Bangkok Hospital
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Bangkok Hospital
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemeriksaan Kehamilan saat Preeklamsia

    4 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 11 Dec 2025
    7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemeriksaan Kehamilan saat Preeklamsia
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 11 12月 2025
    Preeclampsia atau keracunan kehamilan, meskipun hanya ditemukan pada 5% – 10% kasus, adalah salah satu penyebab utama kematian ibu hamil. Oleh karena itu, penting untuk mengenal penyakit ini lebih dalam.

     

    7 Fakta Tentang Pengawasan Kehamilan Saat Mengalami Preeclampsia

     

    1) Penyebab Preeclampsia Tidak Jelas

    Preeclampsia telah dicatat sejak zaman Yunani kuno. Aristoteles, seorang filsuf dan dokter Yunani, mengatakan bahwa itu disebabkan oleh ketidakseimbangan elemen dalam tubuh yang menyebabkan penumpukan cairan dan diyakini berasal dari rahim, yang berpengaruh buruk terhadap hati, lambung, limpa, dan paru-paru. Namun, dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berlanjut, penyebab pasti dari preeclampsia masih belum jelas. Beberapa hipotesis menyebutkan bahwa bisa jadi disebabkan oleh plasenta yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan pelepasan zat yang merangsang kontraksi pembuluh darah, yang meningkatkan tekanan darah lebih tinggi dari biasanya.

     

    2) Preeclampsia dengan Komplikasi Parah Dapat Menyebabkan Kematian

    Secara umum, preeclampsia didiagnosis ketika tekanan darah sistolik (Systolic Blood Pressure) mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan darah diastolik (Diastolic Blood Pressure) mencapai 90 mmHg atau lebih, yang diukur 2 kali dengan interval 4 jam. Selain itu, protein juga dapat ditemukan bocor dalam urin. Tingkat keparahan penyakit bisa bervariasi dari ringan, parah, hingga menyebabkan kejang dan kehilangan kesadaran, anemia karena pecahnya sel darah merah, penurunan trombosit yang menyebabkan perdarahan yang tidak normal, hingga disfungsi hati yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin.

     

    3) Sebagian Besar Preeclampsia Merupakan Bahaya Tersembunyi

    Kebanyakan ibu hamil dengan preeclampsia sering tidak menyadari bahwa mereka sakit hingga penyakitnya memburuk. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda peringatan berikut ini:

    • Sakit kepala, penglihatan kabur, mual, dan muntah akibat tekanan intrakranial yang meningkat
    • Nyeri di ulu hati atau di bawah tulang rusuk kanan
    • Sesak napas, kesulitan bernapas, dan tidak bisa berbaring datar akibat edema paru
    • Pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat dalam beberapa hari, dan penurunan jumlah urin

     

    4) Preeclampsia Lebih Sering Terjadi pada Kehamilan Pertama daripada Kehamilan Selanjutnya

    Wanita hamil yang berisiko mengalami preeclampsia biasanya lebih sering ditemukan pada kehamilan pertama daripada kehamilan selanjutnya. Ini juga lebih sering pada wanita berusia 40 tahun ke atas atau yang sudah pernah punya anak namun dengan jarak lebih dari 10 tahun, atau pada wanita yang obesitas dengan indeks massa tubuh di atas 35 kg/m², memiliki riwayat keluarga preeclampsia, hamil kembar, memiliki riwayat preeclampsia sebelumnya, atau mengidap hipertensi kronis.

     

    5) Preeclampsia Diobati dengan “Persalinan”

    Persalinan pada pasien preeclampsia yang tidak terlalu parah mungkin perlu mempertimbangkan usia kehamilan, tetapi dalam kasus preeclampsia yang parah, persalinan mungkin perlu dilakukan terlepas dari usia kehamilan, apakah sudah cukup bulan atau belum, untuk menyelamatkan nyawa ibu. Persalinan dapat dilakukan melalui jalur vagina atau operasi caesar tergantung indikasi medis. Untuk bayi yang belum mencapai usia gestasi yang cukup, mungkin diperlukan obat untuk membantu perkembangan paru-parunya agar bisa bernapas sendiri, yang disesuaikan dengan kasus per kasus.

    Karena kejang akibat preeclampsia (Eclampsia) merupakan kondisi yang parah dan bisa menyebabkan kematian, maka obat antikejang harus diberikan kepada pasien yang didiagnosis memiliki preeclampsia parah (Severe Preeclampsia). Obat yang diberikan adalah magnesium sulfat, yang bisa menyebabkan pasien merasa panas dingin, mual, muntah, dan penurunan tekanan darah, oleh karena itu, tanda vital pasien perlu dimonitor secara berkala setelah obat ini diberikan. Untuk pasien dengan tekanan darah yang sangat tinggi, mungkin juga diperlukan pemberian obat penurun tekanan darah, baik melalui pembuluh darah atau oral.

     

    6) Preeclampsia Meskipun Mengurangi Asupan Garam Tidak Dapat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    Seringkali kita tahu bahwa pada pasien dengan hipertensi, menghindari garam dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun, pada kasus preeclampsia, direkomendasikan untuk mengkonsumsi makanan mengandung garam seperti biasa karena garam tidak mempengaruhi tekanan darah pada wanita dengan preeclampsia. Selain itu, mengkonsumsi suplemen seperti asam folat, magnesium, antioksidan (vitamin C dan E), minyak ikan, atau bawang putih juga tidak memberikan manfaat dalam mengobati tekanan darah tinggi pada wanita dengan preeclampsia.

     

    7) Preeclampsia Dapat Ditemukan Dini dengan Pemeriksaan Kehamilan Rutin

    Pemeriksaan kehamilan dan menemui dokter secara rutin dapat membantu dokter dalam skrining dan menemukan risiko kehamilan, misalnya melalui riwayat medis pasien tentang berapa kali kehamilan terjadi sebelumnya, adanya riwayat preeclampsia, penyakit kronis lainnya, dan setiap kunjungan kehamilan harus meliputi pemeriksaan gejala abnormal, penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, dan tes urin untuk melihat apakah ada kebocoran gula dan protein, pemeriksaan perut, serta pemeriksaan dengan ultrasonografi untuk memantau perkembangan janin, atau pemeriksaan kesehatan janin dalam kandungan dengan memonitor detak jantung dan kontraksi rahim. Ketika ditemukan abnormalitas yang mengarah pada preeclampsia, dokter dan tim akan segera melakukan tindakan perawatan, yang dapat mengurangi risiko kehilangan atau cacat pada ibu dan janin.


    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Mengapa Ibu Hamil Perlu Mendapatkan Vaksin RSV Image
    AI
    Mengapa Ibu Hamil Perlu Mendapatkan Vaksin RSV
    Mengapa ibu hamil harus memeriksakan kandungan di tempat yang tepat? Image
    AI
    Mengapa ibu hamil harus memeriksakan kandungan di tempat yang tepat?
    Apakah cairan ketuban yang rendah saat mendekati persalinan berbahaya? Image
    AI
    Apakah cairan ketuban yang rendah saat mendekati persalinan berbahaya?
    Lihat informasi kesehatan lainnya