Rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis penyakit radang sendi yang bersifat kronis, ditandai dengan pertumbuhan berlebih dari membran sendi. Membran sendi ini akan meluas dan akhirnya merusak tulang dan sendi. Penyakit ini tidak hanya terjadi pada sendi tetapi juga dapat menunjukkan gejala pada sistem lain, seperti mata, saraf, otot, dan lain-lain.
Siapa saja yang dapat terkena rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis dapat terjadi pada semua kelompok usia, dari anak-anak hingga orang lanjut usia, namun lebih umum ditemukan pada pasien usia paruh baya dan lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Penyebab rheumatoid arthritis
Penyebab yang sebenarnya belum diketahui dengan pasti, tetapi ada keterkaitan dengan faktor genetik, adanya gigi berlubang, dan merokok.
Gejala rheumatoid arthritis
Pasien biasanya mengalami rasa sakit pada sendi, pembengkakan sendi, dan kesulitan bergerak. Gejala biasanya paling parah saat bangun tidur di pagi hari dan mungkin berlangsung selama 1 – 2 jam atau sepanjang hari. Karakteristik rasa sakit pada sendi di pagi hari ini adalah ciri khas rheumatoid arthritis, yang berbeda dari penyakit sendi lainnya. Lokasi sendi yang paling banyak mengalami nyeri biasanya adalah pada tangan dan kaki, tetapi juga dapat terjadi nyeri pada lokasi sendi lainnya. Selain gejala pada sendi, pasien rheumatoid arthritis juga bisa mengalami gejala berikut: seperti kelelahan, demam ringan, kehilangan nafsu makan, mata kering, tenggorokan kering yang tidak normal, benjolan di bawah kulit, terutama di area siku dan jari tangan. Pada kasus yang terlambat mendapat pengobatan, dapat terjadi kerusakan sendi permanen, menyebabkan cacat pada sendi.

Diagnosis rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis pada fase awal mungkin sulit didiagnosis karena perkembangan penyakit ini biasanya lambat, sehingga diperlukan dokter spesialis yang berpengalaman untuk melakukan diagnosis.
Diagnosis akan bergantung pada gejala pasien dan pemeriksaan fisik terhadap sendi yang menunjukkan tanda-tanda panas, bengkak, kemerahan, dan nyeri. Tes darah untuk pemeriksaan laboratorium akan menunjukkan anemia, ditemukan Rheumatoid Factor, nilai Anti CCP IgG yang meningkat, dan kadar inflamasi dalam darah yang meningkat (ESR). Kadar ESR yang meningkat biasanya berhubungan dengan jumlah sendi yang meradang. Selain itu, pencitraan dengan sinar-X atau MRI juga dapat memberikan gambaran tentang tingkat keparahan penyakit dengan melihat dari tingkat kerusakan sendi.
Namun, pada pasien penyakit ini, khususnya mereka yang mengalami gejala kurang dari 6 bulan, tidak ada satu metode pemeriksaan pun yang bisa secara jelas menunjukkan bahwa pasien tersebut menderita rheumatoid arthritis. Diagnosis biasanya mengandalkan gejala penting, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium yang digabungkan pada diagnosis yang dilakukan oleh dokter spesialis.
Pengobatan
- Penggunaan obat Saat ini terdapat berbagai obat yang digunakan untuk mengendalikan dan mengobati rheumatoid arthritis dengan hasil yang baik. Obat tersebut termasuk obat pengobatan rheumatoid arthritis, terutama obat yang modifikasi penyakit biologi dan obat anti-inflamasi non-steroid.
- Istirahat dan aktivitas fisik.
- Pencegahan terhadap kerusakan sendi lebih lanjut adalah hal yang penting.
- Operasi akan berperan dalam mengobati rheumatoid arthritis pada kasus yang sudah banyak merusak sendi.
Alat penilaian untuk kekambuhan penyakit radang sendi tulang belakang, dari BASDAI
