Banyak orang mungkin tidak bisa menyangkal bahwa memiliki kesempatan untuk hidup di kota besar yang sangat sibuk memiliki kelebihan dan kekurangan. Sementara banyak orang memilih untuk melarikan diri dari keramaian, beberapa orang suka kegembiraan dan tantangan hidup di kota besar. Setiap hari, harus melewati kemacetan lalu lintas untuk pergi bekerja dan menghadiri pertemuan tepat waktu, serta harus buru-buru menyelesaikan tugas yang diberikan tepat waktu.
Stres dari perilaku ini ketika sering terjadi dapat menjadi semacam kecanduan seperti yang ditemukan pada orang yang kecanduan olahraga berat yang dikenal sebagai kondisi kecanduan stres yang disebut ‘Kecanduan Stres’ (Adrenal Addict). Kebanyakan orang yang mengalami kondisi ini pada tahap awal seringkali belum menyadarinya, karena tubuh memiliki toleransi yang tinggi terhadap stres setiap hari. Baru menyadarinya ketika jatuh sakit, terkena infeksi akut hingga harus dirawat di rumah sakit. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut ‘Kondisi Kelenjar Adrenal Kelelahan’ atau ‘Adrenal Fatigue’
Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Anda Berisiko Kondisi Kelenjar Adrenal Kelelahan
Jika Anda memiliki gejala abnormal yang sesuai dengan gejala berikut setidaknya 5 poin, Anda berarti memiliki risiko yang tinggi
- Malas bangun pagi
- Lelah, tidak bertenaga, ingin tidur siang
- Mengantuk tapi sulit tidur
- Pusing ketika mengubah posisi (bangun – duduk)
- Ingin makan manis dan asin
- Buang air kecil berlebihan
- Sering mengalami nyeri haid
- Alergi sering kambuh
- Perut kembung, pencernaan tidak lancar
- Sembelit
- Stres, depresi
- Mengontrol diet, rutin berolahraga tapi berat badan tidak turun
- Merasa lebih baik segera setelah makan gula
- Kulit kering dan sensitif
Apa Itu Kondisi Kelenjar Adrenal Kelelahan
Kondisi kelenjar adrenal kelelahan adalah gangguan tubuh yang dipicu oleh stres kronis. Penyakit ini tergolong dalam penyakit yang sering dilupakan karena kondisi ini sering tidak terdiagnosis dengan tepat dan cepat. Salah satu alasannya adalah pemeriksaan darah rutin yang tidak memadai untuk mendiagnosis kondisi ini. Dalam mendiagnosis kelelahan kelenjar adrenal, perlu pengukuran hormon kelenjar adrenal (Adrenal Hormones) yang disebut kortisol (Cortisol) dan DHEA (Dyhydroepiandrosterone – DHEA), yang dapat diukur dari hasil darah. Kortisol dan DHEA adalah hormon stres di tubuh manusia. Saat ini, pengobatan kondisi kelelahan kelenjar adrenal difokuskan untuk menyeimbangkan kedua hormon ini.
Apa Fungsi Kortisol
Kortisol adalah hormon stres utama tubuh (Stress Hormone). Biasanya, tubuh mengeluarkannya dalam jumlah terbanyak di pagi hari, membantu kita merasa segar dan berenergi untuk menghadapi hari baru. Kortisol kemudian menurun hingga hanya 10% di malam hari. Selain itu, dalam situasi mendesak, kortisol juga berperan dalam meningkatkan tekanan darah dan detak jantung untuk mempersiapkan tubuh menghadapi masalah di depan. Tetapi jika stres kronis akibat kerja keras berlebihan, kurang istirahat, atau olahraga berlebihan, maka kortisol yang tinggi dapat berdampak buruk bagi tubuh. Karena hormon ini bersifat katabolik (Catabolic Hormone), mampu memecah dan merusak jaringan tubuh, menyebabkan penuaan dini. Jika kortisol terlalu rendah, kita akan merasa tidak berenergi bangun dari tempat tidur di pagi hari, kurang bersemangat, dan lelah sepanjang hari.
Apa Fungsi DHEA
DHEA adalah hormon seks yang merupakan hormon dasar dari hormon seks pria dan wanita (Pre – Sex Hormones) dan juga hormon anti-stres (Anti – Stress Hormones). DHEA adalah hormon anabolik (Anabolic Hormone) yang membantu meningkatkan kekuatan tubuh (Stamina), merangsang libido, dan memperlambat penuaan (Delay Aging). Penting juga dalam menetralkan efek kortisol ketika tubuh dalam keadaan stres.
Tindakan Ketika Mengalami Kelelahan Kelenjar Adrenal
- Tidur yang cukup minimal 6 jam, sebaiknya tidur sebelum jam 11 malam
- Sarapan sebelum jam 10 pagi (setelah jam 10 pagi, tingkat kortisol menurun, membuat lebih lelah, dan kortisol bekerja lebih baik dengan kadar gula darah yang cukup)
- Makan makanan ringan dan sering, bukan hanya 1-2 kali makan besar saja
- Latihan intensitas sedang (Moderate Intensity Exercise). Olahraga yang terlalu berat akan semakin melemahkan kelenjar adrenal
- Cari cara untuk mengurangi stres, seperti menemukan hobi atau traveling
- Suplemen dan herbal tertentu dapat membantu mengurangi gejala kelelahan kelenjar adrenal, seperti Ashwagandha (ginseng India), L-theanine (ekstrak teh hijau), Phosphatidylserine (ekstrak kedelai), vitamin C, vitamin B3, vitamin B5, dan vitamin B6



