Diabetes adalah penyakit tidak menular yang paling umum ditemukan dan jumlah penderita diabetes di Thailand meningkat setiap tahun. Saat ini, ada lebih dari 4 juta penderita diabetes di Thailand. Kadar gula darah tinggi akibat diabetes dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai sistem tubuh, seperti retinopati diabetik, penyakit ginjal kronis, penyakit pembuluh darah jantung dan pembuluh darah otak, serta komplikasi pada kaki dan tungkai, yang berdampak pada kehidupan pasien dan keluarga.
Mencegah Diabetes dengan Perubahan
Pencegahan atau penundaan timbulnya penyakit diabetes difokuskan pada perubahan gaya hidup (Lifestyle Modification), yang berarti mengubah cara hidup sehari-hari untuk membantu mengontrol kadar gula darah dan mengurangi faktor risiko lainnya. Ini meliputi makan sesuai prinsip nutrisi, beraktivitas fisik dan olahraga yang tepat, serta memiliki perilaku kesehatan yang baik
Terapi nutrisi medis dapat mengurangi risiko terkena diabetes pada individu yang berisiko, mengurangi tingkat kejadian diabetes pada individu dengan Pra-Diabetes (Pre-Diabetes) di bawah anjuran bahwa berat badan dan lingkar pinggang harus berada dalam batas standar.

Menurunkan Berat Badan untuk Mencegah Diabetes
Bagi mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas dan berisiko diabetes, penurunan berat badan diperlukan, dapat dilakukan dengan:
- Mengurangi asupan kalori harian dengan mengurangi lemak yang dikonsumsi namun tetap makan dengan seimbang dan lengkap, dengan mengurangi energi sebanyak 500 – 1.000 kalori per hari (tergantung berat badan awal), misalnya menghindari makanan gorengan dan menggantinya dengan makanan kukus atau rebus untuk mengurangi konsumsi minyak.
- Menambah aktivitas fisik secara teratur dan berkelanjutan setidaknya 700 kalori per minggu, atau meningkatkan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu sehingga dapat menurunkan berat badan setidaknya 7% dari berat awal dan menargetkan pengurangan berkelanjutan sebesar 5% dari berat baru hingga berat badan berada di dekat atau dalam batas normal.
- Pola makan tinggi protein (30% dari total kalori harian) dapat mengurangi risiko diabetes pada individu dengan Pra-Diabetes (Pre-Diabetes) dengan menekankan daging rendah lemak, protein nabati seperti ikan, dada ayam, tahu, dan lainnya.
- Menekankan konsumsi karbohidrat dari sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan susu rendah lemak secara rutin.
- Mengkonsumsi makanan tinggi serat dengan meningkatkan konsumsi sayur.
- Menghindari atau membatasi minuman yang tinggi kandungan gula seperti soda, minuman manis, jus buah, dan lainnya.
- Mengurangi atau membatasi konsumsi makanan olahan seperti sosis, bacon, makanan hasil fermentasi, dan sebagainya.
- Hindari pemanis buatan karena meskipun dapat mengontrol gula, itu bisa membuat ketergantungan pada rasa manis dan keinginan untuk makan makanan manis tetap atau bahkan meningkat.
Perubahan gaya hidup dapat dilakukan oleh semua orang, khususnya dalam mengontrol asupan gula yang tidak boleh diabaikan. Setiap hari sebaiknya tidak mengonsumsi gula lebih dari 6 sendok teh, serta menjaga berat badan dan berolahraga dengan benar, karena selain dapat mencegah diabetes, juga bisa mencegah berbagai penyakit kronis tidak menular lainnya.
Informasi:
- Prevention or Delay of Type 2 Diabetes: Standards of Medical Care in Diabetes 2019
- Panduan Praktik Klinis Diabetes 2560, Asosiasi Diabetes Thailand di bawah Perlindungan Kerajaan Putri Maha Chakri Sirindhorn



