Salah satu masalah jantung yang umum ditemukan pada lansia akibat penuaan adalah kelainan katup aorta. Rata-rata sekitar 3% pasien yang berusia di atas 75 tahun mulai mengalami kelainan katup baik pada wanita maupun pria, karena seiring bertambahnya usia, katup jantung mulai mengeras dan penumpukan kalsium meningkat. Ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, dinding jantung menebal, dan dapat menyebabkan gagal jantung. Oleh karena itu, teknik TAVI (Transcatheter Aortic Valve Implanation) teknik invasif minimal untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung dapat membantu mengurangi risiko dari operasi dan memungkinkan untuk kembali menjalani hidup normal.
Perhatikan gejala-gejala kelainan katup jantung
- Mudah merasa lelah secara tidak normal
- Jantung berdebar, detak jantung tidak normal cepat
- Pingsan, sering merasa pusing atau pingsan
- Nyeri dada setidaknya 2 – 3 kali seminggu
Mengenal teknik TAVI
Teknik TAVI (Transcatheter Aortic Valve Implanation) atau juga dikenal sebagai TAVR (Transcatheter Aortic Valve Replacement) adalah pergantian katup jantung dengan kateter tanpa operasi. Cocok untuk pasien dengan masalah katup aorta (Aortic Valve), yaitu memiliki katup jantung yang memisahkan bilik kiri jantung dengan aorta. Prinsip dari TAVI adalah menggunakan katup jantung berbahan dasar jaringan yang terhubung dengan kawat khusus, yang bisa digulung menjadi pipa kecil sekitar 5 – 8 mm dari sistem pengiriman. Kemudian, kawat pandu dimasukkan melalui arteri di paha menuju ke bagian atas bilik kiri jantung hingga ke posisi katup aorta, diikuti dengan sistem pengiriman katup jantung. Setelah itu, katup yang tergulung dilepas ke sistem pengiriman dan akan membuka menjadi katup baru. Pasien hanya akan memiliki luka kecil di area paha atau di bagian kiri atau atas dada, tergantung pada lokasi pemasukan katup jantung.
Lokasi pemasukan katup jantung
- Paha, yang paling populer karena ukuran pembuluh darah yang besar
- Bahu, melalui pembuluh darah besar di lengan atas
- Sisi kanan dada melalui pembuluh darah besar yang keluar dari jantung
- Luka kecil di puncak jantung

Keuntungan TAVI
- Kehilangan darah yang minim
- Cepat pulih dalam 2 – 3 hari, bisa pulang ke rumah
- Luka berukuran kecil
- Mengurangi risiko dari anestesi, karena bisa menggunakan anestesi lokal tanpa bius total
- Durasi operasi tidak lebih dari 2 jam
Keterbatasan TAVI
- Pasien dengan infeksi
- Pasien dengan bakteri dalam aliran darah
- Pasien dengan bekuan darah di jantung
- Pasien yang baru mengalami stroke dan tidak bisa diberikan obat pengencer darah
- Pasien dengan pembuluh darah jantung tersumbat yang membutuhkan operasi by-pass
Pasca operasi TAVI
- 3 bulan pertama harus mengonsumsi obat pengencer darah, tidak melakukan olahraga berat
- Setelah pemulihan 3 bulan, pasien dapat menjalni kehidupan normal, gejala sesak napas dan nyeri dada akan hilang
Perbaikan atau penggantian katup jantung dengan kateter tanpa operasi, melalui TAVI teknik invasif minimal membutuhkan tim dokter bedah jantung, dokter kardiologi intervensi, ahli anestesi, dokter spesialis ultrasonografi, perawat profesional, dan staf di ruang cath lab, serta penggunaan ruang operasi canggih atau Hybrid Operating Room Full Function yang menggabungkan kemampuan ruang cath lab dan ruang operasi jantung dalam satu tempat. Dengan mesin X-ray 360 derajat yang mampu menangkap gambar jantung dari setiap sudut dengan detail, membantu dokter bedah untuk mengobati tepat pada posisi yang diinginkan, serta menangani komplikasi saat operasi yang mungkin terjadi secara tak terduga dengan efektif, membantu pasien kembali memiliki kualitas hidup yang lebih baik dalam jangka waktu lama.



