir
- Kebanyakan bayi yang mengalami refluks tetap sehat meskipun sering tersedak atau muntah, dan kebanyakan gejala ini akan hilang setelah 1 tahun atau saat berusia 1 tahun. Jika bayi masih menunjukkan gejala setelah 1 tahun, mungkin menandakan penyakit refluks gastroesofagus dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter
- Refluks yang berkepanjangan dan terus menerus, serta gejala melengkung dan mudah marah pada bayi, atau sakit perut atau dada sering pada anak yang lebih besar, termasuk batuk kronis, muntah, dan masalah pernapasan adalah indikasi penyakit refluks gastroesofagus



