Ketika seseorang mengalami kelainan refraksi (Refractive Error), dapat diatasi dengan berbagai cara untuk melihat dengan jelas
1) Kacamata (Spectacles)
Telah digunakan secara luas dan lama, kacamata dapat mengurangi fokus cahaya bagi mereka yang rabun jauh dan meningkatkan fokus cahaya bagi mereka yang rabun dekat untuk melihat dengan jelas. Ada beberapa keterbatasan, seperti ketidaknyamanan dalam berolahraga, pekerjaan tertentu, atau masalah dengan penampilan pribadi.
2) Lensa Kontak (Contact Lenses)
Pilihan lain yang juga populer, namun penggunaan lensa kontak harus berhati-hati dalam menjaga kebersihan untuk menghindari komplikasi seperti infeksi kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. Penggunaan lensa kontak harus berada di bawah pengawasan dokter mata. Selain itu, banyak orang mungkin tidak bisa memakai lensa kontak karena alergi terhadap lensa atau cairan pembersih lensa. Beberapa aktivitas juga tidak cocok dengan penggunaan lensa kontak, seperti berada di tempat dengan banyak debu atau asap, berenang, dan lain-lain.
3) Operasi Refraktif (Refractive Surgery)
Dikembangkan untuk mengatasi masalah bagi mereka yang tidak dapat (atau tidak ingin) memakai kacamata atau lensa kontak karena berbagai alasan dan telah berkembang secara berkelanjutan selama puluhan tahun, mulai dari metode sayatan kornea (RK atau Radial Keratotomy) hingga penggunaan Excimer Laser langsung menghaluskan permukaan kornea yang disebut Photorefractive Keratectomy (PRK). Saat ini metode yang paling modern adalah LASIK serta teknologi terbaru dengan laser di setiap tahapannya, yaitu FemtoLASIK dan ReLEx. Bagi mereka dengan kelainan refraksi yang sangat tinggi dan tidak dapat diatasi dengan metode di atas, operasi penanaman lensa tambahan merupakan pilihan lain untuk pengobatan, yang tersedia di Pusat LASIK, Rumah Sakit Bangkok.



