Pemeriksaan refluks lambung sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis saluran pencernaan untuk bertanya dan memeriksa gejala guna memastikan penyebabnya adalah refluks. Dokter akan merekomendasikan metode pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi gejala. Metode pemeriksaan dapat mendeteksi masalah pada kerongkongan, lambung, dan usus kecil. Dokter mungkin akan memberikan obat tanpa harus melakukan pemeriksaan jika gejala yang muncul secara jelas menunjukkan adanya refluks.
Gejala Refluks Lambung
Hampir semua orang dewasa dan anak-anak mengalami refluks lambung dalam jumlah kecil tanpa pernah disadari karena isi yang mengalami refluks bisa kembali ke dalam lambung tanpa merusak kerongkongan. Namun, pada beberapa anak, isi yang mengalami refluks tetap berada di kerongkongan dan menyebabkan peradangan. Pada kasus tertentu, refluks bisa mencapai area mulut dan leher. Ketika ditelan kembali, isi refluks dapat melewati area belakang mulut yang terhubung dengan saluran pernapasan, menyebabkan gejala suara serak atau batuk, termasuk gejala-gejala berikut:- Pneumonia atau infeksi paru-paru yang sering terjadi
- Suara serak parah
- Kesulitan dan nyeri saat menelan makanan
- Muntah
- Sakit tenggorokan
- Berat badan turun
- Nyeri dada yang dikenal sebagai Heartburn
Pemeriksaan Refluks Lambung
Metode pemeriksaan yang sering digunakan untuk memeriksa refluks adalah sebagai berikut
-
Rontgen Upper Gastrointestinal (GI) Series X Ray. Penggunaan rontgen hanya untuk mengevaluasi kerusakan yang terjadi pada sistem internal tubuh, seperti kerongkongan, lambung, dan usus kecil. Namun, pemeriksaan rontgen saja tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis apakah terjadi refluks atau tidak, hanya membantu sebagai diagnosis dalam kasus di mana gejala yang terjadi berasal dari penyebab lain selain refluks.
-
Endoskopi. Obat tidur akan diberikan sebelum endoskopi karena menggunakan kamera yang dipasang pada pipa fleksibel yang dimasukkan melalui mulut untuk melewati kerongkongan dan katup. Kamera ini dapat membantu dokter melihat gambar bagian dalam kerongkongan, lambung, dan usus untuk mendiagnosis dan bisa dilakukan biopsi untuk memeriksa dengan mikroskop dalam menentukan tingkat keparahan masalah.
-
Pengukuran pH di kerongkongan – Esophageal pH Probe. Alat berupa kawat akan dimasukkan melalui hidung ke bagian bawah kerongkongan. Alat ini dapat mengukur tingkat asam yang direfluks ke kerongkongan dan dapat menentukan apakah terjadi refluks atau tidak.
Beritahu Dokter Jika Mengalami Gejala Ini
Harus memberi tahu dokter jika Anda mengalami gejala berikut
-
Muntah parah
-
Isi muntahan berwarna hijau, kuning, menyerupai kopi atau mirip darah
-
Kesulitan bernapas setelah muntah
-
Merasa sakit saat makan
-
Kehilangan nafsu makan dan berat badan turun
-
Kesulitan dan nyeri saat menelan makanan



