osteoporosis
Osteoporosis: Risiko tulang mudah patah
Tulang manusia cenderung mengalami degenerasi seiring bertambahnya usia, dan kebiasaan hidup sehari-hari yang kurang baik dapat mempercepat kerusakan tulang. Penyakit osteoporosis merupakan salah satu kondisi yang sering ditemui. Osteoporosis berarti kerapatan tulang berkurang dan struktur tulang berubah menuju kondisi yang lebih rusak, sehingga tulang tidak mampu menahan beban atau tekanan normal, menyebabkan risiko patah tulang lebih tinggi dari biasanya. Patah tulang sering ditemukan pada tulang belakang, panggul, dan pergelangan tangan, serta dapat terjadi pada bagian tulang lain di seluruh tubuh. Oleh karena itu penting untuk melakukan diagnosis dan pengobatan sejak dini guna mencegah patah tulang dan komplikasi yang mungkin timbul.
Pusat Tulang dan Sendi siap memberikan pemeriksaan diagnostik dan pengobatan bagi mereka yang berisiko terkena osteoporosis serta pasien yang sudah menderita osteoporosis, untuk mencegah terjadinya patah tulang. Bahkan jika patah tulang sudah terjadi, perawatan tetap diperlukan untuk mencegah tulang di lokasi lain menjadi mudah patah. Kami memiliki tim dokter yang berpengalaman dan peralatan modern untuk menyesuaikan pengobatan bagi setiap individu.

Layanan kami
- Menilai risiko terjadinya patah tulang
- Pemeriksaan massa tulang untuk diagnosis osteoporosis dan perencanaan pengobatan
- Pemeriksaan untuk membedakan osteoporosis primer dan osteoporosis sekunder
- Pemberian pengobatan osteoporosis secara komprehensif, baik pada pasien yang belum maupun yang sudah mengalami patah tulang
Program pengobatan (Prosedur)
Jika belum terjadi patah tulang
- Penilaian risiko terjadinya patah tulang akibat osteoporosis
- Pemeriksaan DXA untuk diagnosis osteoporosis
- Penilaian laju resorpsi dan pembentukan tulang pada pasien osteoporosis
- Pemberian obat untuk mengobati osteoporosis sesuai kebutuhan tiap individu
- Pemberian saran nutrisi dan latihan yang sesuai untuk tiap individu
Jika sudah terjadi patah tulang akibat osteoporosis
- Melakukan penilaian risiko terjadinya patah tulang berikutnya
- Pemberian obat untuk mengobati osteoporosis sesuai kebutuhan tiap individu
- Jika terjadi patah tulang, melakukan perawatan patah tulang sesuai kebutuhan, baik secara bedah maupun non-bedah
- Memberikan saran mengenai nutrisi dan latihan, serta program pencegahan jatuh