Kesalahpahaman tentang Aritmia Jantung
Mitos: Atrial fibrilasi atau atrial flutter hanya terjadi pada orang lanjut usia
Fakta: Atrial fibrilasi atau atrial flutter memang lebih umum terjadi pada orang lanjut usia, terutama mereka yang berusia 80 tahun ke atas. Namun, kondisi ini dapat ditemukan pada semua kelompok usia. Pada orang dewasa di atas 55 tahun, kejadian penyakit ini kurang dari 1 dari 1000 orang. Meski demikian, risiko mengembangkan atrial fibrilasi sepanjang hidup adalah sekitar 18-25%. Penyebab penyakit ini bisa bervariasi, seperti pasca kecelakaan, obat-obatan tertentu, atau iskemia miokard.
Mitos: Faktor risiko utama atrial fibrilasi atau atrial flutter adalah infark miokard akut
Fakta: Penderita atrial fibrilasi atau atrial flutter sering mengalami gejala palpitasi, sehingga sering disalahartikan sebagai infark miokard akut. Pada kenyataannya, faktor risiko terpenting dari atrial fibrilasi atau atrial flutter adalah penyakit stroke yang disebabkan oleh bekuan darah dari jantung menuju aliran darah yang menyumbat pembuluh darah otak, menyebabkan paralisis atau kelumpuhan. Faktor risiko untuk stroke pada setiap pasien berbeda dan perlu dievaluasi oleh dokter spesialis jantung. Pasien dengan atrial fibrilasi atau atrial flutter dan berisiko tinggi mengalami stroke biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi obat pencegah bekuan darah untuk mencegah dan mengurangi kejadian stroke.
Mitos: Kardioversi dengan kejutan listrik dapat mengobati atrial fibrilasi
Fakta: Meskipun kardioversi dengan kejutan listrik dapat mengembalikan ritme jantung normal, ini bukanlah pengobatan yang menyembuhkan. Biasanya setelah kardioversi, jantung akan kembali ke ritme normal, namun atrial fibrilasi dapat kembali kapan saja. Penyebab kondisi ini termasuk berbagai alasan seperti pasca kecelakaan, obat-obatan tertentu, atau iskemia miokard.
Mitos: Atrial fibrilasi atau atrial flutter dapat disembuhkan sepenuhnya
Fakta: Penyembuhan bergantung pada penyebab atrial fibrilasi atau atrial flutter yang dialami. Sebagai contoh, penyakit tiroid atau konsumsi alkohol berlebih dapat menjadi penyebab kondisi ini, dan dengan penanganan yang tepat, umumnya dapat sembuh. Sebaliknya, jika atrial fibrilasi muncul akibat penyebab lain seperti hipertensi atau iskemia miokard, meski dengan penanganan, atrial fibrilasi atau atrial flutter mungkin tidak sepenuhnya sembuh, tetapi dapat dikendalikan. Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai atrial fibrilasi atau atrial flutter, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung.



