1. Pemeriksaan Kesehatan Kerja (Occupational Health Examinations)
- Pemeriksaan kesehatan sebelum diterima bekerja (Pre – Employment Health Examination) adalah pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan awal pelamar pekerjaan
- Pemeriksaanสุขภาพก่อน penempatan posisi atau sebelum perpindahan pekerjaan karyawan (Pre – Placement Health Examination) adalah pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan untuk penempatan pada posisi dan sifat pekerjaan. Contoh pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan bekerja
- Pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan bekerja di ruang terbatas (Confined Space)
- Pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan bekerja di lepas pantai (Offshore)
- Pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan bagi awak kapal (Seafarer)
- Pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan bekerja sebagai pengemudi profesional (Professional Driver)
- Pemeriksaan kesehatan untuk menilai kesiapan bekerja di tempat tinggi (Work at Height)
- Pemeriksaan kesehatanเพื่อ menilai kesiapanสำหรับ tugas pemadam kebakaran (Fire Fighter)
- Pemeriksaan kesehatanตาม faktor risiko (Periodic Health Examination) adalah pemeriksaan kesehatanเพื่อ pemantauan kesehatanตาม faktor risiko keselamatan dan kesehatan kerja ซึ่งตามประกาศกระทรวงแรงงาน เรื่องกำหนดหลักเกณฑ์และวิธีการตรวจสุขภาพของลูกจ้างและส่งผลการตรวจแก่พนักงานตรวจแรงงาน พ.ศ. 2547 ได้กำหนดให้ “นายจ้างจัดให้มีการตรวจสุขภาพของลูกจ้างที่ทำงานเกี่ยวกับปัจจัยเสี่ยงโดยแพทย์แผนปัจจุบันชั้นหนึ่งที่ได้รับใบอนุญาตประกอบวิชาชีพเวชกรรมด้านอาชีวเวชศาสตร์ หรือที่ผ่านการอบรมด้านอาชีวเวชศาสตร์ หรือที่มีคุณสมบัติตามที่อธิบดีประกาศกำหนด โดยการตรวจสุขภาพครั้งแรกให้เสร็จสิ้นภายใน 30 วันนับแต่วันที่รับลูกจ้างเข้าทำงาน และตรวจสุขภาพลูกจ้างครั้งต่อไปอย่างน้อยปีละ 1 ครั้ง” Jika ada perubahan posisi atau sifat pekerjaan sehingga faktor risiko keselamatan dan kesehatan kerja berubah, harus dilakukan penilaian kesehatan lagi
- Pemeriksaan kesehatan sebelum keluar dari pekerjaan (Retirement Health Examination) adalah pemeriksaan kesehatanเพื่อ mengetahui kondisi kesehatan karyawan yang akan keluar dari pekerjaan, informasi yang diperoleh berguna bagi perusahaan untuk menyimpan data tentang penyakit akibat kerja
2. Manajemen Kembali Bekerja (Return – to – Work Management)
Return – to – Work Management adalah perawatan untuk karyawan yang kembali bekerja, yaitu manajemen, perencanaan, dan penilaian karyawan sebelum kembali bekerja yang merupakan bagian dari proses perawatan setelah penyakit atau cedera yang mengakibatkan cuti kerja, bekerja sama dengan pengusaha dalam mengatur dan membantu kondisi lingkungan kerja serta sifat pekerjaan yang sesuai agar karyawan dapat kembali bekerja dengan aman serta dilakukan penilaian kesiapan karyawan untuk kembali bekerja

Manfaat Return – to – Work Management
- Karyawan dapat kembali bekerja secara tepat dan aman
- Mengurangi tingkat ketidakhadiran atau perpindahan pekerjaan karyawan
- Meningkatkan produktivitas dan efisiensi dari kembalinya karyawan bekerja
- Membantu memulihkan kondisi psikologis atau mengurangi stres saat karyawan kembali bekerja
Siapa yang sebaiknya mengikuti Return – to – Work Management
- Mereka yang mengalami kecelakaanหรือ sakit parah atau harus cuti kerja selama 3 hari atau lebih
- Mereka yang menjalani operasi atau rawat inap berturut-turut selama 3 hari atau lebih
- Mereka yang memiliki penyakit lain yang mungkin mempengaruhi kemampuan bekerja serta keselamatan diri sendiri dan rekan kerja
Anda akan dirawat oleh…
Tim multidisiplin yang berpengalamanในการ merawat pasien sebelum kembali bekerja, termasuk dokter kerja, perawat kesehatan kerja, yang dapat memberikan layanan secara efektif dan bermutu serta spesialis dari berbagai bidang yang siap memberikan perawatan
3. Investigasi Penyebab dan Pencegahan Ketika Terjadi Kecelakaan atau Penyakit Akibat Kerja (Work – Related Injury and Illness Investigation and Prevention)
Bertujuan untuk merawat kesehatan karyawan dan sesuai dengan peraturan Menteri yang menetapkan prinsip dan cara pemeriksaan kesehatan pekerja serta melaporkan hasil pemeriksaan kepada pejabat pengawas ketenagakerjaan พ.ศ. 2547 “ข้อ 9 ในกรณีที่พบความผิดปกติของลูกจ้าง หรือลูกจ้างมีอาการหรือเจ็บป่วยเนื่องจากการทำงานให้นายจ้างจัดให้ลูกจ้างได้รับการรักษาพยาบาลทันที และทำการตรวจสอบหรือหาสาเหตุของความผิดปกติเพื่อประโยชน์ในการป้องกัน”

Manfaat yang diperoleh
- Mendeteksi karyawan lain yang mungkin sakit karena penyebab yang sama sehingga mendapatkan perawatan tepat waktu
- Mencegah karyawan lain sakit karena penyebab yang sama
- Membantu perbaikan kondisi lingkungan kerja agar sesuai dan aman
4. Program Pencegahan di Bidang Kesehatan Kerja
4.1 Program Konservasi Pendengaran (Hearing Conservation Program)
Bertujuan sebagai pedoman pencegahan penyakit penurunan pendengaran akibat kerja bagi karyawan yang terpapar kebisingan di tempat kerja sesuai denganประกาศกรมสวัสดิการและคุ้มครองแรงงาน tentang prinsip dan cara pelaksanaanมาตรการอนุรักษ์การได้ยิน diสถานประกอบกิจการ tahun 2561
Sebaiknya dilaksanakan ketika…
Karyawan yang bekerja di bagian di mana pengukuran tingkat suara rata-rata selama 8 jam kerja memiliki tingkat suara rata-rata mulai dari 85 dBA ke atas (sesuai hukum) atau 82 dBA ke atas (sesuai standar internasional)
Perawatan oleh tim Bangkok Hospital
Bangkok Hospital membantu menyusunมาตรการอนุรักษ์การได้ยิน sesuai standar Amerika Serikat dan selaras dengan hukum Thailand โดย
- Menetapkan kebijakan konservasi pendengaran untuk perusahaan
- Pemantauan kebisingan (Noise Monitoring): membuat peta kontur tingkat suara (Noise Contour Map) melakukan penilaian paparan kebisingan baik secara individu maupun area
- Pemantauan pendengaran (Hearing Monitoring): pemeriksaan fungsi pendengaran dengan alat standar internasional, menafsirkan hasil fungsi pendengaranตาม peraturan, dan membantu perusahaan dalam pencegahan bahaya kebisingan
- Menyelenggarakan pelatihan dan edukasi bagi karyawan mengenaiมาตรการอนุรักษ์การได้ยิน, pentingnya tes fungsi pendengaran, bahaya kebisingan, pengendalian, pencegahan, dan penggunaan alat pelindung diri
- Membantu evaluasi dan meninjau pengelolaanมาตรการอนุรักษ์การได้ยินในสถานประกอบกิจการ
Layanan oleh
- Dokter kerja
- Perawat kesehatan kerja
- Ahli higienis industri
4.2 Perawatan Ergonomi untuk Mencegah Gangguan Muskuloskeletal Akibat Kerja (Ergonomic Program to Prevent Work – Related Musculoskeletal Disorders)
Studi ilmiah tentang hubungan antara manusia dan lingkungan kerja untuk menyesuaikan pekerjaan agar cocok dengan pelaksana kerja sehingga pekerja dapat bekerja secara efisien dan sehat
Tujuan
Untuk mengurangi terjadinya cedera atau penyakit pada sistem muskuloskeletal akibat pekerjaan di tempat kerja
Manfaat
- Mengurangi cedera atau penyakit pada sistem muskuloskeletal akibat pekerjaan
- Mengurangi biaya perawatan medis
- Mengurangi ketidakhadiran karyawan dan pengunduran diri
- Meningkatkan kapasitas produksi karyawan dan mengurangi kehilangan barang
Dinilai dan direkomendasikan oleh…
- Dokter kerja
- Perawat kesehatan kerja
- Ahli kinesiologi
- Ahli higienis industri
5. Program Promosi Kesehatan (Health Promotion Program at The Workplace)
Mengapa perlu ada program promosi kesehatan untuk karyawan
Setiap organisasi memiliki tujuan untuk menghasilkan kinerja yang efektif, dan sumber daya manusia adalah aset berharga dalam menciptakan pekerjaan dan pendapatan. Namun, pemeliharaan kesejahteraan karyawan juga merupakan pengeluaran utama yang penting. Jika organisasi hanya mempertimbangkan “biaya langsung” seperti biaya tunjangan, premi asuransi, biaya perawatan kesehatan, dan memilih untuk mengurangi pengeluaran ini, mungkin terlihat bahwa biaya dapat dikurangi, tetapi sebenarnya masih ada “biaya tidak langsung” yang tidak terlihat seperti ketidakhadiran karyawan, biaya mencari pengganti, biaya lembur, biaya pelatihan karyawan baru, atau penurunan efisiensi ketika karyawan bekerja dalam kondisi fisik atau mental yang tidak optimal, serta biaya kompensasi, dll.
Jika “biaya langsung” dan “biaya tidak langsung” dihitung secara keseluruhan, akan terlihat bahwa jika memilih program promosi kesehatan untuk karyawan untuk mencegah kondisi sakit baik fisik maupun mental yang sesuai dengan masalah utama organisasi, membuat karyawan merasa diperhatikan, dan bekerja lebih efisien, akan tercipta organisasi yang menjadi “tempat kerja yang layak huni dan menyenangkan” (Healthy Workplace) dengan kinerja tinggi dan penghematan biaya nyata, sehingga sepadan dengan investasi dalam sumber daya manusia organisasi
Proses penyusunan program promosi kesehatan bagi karyawan berdasarkan prinsip Health and Productivity Management (HPM)
Referensi dari ACOEM ; American College of Occupational and Environmental Medicine (Kolegium Kedokteran Kerja dan Lingkungan Amerika Serikat)
Langkah 1 Menilai organisasi
Langkah 2 Mengamati data dan indikator organisasi
Langkah 3 Merencanakan pelaksanaan
Langkah 4 Melaksanakan kegiatan program promosi kesehatan
Langkah 5 Mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan
Manfaat penyelenggaraan program promosi kesehatan bagi karyawan
- Karyawan memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik
- Karyawan memiliki loyalitas dan keterikatan lebih besar pada organisasi
- Karyawan menjadi lebih produktif dalam bekerja
- Total biaya perawatan karyawan berkurang
Disediakan oleh
- Dokter kerja
- Perawat kesehatan kerja
- Spesialis multidisiplin terkait
6. Program Pertolongan Pertama dan Kesiapsiagaan Darurat (First Aid & Emergency Preparedness)
Keadaan darurat di tempat kerja merupakan ancaman bagi karyawan, pelanggan, dan masyarakat, mengganggu atau merusak operasi, serta menyebabkan kerusakan fisik atau lingkungan. Penyebabnya dapat berasal dari manusia maupun bencana alam seperti banjir, kebocoran bahan kimia, wabah penyakit, atau penyebaran bahan kimia biologis, bahan radioaktif, atau hal berbahaya lainnya. Karyawan mungkin perlu menghadapi keadaan darurat. Perencanaan sebelum kejadian yang tepat sangat penting untuk memastikan respons yang efektif. Cara terbaik untuk melindungi pekerja adalah dengan mengantisipasi skenario tak terduga dan merencanakan tanggapan darurat secara efektif. Perencanaan sebelumnya membantu semua orang mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat kejadian
Manfaat yang diperoleh
- Mempersiapkan dan merespons keadaan darurat bidang keselamatan dan kesehatan kerja
- Mematuhi rencana sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja di masing-masing industri
Pelayanan
1. Pertolongan pertama (First Aid)
- Melakukan survei lapangan dan memberi rekomendasi tentang sistem pertolongan pertama di perusahaan
- Menyelenggarakan pelatihan First Aid mencakup Basic Life Support dan penggunaan AED bagi karyawan perusahaan
- Memberi rekomendasi tentang pendirian ruang perawatan di perusahaan sesuai standar termasuk standar penyimpanan data kesehatan
2. Menyediakan obat-obatan umumที่กำหนดโดยกฎหมาย danที่จำเป็น (First Aid Box)
3. Perencanaan kesiapsiagaan darurat
- Bekerja sama dalam menyusun rencana operasi dalam keadaan darurat termasuk menilai ancaman baik kimia, fisik, biologis, dampak pada operasional, mesin, peralatan, daftar dan nomor kontak penanggung jawab dalam keadaan darurat, koordinasi dengan organisasi eksternal untuk bantuan saat darurat, perencanaan penyediaan antidotum bagi perusahaan
- Bekerja sama menentukan pedoman pelatihan darurat, tanggung jawab, dan tindakan yang harus dilakukan saat kejadian
- Bekerja sama menilai efektivitas rencana darurat
- Menangani pemantauan kesehatan dan penilaian kesiapan sebelum kembali bekerja setelah kejadian darurat
- Melakukan pengukuran lingkungan kerja setelah kejadian darurat
Disediakan oleh
- Dokter kerja
- Dokter kedokteran darurat
- Perawat kesehatan kerja
- Ahli higienis industri
7. Konsultasi Kesehatan Kerja bagi Perusahaan (Occupational Health Consultation)
- Memberi konsultasi, perawatan, pencegahan ancaman terhadap kesehatan karyawan serta pencegahan penyakit akibat kerja (Occupational Disease)
- Memberi konsultasi dan perawatan kesehatan karyawanเพื่อ mencegah penyakit terkait pekerjaan (Work Related Disease) seperti gangguan muskuloskeletal, stres kerja, penyakit sistem kardiovaskular, dll.
- Memberi konsultasi perawatan kesehatan umum di perusahaan