Bangkok Hospital
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Bangkok Hospital
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Operasi Caesar VS Persalinan Normal

    3 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 10 Dec 2025
    Operasi Caesar VS Persalinan Normal
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 10 Dec 2025

    Banyak pertanyaan yang dihadapi wanita hamil sejak mulai kehamilan adalah tentang metode persalinan, apakah lebih baik melahirkan dengan cara alami (Normal Labor) atau dengan operasi caesar (Cesarean Section). Jawabannya berbeda-beda tergantung pada keyakinan dan pengalaman masing-masing dokter.


    Persalinan Normal (NORMAL LABOR)

    Persalinan normal posisi kepala, dokter akan membantu melahirkan kepala dan tubuh bayi dengan mengandalkan dorongan dari ibu sebagai inti utama. Saat ini, ada pemberian obat pereda nyeri melalui tulang belakang yang disebut persalinan tanpa rasa sakit (Painless Labor).


    Tindakan Membantu Persalinan (OPERATIVE VAGINAL DELIVERY)

    • Menggunakan alat penghisap (Vacuum)
    • Menggunakan forsep penarik (Forceps)
    • Persalinan posisi sungsang (Breech Assisting or Breech Extraction)

     

    Operasi Caesar (CESAREAN SECTION)

    Operasi caesar dilakukan dengan membuka perut. Biasanya, dokter akan menyarankan persalinan normal terlebih dahulu sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mendorong persalinan alami karena dipercaya dapat mengurangi perdarahan, pemulihan lebih cepat, dan kembali ke kondisi normal dalam waktu singkat. Peluang lahir normal mencapai 80-90% dan menetapkan bahwa angka operasi caesar sebaiknya tidak lebih dari 15%, yang dijadikan acuan praktek.

    Saat ini, situasinya telah berubah, wanita hamil menginginkan kenyamanan lebih, kepastian hari kelahiran, dan juga ingin melahirkan tanpa banyak rasa sakit, yang menyebabkan peningkatan operasi caesar setiap tahun. Misalnya, di negara maju seperti Amerika, angka operasi caesar mencapai 32%, sedangkan di China setinggi 46%. Di Thailand, angka operasi caesar mencapai sekitar 34%.

     

    Indikasi Operasi Caesar

    Pada umumnya, operasi caesar harus memiliki indikasi tertentu, tergantung kesiapan personil dan peralatan masing-masing rumah sakit, seperti:

    • Ada ketidakcocokan antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (Cephalopelvic Disproportion: CPD) yang membuat bayi tidak dapat melewati panggul ibu.
    • Ada kelainan pada plasenta, misalnya plasenta berada di bawah dan menghalangi jalan lahir (Placenta Previa) atau plasenta terlepas secara dini (Placental Abruption) yang menyebabkan pendarahan sebelum bersalin.
    • Ada komplikasi yang memerlukan persalinan segera, seperti tali pusat menumbung (Umbilical Cord Prolapsed).
    • Bayi berada dalam kondisi kritis, misalnya denyut jantung bayi yang lambat (Fetal Distress), tekanan darah tinggi, preeklampsia berat, atau rahim pecah (Uterine Rupture).
    • Persalinan berlangsung terlalu lama (Prolonged Labor) atau gagal dalam induksi persalinan (Failure Induction).
    • Bayi berada dalam posisi yang tidak normal seperti posisi melintang (Transverse Lie), sungsang (Breech Presentation) atau kehamilan kembar.
    • Ibu pernah menjalani operasi caesar sebelumnya (Previous Uterine Scar) yang berisiko rahim pecah jika persalinan normal terjadi.
    • Infeksi pada ibu seperti herpes genital pada saat memasuki persalinan yang dapat menular ke bayi melalui kanal lahir.

    Di rumah sakit yang memiliki prosedur ketat, operasi caesar tidak akan dilakukan jika tidak ada indikasi tersebut. Namun, ada banyak rumah sakit lain yang dapat melakukan operasi caesar sesuai keinginan ibu hamil. Dalam kasus pilihan tersedia, maka kelebihan dan kekurangan persalinan normal dan operasi caesar dapat dipertimbangkan. Tindakan membantu persalinan seperti penggunaan forsep atau alat penghisap akan dilakukan jika dorongan ibu tidak baik, persalinan tahap kedua berlangsung lama, dan setelah dipertimbangkan dapat melahirkan melalui jalur lahir.

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Bedah tulang belakang dengan teknik Endoscopic Surgery melalui endoskopi Image
    AI
    Bedah tulang belakang dengan teknik Endoscopic Surgery melalui endoskopi
    MitraClip memperbaiki kebocoran katup jantung mitral tanpa operasi, mengurangi risiko, pemulihan cepat Image
    AI
    MitraClip memperbaiki kebocoran katup jantung mitral tanpa operasi, mengurangi risiko, pemulihan cepat
    Bahaya Tersembunyi Penyakit Ginjal: Kenali dan Cegah Sebelum Ginjal Rusak Image
    AI
    Bahaya Tersembunyi Penyakit Ginjal: Kenali dan Cegah Sebelum Ginjal Rusak
    Lihat informasi kesehatan lainnya