Banyak orang mungkin berpikir bahwa ketika mengalami ruam di tubuh, hal itu bisa sembuh dengan sendirinya. Mereka mungkin mengabaikan untuk mendapatkan perawatan atau bertemu dengan dokter. Ketika mereka menyadarinya, kondisinya mungkin sudah menjadi kronis dan sulit diatasi. Oleh karena itu, mengawasi gejala dermatitis atopik yang umum dijumpai di masyarakat Thailand adalah hal penting yang tidak boleh diabaikan agar dapat merawatnya dengan benar.
Memahami Dermatitis Atopik
Dermatitis Atopik (Atopic Dermatitis) adalah penyakit peradangan kulit kronis yang sering timbul berulang. Ada banyak faktor penyebab penyakit ini, seperti kelainan genetik, lingkungan, bahan kimia, serangga, dan infeksi. Dapat terjadi pada semua jenis kelamin dan usia. Bagian awal bisa dalam fase akut dengan gejala gatal hebat, ruam merah bengkak dan lepuhan kecil. Fase subakut biasanya juga disertai gatal parah, ruam merah, lepuhan kecil, menjadi kering dan berkerak. Pada fase kronis, dapat menyebabkan gatal parah, ruam berwarna coklat yang bisa menebal dengan garis kulit yang jelas. Selain merasa terganggu oleh gatal, dermatitis atopik juga dapat meninggalkan bekas pada berbagai bagian tubuh sehingga menyebabkan kecemasan dan kurangnya rasa percaya diri. Oleh karena itu, penting untuk memantau diri sendiri dan berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang cepat dan tepat, bergantung pada faktor penyebab, gejala yang muncul, dan tingkat keparahan penyakitnya.
Gatal di Malam Hari
Dermatitis atopik adalah penyakit yang sangat khas karena gatalnya, terutama di malam hari saat akan tidur. Tanpa kehadiran cahaya, suara, atau warna yang dapat mengalihkan perhatian, gatal dari dermatitis atopik akan semakin meningkat, menyebabkan rasa yang sangat tidak nyaman sehingga sulit untuk berhenti menggaruknya. Beberapa orang mungkin merasa gatal hingga susah tidur, sementara yang lain bahkan menggaruk dalam tidur hingga menyebabkan lecet saat bangun.
Faktor risiko dermatitis atopik meliputi faktor genetik, perilaku seperti kontak dengan zat yang mengiritasi kulit seperti sabun, deterjen, dan kondisi seperti tinggal di lingkungan yang kering, debu rumah, infeksi, dan lain-lain.
Pengobatan untuk gatal-gatal di malam hari akibat dermatitis atopik, karena penyakitnya bersifat kronis, tujuannya adalah untuk menjaga agar penyakit tetap terkontrol dan tidak kambuh. Saat ini terdapat obat-obatan baru seperti kelompok obat Biologics, Molekul Kecil yang sangat efektif dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibanding steroid. Untuk kasus yang tidak parah, terdapat obat topikal yang bisa digunakan. Pemilihan obatnya akan berbeda tergantung dari gejala dan tingkat keparahan masing-masing pasien.

Gatal karena Alergi Nyamuk
Alergi Nyamuk adalah reaksi berlebihan tubuh terhadap gigitan serangga dibandingkan dengan orang normal. Mungkin lebih merah, muncul lepuhan gatal, atau bertahan lebih lama dibandingkan kebanyakan orang. Namun, ini bukan alergi seperti alergi obat. Ada penelitian yang menemukan bahwa anak-anak yang mengalami dermatitis atopik cenderung lebih alergi terhadap nyamuk dibandingkan anak lain karena kedua penyakit ini disebabkan oleh kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh yang sama pada manusia.
Perawatan awal mungkin melibatkan penggunaan krim yang mengandung steroid pada area tempat gigitan nyamuk untuk membantu meredakan gejala. Namun, jika ada banyak lepuhan atau gejalanya cukup parah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang sesuai sebelum dermatitis atopik pasien kambuh.
Gatal karena Alergi Cuaca
Kondisi Cuaca adalah salah satu faktor penyebab kambuhnya dermatitis atopik, baik terlalu panas maupun terlalu dingin. Ketika kelembapan udara rendah, ruam bisa memburuk. Di Thailand yang memiliki iklim tropis dengan kelembaban yang tinggi, banyak orang asing yang mengunjungi Thailand menemukan bahwa dermatitis atopik mereka membaik.
Perawatan untuk alergi cuaca, terutama ruam alergi saat musim hujan, pasien harus mengamati ketika cuaca mulai dingin. Rutin menggunakan pelembap untuk menambah kelembapan kulit dan berjumpa dengan dokter untuk mendapatkan obat sedini mungkin gunanya untuk mencegah ruam menjadi kronis.
Karena dermatitis atopik tidak hanya menyebabkan gangguan tetapi jika dibiarkan bisa menjadi kronis dan mempengaruhi kualitas hidup, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk perawatan agar gejalanya bisa dikendalikan dan pemulihan dalam jangka panjang dapat tercapai.





