Penyakit sistem saraf pada anak yang paling umum adalah epilepsi, yang dapat terjadi pada semua jenis kelamin dan usia, terutama pada anak-anak. Insiden kejadian penyakit epilepsi secara global diperkirakan sekitar 3,5 juta orang per tahun, dengan sekitar 40 persen pasien berusia di bawah 18 tahun. Berdasarkan proporsi populasi, insiden kejadian epilepsi pada anak-anak berkisar antara 3,5 – 7,2 per 1.000 orang. Oleh karena itu, ini adalah masalah yang tidak boleh diabaikan.
Epilepsi pada Si Kecil
Epilepsi disebabkan oleh gelombang listrik di otak yang tidak normal, baik dalam bentuk kejang yang menyebabkan tubuh kaku maupun kejang yang menyebabkan kehilangan kesadaran. Ini adalah penyakit yang sangat mempengaruhi anak dan keluarga, berdampak pada perkembangan, pola asuh, interaksi sosial, serta pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang cepat.
Penyebab Epilepsi pada Anak
Penyebab epilepsi dapat berasal dari berbagai kondisi termasuk:
- Kelainan genetik
- Kelainan struktural pada otak, pembentukan jaringan otak yang tidak normal, termasuk pembuluh darah seperti AVMs dan tumor otak
- Kelainan atau komplikasi sebelum kelahiran, selama kelahiran, serta setelah kelahiran, seperti kekurangan oksigen selama kelahiran
- Infeksi otak
- Penyakit autoimun
- Penyebab yang tidak diketahui, yang ditemukan pada hampir setengah dari semua pasien
Gejala Epilepsi Si Kecil
Gejala epilepsi bervariasi tergantung pada bagian otak mana gelombang saraf yang tidak normal terjadi. Pasien mungkin mengalami:
- Kebingungan
- Kehilangan kesadaran
- Otot berkedut
- Pingsan
- Perilaku aneh seperti tertawa tanpa alasan atau ketakutan tanpa penjelasan, yang memerlukan pengobatan oleh dokter yang berpengalaman, termasuk pemeriksaan lebih lanjut yang sesuai

Diagnosa Penyakit Epilepsi
Diagnosa penyakit epilepsi bergantung terutama pada gejala, di mana dokter akan melakukan anamnesis yang mendetail dan menggunakan alat yang canggih untuk membantu mendeteksi kelainan seperti:
- Elektroensefalogram (EEG) Ruangan yang dapat memonitor gelombang otak untuk mendeteksi asal gelombang yang menyebabkan kejang disertai video (24 – Hour Video EEG Monitoring)
- Pemeriksaan radiologi termasuk
- CT Scan (CT Scan)
- MRI (MRI)
- Deteksi asal gelombang listrik yang menyebabkan kejang menggunakan berbagai metode seperti PET CT, SPECT, Interictal SPECT, Ictal SPECT
- Pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan genetik yang mungkin menjadi penyebab epilepsi, dll.
Merawat dan Mengobati Epilepsi
Pengobatan utama epilepsi ada 2 jenis yaitu:
- Pengobatan dengan obat anti-kejang
- Pengobatan dengan cara lain seperti diet keto yang diberikan oleh dokter spesialis gizi untuk pasien anak atau operasi, baik dengan implantasi perangkat perangsang saraf vagus (Vagus Nerve Stimulation: VNS) untuk mengobati epilepsi atau operasi otak, serta pengobatan penyakit penyerta lainnya, seperti stimulasi perkembangan pada anak dengan keterlambatan perkembangan, dll.
Epilepsi pada anak adalah hal yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua dan wali karena dapat terjadi tanpa disadari oleh anak. Mengamati gejala pada si kecil dan segera melakukan pengobatan di rumah sakit dengan dokter anak dan tim dokter dari semua spesialisasi yang memiliki keahlian serta peralatan canggih, termasuk ruang monitor gelombang otak (EEG Monitoring Unit) yang dapat memantau dan mengobati 24 jam, dapat membantu si kecil mengurangi penderitaan akibat epilepsi dan menurunkan tingkat keparahan penyakit dalam jangka panjang.





