Masalah infertilitas masih menjadi masalah dalam kehidupan pasangan di setiap zaman, yang dapat disebabkan oleh baik pihak perempuan maupun laki-laki. Namun, dalam pihak perempuan, masalah ini akan lebih sering dijumpai seiring bertambahnya usia, terutama masalah kelainan pada ovarium seperti kista coklat dan penyakit polikistik ovarium, termasuk kelainan pada rahim seperti miom. Oleh karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk pemeriksaan dan perawatan serta mengikuti saran untuk meningkatkan peluang memiliki anak seperti yang diinginkan.
Penyebab Infertilitas
Komponen untuk memiliki anak terdiri dari 3 bagian:
- Telur Jika ovum tidak berfungsi dengan baik, tidak mengalami ovulasi, atau kualitasnya buruk, maka akan sulit memiliki anak.
- Sperm Jika sperma sedikit atau tidak kuat juga tidak dapat membuahi ovum.
- Rahim Jika terdapat kelainan seperti miom pada rahim, itu akan menghambat proses mendapatkan anak.
Dapat dilihat bahwa perempuan bertanggung jawab lebih dalam hal memiliki anak dibandingkan laki-laki. Masalah infertilitas ditemukan pada pihak perempuan hingga 40 – 50%, pihak laki-laki 30%, dan tidak dapat ditemukan penyebabnya pada 20 – 30%.
Telur Tidak Sehat
Perempuan memiliki banyak sel telur yang disimpan dalam kedua ovarium sejak lahir hingga masa menstruasi pertama. Setiap siklus, sel telur diambil untuk digunakan, sehingga seiring bertambahnya usia, jumlah telur semakin berkurang. Selain itu, gaya hidup juga berperan dalam menyebabkan penurunan kualitas telur.
Faktor-faktor yang menyebabkan ovarium tidak berfungsi baik, tidak mengalami ovulasi, atau kualitas telur buruk meliputi:
- Hormon tidak seimbang akibat stres, berat badan yang tidak normal, tiroid, diabetes
- Merokok meningkatkan risiko infertilitas hingga 13% dan mempercepat penurunan kualitas telur hingga 10 tahun
- Kista coklat atau endometriosis, infeksi pada ovarium, radang tuba falopi mempercepat penurunan kualitas dan pengurangan telur. Harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan
Kista Coklat dan Infertilitas
Salah satu masalah pada perempuan yang mengalami infertilitas, khususnya bagi yang berusia 35 tahun ke atas, adalah kista coklat atau endometriosis. Kondisi ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim atau menyebar ke dinding atau otot rahim, serta tumbuh pada organ lain, terutama ovarium, yang membentuk kista dengan cairan mirip coklat. Ini akan semakin membesar setiap siklus menstruasi dengan kecepatan yang bervariasi tergantung banyak faktor, yang menyebabkan jaringan parut menebal, dengan gejala utama seperti nyeri menstruasi hebat dan berkepanjangan, nyeri panggul sebelum, selama, dan setelah menstruasi, serta infertilitas.
Dokter spesialis kandungan dapat mendiagnosis kondisi ini dengan jelas melalui pemeriksaan ultrasonografi. Pengobatan tergantung pada gejala dan tingkat keparahan yang dialami setiap pasien, termasuk penggunaan obat, hormon, dan operasi laparoskopi (MIS Laparoscopic Surgery) yang merupakan metode canggih. Metode ini minim rasa sakit, luka kecil, sedikit jaringan parut pasca operasi, pemulihan cepat, dan kembalinya kualitas hidup yang baik.
Mengatasi Infertilitas
Saat ini, terdapat beberapa metode pengobatan infertilitas. Awalnya, dokter spesialis akan menyarankan perawatan kesehatan yang optimal, serta hubungan seksual pada masa ovulasi untuk meningkatkan peluang kehamilan. Namun, jika tidak berhasil, metode medis seperti inseminasi intrauterin, GIFT, bayi tabung, atau fertilisasi in vitro dapat dilakukan. Keberhasilan metode ini tergantung banyak pada faktor, khususnya usia dan kesehatan pasangan. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan pranikah menjadi penting dalam meningkatkan peluang memiliki buah hati, terutama jika ada kondisi medis seperti kista coklat atau endometriosis yang perlu segera diatasi.
Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah adalah titik awal penting untuk meningkatkan peluang memiliki anak. Semakin cepat kelainan terdeteksi, semakin banyak pilihan perencanaan kehamilan yang tersedia lebih lanjut.







